
Yazel langsung memasuki ruangan itu dan melihat sesuatu yang amat mengerikan, seorang jasad pria yang tidak bernyawa dengan bagian tubuh yang tidak utuh dan tubuh di penuhi lubang. Sudah di pastikan jika racun yang di gunakan wanita ini adalah racun yang mengerikan.
"Pria ini kuat sekali, ia bisa bertahan sangat lama sampai aku sendiri jadi gila karenanya." Wanita itu menyentuh bibirnya sendiri dan tersenyum girang.
"Kau mendapatkannya?"
"Ya, dia terkena racun Meridian dan kendali atas syarafnya menghilang dan ia terus menyebut nama seseorang bernama Fei, huh...padahal sedang bersenang-senang denganku tapi ia malah menyebut wanita lain." Dengusnya lalu Wanita itu mendekati jasad itu dan mencabut sesuatu yang terletak di antara kaki pemuda itu lalu memakannya.
Bahkan Yazel yang terbiasa dengan pembunuhanpun sendiri merasa jijik dengan hal yang dilakukan wanita ini, tapi wanita itu memberitahunya jika ada seorang penyusup di Menara iblis yang bekerja sama dengan pria ini.
"Bisa beritahu aku ciri-cirinya." Yazel membalikkan badan untuk segera meninggalkan tempat busuk itu.
"Wanita muda yang memiliki tato kembang di belakang lehernya." Wanita ini memiliki sihir yang dapat membuat seseorang terpikat padanya sehingga dapat mengkoreksi informasi namun dalam kasus pria ini, ia pun sampai kesulitan karena hati pria ini sudah milik wanita lain.
"Baik." Yazel meninggalkan tempat itu Tanpa menoleh ke belakang.
Sementara di sebuah rumah didalam sekte menara iblis, seorang wanita muda dengan resah menunggu kedatangan seseorang. Ada kemungkinan jika Suaminya itu telah ketahuan namun ia menolak untuk percaya.
Ia dan suaminya tinggal terpisah karena mereka adalah mata mata aliran putih, suaminya sekarang sedang berada di desa kabut hantu dan berlatih di sana. Namun biasanya mereka akan bertemu sekali seminggu di rumah kecil ini.
Wanita itu menunggu hingga ada seseorang yang mengetuk pintunya, dengan cepat ia membukanya namun yang mengetuk bukanlah suaminya namun seorang pria dengan wajah yang sangat Rupawan. Jika saja ia tidak teringat akan suaminya ia pasti sudah tergoda.
"Anda yang bernama Fei?" Tanya Pria itu.
Wanita itu segera mengendalikan diri dan waspada namun karena ia sedang berada di wilayah musuh maka ia harus bersikap seperti biasa.
"Anda mencari saya?"
__ADS_1
Pria itu lalu tiba-tiba mendorong wanita itu ke dalam rumah Dan menotok lehernya lalu membuka bagian belakang baju wanita itu dan benar saja, terdapat tato kembang di belakang lehernya.
Wanita itu hanya membelalakkan mata karena tidak sempat bereaksi.
"Jadi kamu adalah mata mata, ya?" Pria itu berdiri lalu mengenakan topeng batu yang ia sering gunakan.
Wanita itu mengumpat dalam hati, ternyata pria di hadapannya ini adalah Ketua sekte menara iblis. Tidak banyak yang pernah melihat wajah sebenarnya dari Yazel karena topeng yang selalu ia gunakan namun ada rumor yang beredar jika Yazel memiliki ketampanan yang luar biasa. Dan ternyata rumor itu benar adanya.
Yazel bersandar di dinding, ia melipat tangannya lalu berbicara.
"Dengar, kami telah menangkap suamimu. Jika kau ingin bertemu dengannya. Aku punya penawaran untukmu"
---
"Jadi... ini Sekte Lembah Alam."
Mereka bertujuh turun dari kereta kuda lalu mendekati seorang penjaga di gerbangnya, Andria mengeluarkan sebuah medali pengenal yang menunjukkan bahwa ia sebagai murid inti salah satu tetua sedangkan yang lain menunjukkan sebuah lembaran yang menandakan jika mereka akan mengikuti ujian masuk Sekte Lembah Alam.
