BATTLE CRY

BATTLE CRY
Lontara 08: Pertarungan Andros


__ADS_3

Akhirnya Andros dan Qian berdiri dengan jarak 10 meter.


Seorang wasit berdiri di tengah tengah mereka.


"Sebutkan Nama, Umur, asal dan Elemen Sihir kalian." Wasit memberi arahan.


"Qian, 16 tahun, dari Sekte Lembah Alam, sihir Elemen Angin, Air, dan Tanah." Qia menunduk hormat.


"Andros, 15 tahun, dari Desa Danau Biru, Sihir tanpa elemen" Andros menunduk hormat.


Para penonton menjadi riuh, mereka tidak tahu jika ada sihir tanpa elemen, beberapa dari mereka mulai yakin dan memasang taruhan untuk Andros. Sedangkan penduduk asli desa mulai memasang taruhan untuk Qian.


"Hei, pasang untuk bocah bernama Andros itu saja, sihir tanpa elemen itu sepertinya kuat. Aku juga belum pernah mendengarnya."


"Kau gila, memasang taruhan pada sesuatu yang tidak jelas seperti itu. Sama saja kau membeli kucing di dalam karung."


"Sudah jelas Qian itu lebih unggul, ia hanya memiliki tiga elemen pada spirit rootnya, bukankan ia berbakat sebagai ahli sihir?"


Para petaruh langsung berpindah haluan ke kubu Qian, sementara sebagian kecil dari mereka hanya bisa berharap kalau Andros keluar sebagai pemenang.


"Mulai!!"


Pertandingan di mulai Andros memasang kuda-kuda dan mengeluarkan pedang dari sarungnya.


Para penonton menahan nafas melihat itu, mereka yang melakukan taruhan untuk Qian langsung tertawa sementara mereka yang bertaruh untuk Andros menutup wajah mereka dengan kedua tangan. Mereka hanya bisa meratap sedih karena uang mereka ludes untuk pertaruhan ini.


Tuan Putri semakin mengerutkan dahinya. Berduel menggunakan pedang kayu?, Hanya orang gila saja yang melakukan itu. Sebagian penonton langsung mengumpat keras ke arah Andros.


Qian tersenyum penuh kemenangan melihat lawannya begitu bodoh. tidak, ia rasa orang bodohpun tidak seperti itu. Ia mulai memasukkan kedua tangannya ke dalam tanah.


"Earth Magic - Rock Gloves" ketika Qian mencabut tangannya, tangannya langsung di baluti tanah yang mengeras. Tanpa ragu ia maju menyerang.


Melihat lawan menyerang Andros menghela nafas pendek lalu menguatkan kuda kudanya. Ia mengalirkan sedikit tenaga dalam pada pedang kayunya.


"Jurus seratus pedang - Teknik ke-13, Hentakan Pengejut."


Andros dengan mudah menghindar lalu memukulkan gagang pedangnya ke tangan kanan Qian yang menyerangnya.


Sarung tangan itu langsung hancur.


"Bagaimana bisa?"


"Apakah itu benar hanya pedang kayu biasa?"


"Anak ini memiliki kemampuan unik."

__ADS_1


"Inikah kemampuan sihir tanpa elemen."


Para penonton terkejut sementara mereka yang bertaruh pada Andros menghela nafas lega, masih ada kemungkinan Andros untuk menang.


Mereka sama sama bingung bagaimana kayu biasa dapat menghancurkan tanah yang membatu seperti itu. Ada dua kemungkinan yaitu pedang itu merupakan pusaka sihir berbentuk pedang kayu atau sihir tanpa elemen milik andros penyebabnya. Sebenarnya menguatkan senjata seperti itu merupakan hal yang biasa namun yang dapat melakukannya biasanya berada pada tingkat Pro Magician. Dan tidak semua benda dapat menyerap sihir dengan baik.


Namun jika dilihat lebih teliti, itu hanya pedang kayu biasa.


Tuan Putri melebarkan matanya, para juri yang lain juga. Ini pertama kalinya melihat hal seperti ini karena tidak mungkin seorang yang di bawah Cooper Mage membuat sesuatu seperti itu. mereka mulai menduga kalau kemampuan Andros berasal dari Sihir Tanpa Elemen miliknya.


Ketiga bangsawan itu diberitahu dari keturunan mereka jika Andros tidak memiliki energi sihir. Mereka mulai meragukan itu, tidak mudah melakukan apa yang Andros lakukan kecuali Andros memiliki sihir elemen besi yang langka atau elemen tanah tingkat tinggi.


Qian lalu dengan buru buru mengeluarkan sihirnya.


"E-Earth Magic - Earth Wall"


Para penonton juga kagum terhadap Qian karena dapat mengeluarkan sihir tingkat menengah pada tahap Beginner Magician.


