
Andros mengepalkan tangannya dengan keras, ia begitu geram namun ia tidak boleh gagal kali ini.
Andros memasuki ruang mereka menyimpan Arak. Dan menuangkan bubuk itu ke dalam tong arak dan langsung keluar.
Ketika keluar Andros mendapatkan pemandangan mengerikan, wanita yang awalnya mereka siksa terbaring tanpa busana di tanah dan darah mengucur deras diantara kakinya dan lehernya.
Dan mereka sedang menyiksa gadis yang baru. Andros yang sudah tidak bisa mengendalikan emosi langsung melompat ke depan menggunakan Ilmu Jejak Angin dan langsung menusuk mulut salah satu pria hingga tembus. Gadis yang sedang mereka mainkan itu terkena cipratan darah dan langsung berteriak.
"Siapa k..." pria di sebelahnya belum sempat berkata namun kepalanya langsung terpenggal.
Ini kali pertama Andros membunuh namun ia tidak merasa bersalah karena yang di perbuat para perampok ini lebih keji dari membunuh. Ia menatap para perampok itu dengan kebencian.
Pemuda yang lain berlari hendak menyerang Andros tapi dengan Cepat Andros memukulkan gagang Katananya ke kepala Pemuda itu.
"Jurus Seratus Pedang. Teknik Ke-13 Hentakan Pengejut." Tempurung kepala Pemuda itu seketika hancur dan isinya terburai keluar dan darahnya menodai pakaian Andros.
Para perampok cepat menyadari kehadiran Andros, melepaskan berbagai serangan sihir ke arah Andros. Melihat itu andros membawa perempuan malang itu melompat dan dia mendaratkannya di dekat kurungan.
Para perempuan yang di tangkap merasa takut pada Andros belum lagi kemungkinan mereka akan di bunuh jika Andros berhasil di habisi.
Andros mengerahkan tenaga dalamnya dan mengambil satu per satu nyawa perampok dengan pedangnya. Karena para perampok itu tidak melatih tubuh mereka dengan baik jadi satu ayunan sudah cukup untuk membuat mereka kehilangan lengan atau kepala mereka.
Mereka yang menangkis serangan Andros tidak bisa menahannya karena pedang yang mereka gunakan langsung patah karena berbenturan dengan pedang Andros.
Karena berhasil menyerang beberapa orang belum berarti Andros dapat menghalau seluruh serangan ia mendapat luka bakar besar di punggung karena salah satu sihir para perampok.
Andros menyerang mereka dengan memakai teknik dari kitab Seratus Pedang secara terus menerus Dan memadukannya dengan tenaga dalam
Lalu terlihat sepuluh orang dengan tombak mengepungnya, percikan listrik tercipta di ujung tombak mereka.
"Thunder Magic - Shock Wave!" Para pria dengan tombak itu hendak melepaskan sihir petir namun Andros segera bertindak.
Ia menarik nafas dengan cepat. Andros melakukan teknik pernafasan Matahari Dan Bulan, udara yang berjarak lima meter darinya seperti lenyap beberapa saat. Para Bandit itu langsung kehilangan kendali atas sihir mereka. Andros tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung menyerang.
__ADS_1
"Jurus Seratus Pedang, Teknik ke-21. Menantang Badai!"
Tiga orang terkena jurusnya dan meregangnyawa namun secara tiba-tiba sebuah tebasan menyayat punggunya tabasan itu memiliki elemen petir sehingga tubuh andros menjadi sedikit kaku. Karena pergerakannya melambat, seorang pengguna panah menembak lengan atas Andros dengan melapisi sihir 'Tempest' pada anak panahnya sehingga melesat cepat dan menancap di tangan kanan Andros.
"Argh.."
Pedang Andros terlepas dari tangannya. Namun ia tetap menyerang menggunakan pukulan dan tendangan. Tenaga dalamnya terkuras banyak untuk menahan rasa sakit dan meningkatkan daya serang pedangnya. Namun ia masih bisa melawan dengan menjaga staminanya. Jika ia lengah sedikit saja, nyawanya akan berada di dalam bahaya.
Andros melepaskan pukulan dan tendangan yang dapat membuat pria dewasa terpental jauh. Dan mereka yang terpukul akan merasakan sensasi terbakar di bagian yang terpukul maupun merasakan dingin yang menggigit pada bagian yang terkena serangan Andros.