Lembah alam merupakan sekte yang membuka ujian masuk bagi siapa saja yang ingin bergabung dengan syarat masih di bawah usia lima belas tahun serta masih dalam tahap Novice Magician.
Mereka di izinkan masuk di dalam gerbang mereka di sambut pemandangan yang sedikit janggal dari pada sekte Lembah Alam ini terlihat seperti sebuah kota. lalu di dekat jalan bercabang terlihat sebuah kereta kuda terparkir di badan jalan dengan seorang pemuda gendut sedang berdiri di dekatnya..
Pemuda itu menyadari kehadiran rombongan Andria lalu melambaikan tangannya. Sedangkan Andria hanya mendecih kesal kepada pemuda itu.
"Senang bertemu denganmu, saudari Andria." Pemuda itu memasang senyum terlebar yang ia bisa namun di tanggapi dingin oleh Andria.
Lalu pemuda itu mempersilahkan Andria untuk naik ke kereta pertama dan mengarahkan keenam orang lain ke kerata kedua..
__ADS_1
"Kereta ini akan membawa kalian ke arena ujian, kami akan menemui kakekku terlebih dahulu sebelum kesana" ucap pemuda itu berlagak sopan dan mengisyaratkan kepada sang kusir untuk mengantar rombongan itu, padahal di dalam hati ia tidak Sudi bersikap seperti ini pada orang seperti mereka. Andria yang seolah sudah tau isi hati pemuda itu hanya menjaga jarak dan menghela nafas dari waktu ke waktu.
Andria pergi dengan pemuda gendut itu sedangkan teman temannya menaiki kereta kuda yang lain menuju arena ujian. Di jalan banyak orang beraktivitas layaknya di desa.
Peraturan di lembah alam memang membolehkan para keturunan anggotanya untuk memilih menjadi Magician atau tidak, mereka yang tidak menjadi Magician akan di pekerjakan untuk mengurus hal lain yang terkait dengan kebutuhan sekte seperti menyiapkan kebutuhan para murid yang menjadi Magician Atau yang lain.
"Sial, disini banyak gadis cantik" Dag dan Ling terlihat antusias sambil melihat ke luar kereta. Terlihat beberapa gadis yang memakai pakaian seragam berlari dengan tawa.
Sementara kara sedang sibuk dengan pikirannya sendiri ia baru saja terpikir untuk mencoba menghubungi Lily dengan surat. Isabel dan roland berbincang tentang penampilan Isabella yang terakhir kemarin.
Roland menunjukkan gurat kecewa di wajahnya sedangkan Isabel hanya tersenyum kecut dan tidak terlalu banyak menanggapi.
Lalu mereka sampai di komplek gedung yang di kelilingi pagar tinggi.
"Kita sudah sampai, kalau begitu saya undur diri." Setelah mereka semua turun kusir itu langsung pergi.
---
Andria hanya diam di kereta kuda itu sedangkan Zang dengan Antusias menceritakan berbagai hal, Zang diberikan tugas untuk mengambil hati Andria karena kakeknya ingin memiliki menantu yang berbakat hingga tidak akan mempermalukan garis keturunannya lagi pula Zang cukup tertarik untuk itu, karena paras Andria itu cukup menarik baginya.
Andria adalah anak yang cukup cerdas untuk mengetahui hal itu dan menjaga jarak, ia sama sekali tidak berniat menjadi pasangan Zang karena tindakan yang ia lakukan terhadap Andros dahulu.
Setelah beberapa saat mereka tiba di sebuah komplek perumahan yang terlihat megah, ini merupakan Villa yang di peruntukkan bagi murid inti dari Tetua Guo.
Masing masing tetua memiliki villa khusus bagi para murid muridnya, berbeda dengan para murid luar maupun murid dalam yang di tempatkan di komplek perumahan sederhana yang telah di sediakan.
Andria memasuki villa itu dan mendapati banyak murid yang berkeliaran di dalamnya, mungkin sekitar empat puluh orang.
__ADS_1
Mereka berdua melewati para murid itu dan memasuki sebuah gedung yang terpisah dengan villa itu.