
"Makhluk apa itu?"
"Siapkan bedil!!"
"Bawa meriam ke sini."
"Arrgghh...."
Para prajurit itu mencoba melawan tapi akhirnya tidak dapat menang. Gadis itu mencoba menghalau tektakel yang hendak memukul General Troff.
Percuma saja, makhluk itu langsung mematahkan kapal jadi dua. Semua awak terjatuh kelaut dan menjadi santapan si makhluk itu.
---
Andros berlari dengan nafas stabil. Ia sudah berlari sejauh seratus mil, sudah lima tahun sejak latihan fisik pertama ayahnya. ayahnya sangat keras dalam melatihnya. Sesuatu yang seharusnya tidak bisa dilakukan tanpa sihir menjadi bisa Andros lakukan.
Ia terus berlari hingga mendengar suara ombak. Ketika keluar dari hutan, terlihat sehamparan pasir putih dengan deburan ombak berwarna biru. Angin yang lembut membelai wajah Andros. Ia bentangkan kedua tangannya dan merasakan setiap rambutnya di terpa angin.
"Huaaah.... tenangnya"
Ketika hendak berlari kembali ia ada melihat keanehan. Ada puing puing dari kayu di ujung pantai itu, karena penasaran ia datangi puing itu.
"Wow, sepertinya ini serpihan kapal. Mereka datang dari mana?. Wilayah inikan tidak berpenghuni."
Andros dengan mudahnya menyibakkan kayu layu besar itu dengan satu tangan.
"Wow kotak apa ini." Ia melihat sebuah kotak kubus kecil berornamen yang terbuat dari emas. Ketika ia melihat isinya, ia terkejut karena kotak itu berisi banyak perhiasan. Ia memasukkannya ke tas kecil di punggungnya.
Ketika hendak meninggalkan puing itu ia menaikkan alisnya karena melihat ada jasad di bibir pantai.
mendekat lalu melihat seorang gadis kecil dengan pakaian lusuh terbaring lemas. Mungkin penumpang kapal ini, nafasnya lemah sekali. Aku harus menolongnya. Pikir Andros.
Andros heran dengan gadis ini. Bentuk wajah dan rambutnya berbeda dengan orang orang desa lain.
Wajahnya tirus berhidung kecil nan mancung, bibir tipis dan rambut lurus berwarna Perak. Andai gadis ini membersihkan dirinya maka pasti ia akan jadi gadis yang cantik. Bahkan adiknya andriapun tidak secantik ini wajahnya.
Gadis itu membuka matanya.
"Tu-an"
"Eh, apa. Kau bilang apa tadi?"
Gadis itu langsung tersadar dan melompat mundur dan menatap Andros tajam.
"Wow, matamu berwarna biru. Keren, seperti bangsawan saja." Andros dengan tenang mendekati gadis itu.
Gadis itu begitu susah berdiri, tubuhnya tak bertenaga. Ia kembali tersungkur. Andros mendekat ia langsung melompat mundur lagi.
"Tenang, aku tidak akan menyakitimu." Kata Andros.
__ADS_1
Gadis itu berdiri lagi namun tumbang. Andros menangkapnya, ia tatap gadis tidak berdaya itu. Andros hanya memberikan senyum hangat sebelum memberi beberapa pertanyaan.
Gadis itu tidak menjawab, hanya melihat Andros, mata birunya melihat jauh ke dalam mata hitam andros.
Andros bertanya darimana asalnya namun gadis itu tidak menjawab. Andros pikir ia gadis yang tuli dan bisu jadi andros memindahkan gadis itu ke punggungnya lalu Andros berlari kembali pulang.
---
"Aku pulang.!" Andros langsung masuk ke rumah dan membaringkan gadis itu di tempat tidur dekat pengapian.
"Ya ampun, anak siapa itu. Andros?" Tanya ibunya.
"Mungkin ia adalah salah satu korban dari kapal yang ditenggelamkan Kraken di pantai barat." Ujar Andros.
"Aku tidak menemukan hal lain, atau identitasnya. Aku hanya menemukan kotak perhiasan ini. Yang tersisa dari kapal itu hanya puing puing saja." Lanjut Andros.
Ayahnya masuk dari ladang. Dengan andria.
Ayah dan Andria mengerutkan dahinya melihat gadis berambut perak terkulai lemas di depan pembaringan di Depan tungku.
"Siapa gadis ini?" Tanya ayah.
Andros mulai menceritakan kronologi kejadiannya. Ayahnya mengangguk angguk lalu menyuruh Andria mengambil beberapa Honey Dew Flower, Jelly Grass, dan Green Silky Fruit.
Setelah mengambil bahan bahan itu. Ayah mulai membuat sebuah ramuan dan meminum kannya pada gadis itu. Gadis itu mencoba berontak tapi dengan cepat ayah andros memaksanya meminum cairan itu dan akhirnya gadis itu langsung tertidur.
"Dengan begini ia akan siuman besok dan kita bisa menanyakan sesuatu darinya." Kata ayah Andros.
"Hm.. entahlah, ayah belum pernah melihat orang dengan rambut perak sepertinya. Mungkin saja ia datang dari Utara." Ayah pun tidak tahu.