Dengan musuh yang begitu banyak Andros tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Ia berpikir keras bagaimana cara meloloskan diri dari kepungan ini. Namun ketika ia sedang memutar otak tiba-tiba semua penyerangnya melompat mundur.
Andros melihat kanan dan kiri dan tidak menemukan adanya keanehan tapi ketika ia hendak melompat. Sebuah Energi Listrik tegangan tinggi menyambar tubuhnya.
"Thunder Magic - Exorcism Burst" seorang Caster Magician menghujani Andros terus menerus menggunakan 'Exorcism Burst' yaitu sekumpulan petir yang menyambar tubuh.
Andros berteriak kencang dan perlahan tertekuk lutut.
Caster Magician itu tersenyum karena berhasil menundukkan Penyusup itu. Ia mulai membayangkan jika mendapat bayaran yang bagus namun ia merasa lehernya tertusuk jarum kecil.
Ia mencabut jarum itu dan langsung memuntahkan darah hitam. Di ikuti beberapa pria lain yang mengalami gejala yang sama. Sementara bandit yang lain terkejut karena muncul gadis Bertopeng yang bergerak cepat ke arah Andros. Para bandit menghalangi jalannya namun sangat mudah bagi Vena melewati mereka, setiap ia melewati seorang bandit, ia meninggalkan sayatan kecil di tubuh mereka.
Dari sayatan itu muncul bintik-bintik hitam yang membengkak kemudian meledak mengeluarkan cairan hitam yang busuk, dengan waktu singkat Vena sekarang berada di samping Andros.
"Telan ini" Vena memberikan sebuah pil pemulih stamina pada Andros. Andros dengan tangan bergetar mengambil pil itu dan menelannya, efek dari elemen petir membuat tubuhnya kaku.
"Terimakasih" Andros berdiri sambil mencabut anak panah yang tertancap di lengannya. Dan mengambil Katananya.
"Di mana Paman Ozo?" Tanya Andros.
"Sedang membebaskan para tahanan, Kita harus bertahan sampai ia kembali."
Andros merapatkan giginya, mereka tidak punya waktu selama itu. Yang memiliki peluang keluar dari situasi ini hanyalah Vena.
__ADS_1
"Kamu pergilah terlebih dahulu, aku akan mengalihkan perhatian mereka." Ucap Andros setengah berbisik.
"Apa yang kau katakan?, Kita akan keluar hidup-hidup dari sini" Vena membalasnya.
Namun ketika mereka hendak menyerang suara lantang menyeru dari belakang.
"Bunuh pemuda itu!, Tapi jangan sentuh Gadis Bertopeng itu, ia milikku" suara pemimpin bandit itu terdengar kencang.
Situasi makin gawat karena kedatangan pemimpin bandit yang memiliki Tingkatan Silver Mage.
"Aku punya rencana..." Vena membisikkan sesuatu di telinga Andros.
Andros mengangguk lalu memegang Katananya dengan mantap. Ia menghirup nafas dalam dalam menggunakan teknik Pernafasan miliknya untuk menahan nafas.
Lalu Vena mengeluarkan Gas beracun berskala besar dari mulutnya.
"Poison Magic - Death Mist!!"
Perampok yang menghirup kabut itu langsung tumbang dan merasakan sakit kepala yang luar biasa. Mereka meronta ronta dan menjerit di tanah.
Andros membersihkan jalur menggunakan sisa sisa tenaganya, melihat itu pemimpin bandit langsung melompat dan menghalangi jalan Andros.
"Kau tidak bisa kemana-mana!" Teriak pria itu, melihatnya Andros langsung maju namun Vena juga ikut.
Vena langsung mengeluarkan muslihatnya. Ia melepaskan topengnya, seluruh bandit yang ada langsung terdiam bahkan pemimpin bandit langsung mematung, tidak melewatkan kesempatan itu Andros langsung menghujamkan pedangnya ke jantung pemimpin bandit itu.
"Teknik Ke-5, Tusukan Fatal!!" Tusukan itu tepat, cepat dan mematikan.
---
**Mohon dukungan para pembaca dengan cara memberikan like, komentar, dan bagikan ke teman-teman kalian!!
sampai jumpa di chapter selanjutnya**!!
__ADS_1