Qian mengurung Andros dalam tempurung dari tanah. Tidak hanya satu lapis melainkan tiga lapis. Ia tidak mengira Sihir Rock Gloves kebanggaannya begitu mudah hancur. Ia berkeringat dingin, jantungnya berdetak kencang.


'setidaknya itu akan menahannya sampai waktu habis, tidak mudah bagi tingkat Novice dan Beginner Magician keluar dari kurungan seperti itu.' Qian mulai mendapatkan kepercayaan dirinya lagi.


Sedangkan di dalam kurungan Andros dengan tenang beramsumsi 'Qian ini tidak memiliki pengalaman bertarung yang mumpuni dan dia juga tidak bisa tenang dalam pertempuran yang tidak menguntungkannya.' batin Andros sambil menyarungkan pedangnya dan memasang kuda kuda di dalam tempurung itu. Andros juga menyadari sesuatu, kalau prestasi Qian yang menghancurkan markas perampok itu adalah kebohongan besar.


"Kalau seperti ini." Andros mengeluarkan serangkaian pukulan dan menghancurkan tempurung itu.


Ketika tempurung itu hancur orang orang terperanjat.


"Penguasaan tingkat Pro Magician!"


"Tidak mudah mencapai Pro Magician dengan umur semuda itu."


"Dia, jenius ahli sihir!"


Andros mengepalkan tangannya dengan cepat berlari menuju Qian. Sekali lagi para penonton dan juri melebarkan matanya ketika Andros melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Qian.


Penonton yang bertaruh pada andros mulai bersorak, dengan jumlah perbandingan antara pendukung Qian dan Andros. Jika Andros menang maka uang yang akan mereka bawa pulang bisa menjadi empat sampai enam kali lipat.


'sial, sial, sial' batin Qian.


Dia tidak bisa mengeluarkan sihir lainnya karena Energi Sihirnya tidak cukup setelah mengeluarkan sihir setingkat Eart Wall tiga kali.


Qian menggigit bibirnya lalu mengeluarkan sebuah botol berisi cairan biru dan meminumnya. Seketika energi sihirnya kembali seperti semula.


"Itu Mana Potion"

__ADS_1


"Memangnya boleh menggunakan Potion di dalam duel."


Para pendukung Andros mulai protes, tapi memang peraturan membolehkan peserta menggunakan perlengkapan sihir. Jadi tidak ada larangan mengonsumsi potion yang termasuk perlengkapan sihir tapi, harga potion sangat mahal. Tidak banyak yang bisa membelinya kecuali bangsawan yang memiliki kekayaan melimpah.


"Dengan begini akulah pemenangnya, Water Magic - Liquid Gel!"


Andros sedang berlari ia kurang cepat sebelum cairan langsung keluar dari tanah dan membuat Andros kehilangan keseimbangan.


Andros hampir terjatuh sebelum di hujani sihir lainnya.


"Wind Magic - Air Blast!"


Andros menahan peluru udara itu menggunakan kedua tangannya dan karena tanah yang licin ia terdorong ke tempat hancurnya tempurung tanah tadi.


"Earth Magic - Groundspiltter!"


Tanah mencuat dari Tempat Andros berdiri berusaha mengeluarkannya dari arena sehingga didiskualifikasi.


Andros dengan mudahnya meloncat.


"Tidak semudah itu, Wind Magic - Air Blast!" Sebelum Andros jatuh Qian menembakkan dua bola udara ke arah Andros.


'heh, berakhir sudah.' batin Qian.


Andros menyadari itu dan melakukan gerakan berputar di udara sehingga ia dapat menghindari serangan itu.


Ia mendarat. Para penonton terkagum kagum dibuatnya.


"Akan ku selesaikan ini." Andros berlari dengan cepat ke depan namun sekarang ia menapakkan kaki lebih keras ke tanah agar tidak terpeleset oleh cairan itu. Jejaknya terbuat dan dalam.


Qian menggeretakkan giginya.


"Jangan meremehkan ku!" Qian juga maju namun ia terlebih dahulu menghilangkan cairan di tanah.


Andros tersenyum tipis melihat itu, Qian melancarkan berbagai serangan pukulan.


Andros menghindari semua itu dengan mudah, ia saja dapat menghindari sihir sekelas Air Blast yang cepat. Pukulan Qian sangat lambat dimatanya.


Merasa membuang waktu Andros lalu melakukan gerakan sederhana dan langsung menempatkan pedang kayunya di leher Qian.


Pedang itu berhenti dengan jarak beberapa senti dari leher Qian.


"Kau kalah" kata Andros pelan.


---

__ADS_1


Dukung Battle Cry dengan cara memberikan Like, Komen Dan Share agar semakin banyak yang dapat mengetahui petualangan Andros di Dunia Sihir!


__ADS_2