
"Oh, kau sudah keluar rupanya." Pria itu menarik kedua pedangnya.
Andros seperti kerasukan sesuatu, dia sudah kehilangan kesadaran sejak beberapa saat yang lalu.
Kini Andros mengeluarkan aura hitam yang pekat dari tubuhnya. Aura itu hanya merambat ke bagian kiri tubuhnya, lalu sebagian tubuh andros telah tertutup oleh aura hitam itu.
Aura hitam itu berkumpul di tangan kiri Andros hingga berbentuk seperti sarung tangan yang memiliki cakar sebesar pisau besar.
"Grrrrrr" Andros sudah sepenuhnya kehilangan akal.
"Nah, ayo mulai!" Pria itu langsung maju dengan cepat.
---
Saat tersadar andros berada di tempat luas yang bercahaya. Ingatannya terakhir kali, ia merasa sangat marah kepada pria bertopi jerami itu.
"Dimana ini?" Andros mengedarkan pandangannya dan menemukan sebuah lubang raksasa di tanah.
"Tempat apa ini?" Ia mencoba menengok ke dalam lubang itu.
Ia merasa merinding ketika melihat kedalam lubang itu, namun ia juga penasaran hingga ia terus melihat sampai ia merasa Lubang itu menatapnya balik.
Dua pasang mata yang besar dan merah menyala terlihat dari dalam lubang itu. Andros langsung terlempar kebelakang lalu pingsan.
Dan ketika tersadar ia melihat langit yang sudah berwarna jingga di atasnya.
Nafasnya memburu akibat rasa takut saat melihat mata itu, sepasang mata yang begitu menakutkan. Keringat dingin mengucur di pelipisnya.
"Oh, kau sudah sadar. Bocah." Suara yang tidak asing terdengar di telinga Andros.
Ia hendak langsung bangkit namun tidak bisa bergerak. Ia hanya menoleh ke kanan dan melihat pria bertopi jerami itu sedang melemparkan kayu ke nyala api, keranjang berisi pedang dan seluruh senjatanya ia letakkan di samping Batang pohon yang mati.
"Cyana.... mana... dia.... apa.. yang sudah.. kau lakukan... pada...nya?" Andros mencoba berbicara namun sulit.
"Tenanglah, Bocah. Dia ada di sana, lagi pula tidak mungkin aku akan berbuat sesuatu pada gadis kecil itu. Aku bukan Pedofil." Katanya sambil menunjuk Cyana yang tertidur di atas Batang kayu dan beralas tikar kulit. Kemudian ia menyalakan rokoknya dan menghisapnya dalam dalam.
__ADS_1
"Kau ingat apa yang terjadi kepadamu?" Tanya pria itu.
Andros hanya diam, ia sudah mengetahui jika ia sampai marah maka akan terjadi seperti itu.
"Apa anda tau sesuatu?" Tanya andros.
"Hei, jangan membalas pertanyaan dengan pertanyaan. Dasar, apa kau tidak di ajarkan tentang itu?" Pria itu berdiri lalu mengambil sesuatu dari keranjangnya.
Ia mengambil kotak rokok lalu mengambil sebatang, dan membakar lalu menghirupnya. Padahal ia baru saja menyalakan rokoknya tapi rokok itu seperti mengecil dengan cepat.
"Tubuhmu itu... ada sesuatu di dalamnya." Pria itu menghembuskan asap rokoknya lalu menjelaskan.
"Ada sesuatu yang bersembunyi di kolam mana mu. Atau kolam energi sihirmu."
Di setiap tubuh makhluk hidup memiliki energi sihir, ada yang banyak dan sedikit. Energi Sihir atau Mana itu mengalir di seluruh tubuh namun memiliki kolam utama. Tempat makhluk hidup menyimpan Mana adalah Kolam Mana.
Setiap energi sihir akan tertampung di kolam itu, sedangkan dalam kasus Andros ia memiliki kolam mana namun Energi Sihir tidak bisa tertampung di situ. Karena ada sesuatu yang sudah mengisi kolam itu. Dan tentunya sesuatu itu bukanlah sesuatu yang baik.
"Jadi.. makhluk itu membuatku tidak bisa menggunakan sihir?" Andros menutup matanya.
"Apa yang akan Anda lakukan?!" Andros panik.
"Tenang saja, ini hanya akan sedikit geli." Pria itu mengalirkan energi sihir besar di kelima jarinya.
"Sacred Seal Magic: Five Seal Of Heaven." Pria itu mengeluarkan sihir segel tingkat tinggi di perut Andros.