Ibu kembali menyiapkan makan malam, sementara Andria mempelajari Grimoire atau buku sihir miliknya. Sedangkan Andros sedang berlatih ilmu pedangnya di luar.
Andros berdiri dengan pedang kayu miliknya, kini pedang kayu itu tidak terlihat kebesaran lagi.
Ia menarik nafas dan mengeluarkannya, teknik pernafasan yang dia lakukan ini adalah teknik khusus yang bisa mengelola tenaga dalam.
Teknik ini apabila di pelajari pada tengah malam. Maka setiap serangan yang mengandung tenaga dalam ini akan membuat tubuh lawan menggigil dan mengurangi pergerakan dan apabila di pelajari pada tengah hari maka tenaga dalam yang dihasilkan akan menjadi panas. Setiap Serangan yang mengenai lawan dapat membuat lawan terasa seperti terbakar.
Ia memasang kuda kuda dan mempraktikkan teknik pedang dari keluarganya.
Tebasan demi tebasan dikeluarkannya. Udara seakan terpisah dan angin angin terbelah. Begitu cepat, begitu tajam dan mematikan.
Andros bertekad menjadi Seorang Oracle Knight. Oracle Knight adalah satuan khusus di kerajaan Geateria ini. Satuan yang melindungi keluarga utama kerajaan. Mereka adalah sekumpulan Prajurit dengan kemampuan tempur yang hebat. Mereka memadukan seni berpedang dan sihir, membuat mereka menjadi satuan pasukan terkuat dari kerajaan.
Untuk memadukan sihir seperti itu merupakan hal yang sangat sulit, hanya mereka yang miliki konsentrasi luar biasa dan pengontrolan sihir yang dapat melakukannya.
Ia bertekad untuk membuktikan pada seluruh kerajaan ini bahwa ia bukan anak terkutuk dan Ia adalah salah satu warga kerajaan yang mencintai kerajaan ini.
Tidak terasa waktu cepat berlalu. Cakrawala arah timur mulai terlihat cahaya redup yang menandakan matahari akan segera terbit.
__ADS_1
Lalu terdengar jeritan ibunya dari rumah. Andros menoleh dan mendapati seseorang melompat keluar dari rumah.
Kepala orang itu mendelik ke kanan dan kiri, lalu melihat Andros. Ia langsung lari melesat ke arah Andros.
Andros memasang kuda-kuda, namun ketika orang itu mendekat, wajahnya terlihat dan itu membuat Andros tidak jadi memasang kuda-kuda.
Gadis kecil itu berhenti di hadapan andros. Nafasnya tersengal karena kondisi tubuhnya masih belum terlalu baik. Ia mendongak dan melihat wajah Andros.
"Yo, kau sudah baikan?" Kata Andros sambil tersenyum hangat.
"Tu-an... Ba-ru.." kata gadis itu.
"Apa?" Andros mengerutkan dahinya.
"An-da...tu-an...Ba-ru...."
Andros menggaruk kepalanya, ia tidak mengerti apa yang gadis itu katakan karena bahasanya berbeda.
"Emm...."
---
"Sial tentakelnya menangkap ku." General Troff berusaha berontak, namun sebuah kepala muncul dari air, kepala itu mempunyai mulut seperti paruh burung.
Gadis itu melihat tuannya di lahap oleh Monster besar itu lalu ia terhempas dari kapal dan jatuh ke laut.
Ia hanya berpangku pada sisa sisa kayu kapal. Terombang ambing berhari hari tanpa makan atau minum dan akhirnya pingsan di atas sebongkah kayu besar.
Ketika ia membuka matanya, terik matahari langsung menyengat matanya, ia terbaring di pasir. Ia mencoba bangkit namun tidak ada tenaga.
Ia kira akan menemui ajalnya sekarang. Ketika hendak menutup mata ia melihat bayangan seseorang. Ia pikir itu adalah General Troff. Namun ketika ia memfokuskan penglihatannya ternyata bukan.
Ia langsung melompat mundur, namun kembali terjatuh. Pemuda itu berbicara bahasa yang tidak ia mengerti.
Namun pada akhirnya ketika ia terjatuh pemuda itu Menangkapnya dan tersenyum hangat.
Itu adalah pertama kali dalam hidupnya ia mendapat senyuman seperti itu. Ketika bersama petinggi negara itu ia banyak di pukul dan di hina, sedangkan di bawah General Troff ia tidak pernah di pukul maupun di hina dan General Troff masih memberikan kehidupan layak baginya namun Orang orang selalu ketakutan kepadanya karena ia adalah seorang Wardog, para pembantu di kediaman tuannya menatapnya iba.
Ia tatap lekat lekat mata Andros, lalu tersungkur tak berdaya.
---
**Dukung terus Author Owl's dengan memberikan Sepeser Like dan Komen
setiap dukungan kalian begitu berharga, seperti rasa yang dulu pernah ada.
Orang Bejo minumnya tolak angin
Orang Bodoh minumnya minyak angin.
__ADS_1
iklan ini di persembahkan oleh Bintang Tronjoel masuk angin**.