BATTLE CRY

BATTLE CRY
Lontara 15: Hasil Buruan


__ADS_3

Ketika sampai di desa, Andros menuju ke sebuah rumah tingkat yang cukup besar. Ia memasukinya lalu sebuah suara Wanita terdengar menyambutnya.


"Selamat datang di Magic Sale House!. Ada yang bisa saya bantu?" Seorang gadis yang berumur sekitar tujuh belas tahun keluar dari dalam. Rambut hitamnya melambai lambai, matanya berwarna hitam cemerlang menatap Andros dengan perasaan senang.


"Wah, Dik Andros. Ingin menjual hasil buruan?" Karena melihat yang datang Andros. Wajah gadis itu terlihat lebih cerah dari sebelumnya. "Hallo, Cyana" gadis itu melihat Cyana dan memberikan senyum lembutnya.


"Hai, Kak Anne. Ini hasil buruan kami hari ini" ucap Andros sedangkan Cyana melihat Anne dengan antusias. Memang setelah beberapa waktu bertemu, setiap menukarkan hasil buruan yang dapat dijual. Cyana dan Anne menjadi dekat, Anne biasanya akan memberikan Manisan dan kue kue unik kepada Cyana.


Andros meletakkan hasil buruannya dan mata Anne melebar.


"Ini kan!!." Anne begitu terkejut melihat bagian tubuh dan Demonic Core milik Three Eyed Devil Monkey di hadapannya.


"Demonic Beast ini kekuatannya hampir mencapai Cooper Mage. Kalian Mengalahkannya?!" Anne tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya karena Andros tidak bisa mengeluarkan sihir.


Ia mengetahui jika Andros hanya memiliki tenaga fisik dan teknik pedang yang kuat tapi, mengalahkan Demonic Beast setingkat Cooper Mage. Ia sangat sulit untuk mempercayainya belum lagi dilihat dari jumlahnya sumber daya yang ia dapat. ia mengalahkan tiga ekor Demonic Beast itu.


"Oh, kami tidak mengalahkannya sendiri. Tapi di bantu seseorang" ujar Andros.


"Seseorang?" Anne meletakkan jari telunjuk di bibirnya.


"Ya, pria paruh baya yang membawa keranjang berisi pedang dan rakus sekali dalam menghisap rokok. Oh iya, juga ada luka sayatan pedang di pipi kirinya" Andros sedikit mendengus mengingatnya.


"Oh, kau bertemu Paman Scar!"


"Kau mengenalnya?"


"Ya, Paman Scar adalah Seorang Sword Magician terkenal di benua tengah ini. Ia membawa banyak sekali pedang, dan ilmu pedangnya sangat tinggi. Orang Orang menjulukinya Pendekar Pedang Tanpa Batas. Tapi ia menghabiskan sisa hidupnya dengan memburu Demonic Beast dan menolak ikut terlibat di dunia Sihir."


"Dia orang yang aneh."


"Ya, memang tapi dia orang yang baik. Ia beberapa kali menukarkan hasil buruannya disini."


"Hm, jadi begitu."


Lalu Anne mendekati Andros dan mengambil sesuatu di kantong gaunnya. Dan memasangkanya di pergelangan tangan Andros.

__ADS_1


"Oh, apa ini kak?" Tanya andros.


"Ini adalah Hadiah, aku membuatnya sepasang. Lihat, aku mempunyai yang merah dan untukmu yang biru" Anne menunjukkan Gelang di tangannya. "Semoga kita selalu terhubung dengan gelang ini" ia tersenyum penuh makna kepada Andros.


Andros yang tidak begitu tanggap, mengangguk saja dan tersenyum balik, setelah menemani Anne sebentar dan mendapat bayaran, andros dan Cyana pulang ke rumah.


Sementara Anne mengelus gelangnya dengan senyum yang sulit di jelaskan dengan kata-kata.


---


Setelah itu mereka pulang ketika sampai di rumah, Andros kaget karena di depan rumahnya, ada sebuah kereta kuda kerajaan. Terdapat juga beberapa pengawal di sekitar rumah itu, ketika melihat Andros salah satu pengawal masuk dan memberi tahu tentang Andros, setelah pengawal itu kembali ia membolehkan Andros masuk.


"Aku pulang..." Andros masuk di depan pemanas terlihat ayah, ibu dan seorang gadis cantik berambut biru laut dengan seorang wanita paruh baya.


"Ah, itu dia.. Andros kemarilah." Ujar ayah.