"Arrrggghhh!!" Andros merasa panas di perutnya. Ia terus berteriak sampai beberapa saat. Lalu melihat bayangan sesuatu sedang berteriak dari dalam dirinya.
Setelah selesai penyegelan, pria itu menyeka keringatnya, sebenarnya sihir segel ini Sangat menguras Mana yang ia punya.
Andros merasa tubuhnya makin melemah dan di perutnya terbentuk formasi sihir yang unik.
"Aku sudah menyegel makhluk ini, sekarang sudah aman. Dia tidak bisa keluar dengan bebas tapi, jika segel ini rusak kau tau apa yang akan terjadi." Pria itu berjalan mendekati gelondong kayu lalu duduk di atasnya.
"Sebenarnya Anda ini siapa?" Tanya andros sambil menahan sakit di perutnya.
__ADS_1
"Aku?. Hm... entahlah, Aku juga tidak yakin siapa diriku ini" ia menghisap dan menghembuskan asap dari mulutnya.
"Aku sudah hidup selama 58 tahun tapi aku masih tidak dapat mengenali siapa diriku." Ia berdiri lalu melemparkan botol berisi pil ke kepala Andros. "Makanlah pil itu setelah kau bisa bangun"
"Aduh, apa yang kau lakukan senior?!" Andros menggerutu
"Haha, sengaja saja ingin mengerjaimu. Tapi dengarlah ini bocah, di dunia ini orang yang lemah memanglah seperti Debu, tidak ada harganya. Namun kau memiliki kebaikan hati, dengan itu kau tidak hanya sekedar debu. Tapi kau bisa menjadi Debu bintang." Ucapnya sambil menatap langit malam.
Bintang berkelap-kelip di angkasa, menyajikan berbagai cerita untuk setiap orang yang memandangnya dengan perasaan tenang.
Sementara angin dingin menyapu Padang rumput yang luas di sana, kunang kunang berterbangan di hutan rimbun dengan cahaya gemerlap seolah hendak membuat bintang iri kepadanya.
Dikala Andros dan Cyana sudah terlelap dalam mimpi mereka, pria bertopi jerami itu mengambil keranjang pedang dan seluruh senjatanya. Dia menatap kedua anak yang tengah tertidur itu dengan perasaan Melankolis.
"Melihat mereka, aku seperti melihat diriku dan dirimu sewaktu kecil. Iya kan Elisa?" Pria itu tersenyum tipis penuh makna kepada langit lalu menghilang di kegelapan malam. Meninggalkan kedua bocah yang tengah terlelap itu.
---
Andros terbangun di pagi hari, ia duduk lalu melihat ke kanan dan kiri lalu tidak menemukan Pria itu, hanya Cyana yang masih tertidur dan sumber daya yang dapat di jual berasal dari mayat Demonic Beast monyet kemarin.
Beberapa bagian tubuh Demonic Beast memang dapat dijual dengan harga yang cukup tinggi tergantung jenis dan tingkatannya. dan disitu juga terdapat tiga Demonic Core dari monyet monyet itu.
Demonic Core adalah sebuah batu yang ada ada setiap tubuh Demonic Beast. Batu itu memiliki energi sihir yang kuat dan dapat digunakan untuk meningkatkan energi sihir tapi jika berlebihan akan menyebabkan Demonic Transformation atau sebuah kondisi yang menyebabkan tumbuhnya bagian tubuh yang tidak lazim pada tubuh seperti tanduk, sayap, dan ekor.
Tapi, Batu itu cukup berharga jika untuk bahan dasar obat, pil atau Magic Tool.
Andros melihat botol dan beberapa pil di dalamnya, ia sedikit ragu untuk memakan pil ini, karena ia tidak tahu niat dan tujuan pria itu. namun ada sebuah dorongan dari dalam dirinya untuk percaya dengan pria itu. ketika ia mengonsumsinya tubuhnya seketika segar dan lukanya sembuh seperti sedia kala.
Andros membangunkan Cyana, gadis itu langsung terbangun dan siaga, matanya melirik kanan dan kiri. Melihat apakah pria itu masih ada disini atau tidak.
Setelah Andros menjelaskan jika pria itu sudah menolong Andros. Cyana mengangguk lalu mereka berdua pulang ke rumah, orang di rumah pasti khawatir.
Mereka melalui medan hutan dengan cukup cepat, namun sebelum pulang Andros hendak menjual seluruh hasil buruannya terlebih dahulu.
---
__ADS_1
Dukung Battle Cry dengan memberikan like dan komen serta bagikan ke teman-teman kalian agar Novel ini semakin populer!!