Setelah menyapa, gadis bergaun bangsawan berambut biru itu mengenalkan dirinya sebagai putri Elvena. Tidak berlebihan jika ia di nobatkan sebagai Wanita tercantik di kerajaan ini, tidak banyak wanita yang bisa menyainginya.namun Andros langsung tersadar dan berlutut.


Namun Putri Elvena mencegahnya. Lalu menceritakan niatnya untuk mengangkat Andros sebagai pengawal pribadinya.


"Dengan kemampuan seperti itu, kurasa kamu cocok untuk menjadi pengawal ku." Suara merdu Putri Elvena terdengar di telinga semua orang di ruangan itu.


Setelah urusan selesai, Putri Elvena pulang Andros bisa berangkat ke ibu kota 3 hari lagi. Kereta kuda kerajaan akan menjemputnya.


Dengan cepat berita tentang di rekrutnya Andros tersebar di seluruh desa, banyak orang yang mendukung Andros dari kalangan sesepuh desa dan orang tua karena memang andros suka membantu banyak orang sementara ejek ejek dan umpatan keluar dari anak anak muda.


Sementara Bangsawan muda yang Tempo hari hampir di tusuk Cyana kesal, karena tidak bisa membalas Andros.


Ketika hari penjemputan, Andros hendak naik kereta, Cyana ikut serta bersamanya.


"A..ku... i...ku...T, Tu..an An..dros" kata itu keluar dari mulut Cyana.


"Tidak bisa, aku pergi ke sana untuk bekerja" Andros mencegahnya.


"Aku... juga.. bisa... kerja" kata Cyana.

__ADS_1


"Tidak, kamu tidak boleh kerja. Nikmati masa anak anak. Temanilah Andria" ujar Andros.


"Tidak...Tuan..aku..." Cyana masih menggeleng.


"Hei, kau tidak perlu memanggilku tuan, kau sudah kuanggap sebagai adik." Andros berlutut menatap Cyana.


Lalu dengan terbata bata, Cyana mengatakan jika seorang budak yang majikannya telah mati dalam suatu kecelakaan dan budak itu di selamatkan maka penyelamatnya akan menjadi tuan barunya.


"Jadi alasannya itu, kau memanggilku tuan. Dengar, di kerajaan ini perbudakan adalah hal yang ilegal. Jadi kau kubebaskan"


Cyana bergetar bahunya, tidak pernah terlintas dalam mimpinya sekalipun ia akan di merdekakan. Tapi itu tidak membuatnya senang sama sekali. Ia tidak tahu apa yang harus di lakukan nya jika tidak memiliki tuan. Sebenarnya bukan itu yang ia tidak mau. Ia hanya ingin tidak terpisah dari andros.


"Em, begini saja. Aku minta tolong kepadamu, jagalah Andria untukku." Andros mengelus kepala Cyana.


Cyana mengangguk dengan mata berkaca-kaca.


Akhirnya Andros pergi dibawa kereta kuda menjauh dari Desa menuju ibu kota kerajaan Geateria. Andria, Ayah,ibu dan Cyana melihat kereta itu perlahan hilang di blok perbukitan.


---


"Ketua, Makhluk itu akan siap sebentar lagi. Seribu tumbal untuknya sudah terpenuhi." Ucap pemuda bertudung hitam itu.


"Bagus, sekarang kita tinggal menunggu hewan itu selesai mencerna makanannya." Pria bertopeng batu itu tersenyum di balik topengnya.


Sedangkan di luar menara Iblis. Sebuah gua tempat bersemayam seekor Demonic Beast langka berukuran besar sedang tidur mencerna seribu manusia yang baru saja di lahapnya.


Sementara istana sedang gempar karena mata mata yang ada di aliran hitam mengabarkan jika Aliran hitam akan menyerang istana, penyerangan itu dipimpin oleh sekte Menara Iblis.


"Kita harus mengumpulkan seluruh Sekte aliran putih di kerajaan ini, jika tidak kerajaan ini akan runtuh." Ucap perdana menteri.


"Tapi untuk membuat sekte aliran putih lain membantu membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit agar mereka mau mengulurkan tangan." Ucap Mentri yang lain


---


**Dukung terus Battle Cry dengan memberikan like pada setiap chapter dan jangan lupa untuk bagikan ke teman-teman kalian.

__ADS_1


Untuk pemberitahuan, jika Novel saya yang terbaru akan di ikutkan kontes jadi saya mohon dukungan dari pembaca sekalian 🙏**


__ADS_2