BATTLE CRY

BATTLE CRY
Lontara 30: Para Anak Muda


__ADS_3

Andria sedang berdiri di dekat danau dengan berkonsentrasi penuh, ia mencoba mengingat isi Grimoire miliknya dan mempraktekkan sihir yang ada di dalamnya. Grimoire milik Andria hanya berisi sihir air tingkat rendah sampai menengah yang biasa digunakan orang pada umumnya. Untuk Grimoire tingkat tinggi, memiliki harga yang sangat mahal dan persediaannya juga terbatas, hingga Kedua Orang tuanya tidak mampu membelikan Grimoire yang berkualitas tinggi.


Meski begitu di tangan Jenius sihir seperti Andria, sihir air tingkat rendah saja sudah cukup kuat.


"Water Magic - Blue Shark Bite!" Sesuatu muncul dari danau, seekor Hiu dengan tubuh terbuat dari air melompat ke udara.


Ia mengelap keringatnya, meskipun ia sudah bisa mengeluarkan sihir tingkat menengah secara terus menerus ia hanya dapat mengeluarkan sihir setingkat 'Blue Shark Bite' lima kali berturut-turut sebelum seluruh Mana miliknya Habis.


Sementara tidak jauh dari Andria, Cyana sedang berlatih menggunakan boneka kayu yang di buatkan ayah untuknya. Boneka kayu seukuran pria dewasa itu penuh dengan bekas sayatan dan Tusukan Belati.


Cyana di berikan tanggung jawab untuk menjaga Andria, untuk itu ia tidak boleh kehilangan kelincahan miliknya. Meski memiliki energi sihir di dalam tubuhnya Cyana tidak tertarik untuk belajar sihir. Ia lebih memilih terus mengasah kemampuan Bertarung miliknya.


Dengan gesit ia berlari dan melompat melalui rintangan alami yang terbentuk dari bebatuan dan kayu pohon, ia dengan mudah berpindah dari satu dahan ke dahan lain lalu menusukkan Belatinya tepat di kepala Boneka itu hingga pecah menjadi dua.


"Ah, sepertinya kita harus meminta ayah memperbaikinya" ucap Andria yang datang dari arah danau sembari membersihkan keringat di dahinya.


"Sepertinya begitu, Apakah Tuan ayah keberatan dengan ini?" Cyana melihat boneka kayu yang menjadi lawannya itu lalu mengelusnya.


"Tentu saja, Ayah akan memperbaiki Kak Andros." Ucap Andria sambil mengeluarkan sebuah tendangan ke perut boneka itu.


"Ya, saya harap juga begitu." Cyana memegang boneka kayu bernama "kak andos" itu dan menggoyangkan tangan boneka itu. Jika Andros mengetahui Boneka kayu jelek itu di beri nama sama dengan namanya lalu di tusuk dan di hajar seperti itu ia pasti akan menjewer telinga adiknya itu. Dengan keras.


Dalam beberapa hari Andria akan menuju sekte lembah alam. Umurnya sudah tepat sepuluh tahun dan ia akan mulai berguru di sana sebagai murid langsung Kakek Guo atau lebih tepatnya Tetua Guo.


Dalam peraturan yang dibuat oleh sekte, Anak-anak yang berusia dibawah sepuluh tahun tidak di izinkan memulai latihannya kecuali para keturunan dari anggota sekte yang dapat memulai sejak tujuh tahun. Itu karena asupan gizi yang di berikan lebih baik dari mereka yang berasal dari luar sekte sehingga tubuh mereka lebih kuat untuk menerima latihan sejak dini.


Lalu murid murid yang ada di dalam sekte di bagi menjadi beberapa jenis, yang pertama adalah murid luar. Murid luar adalah mereka yang datang dari luar sekte maupun keturunan para anggota sekte yang memulai latihan dan di berikan sebuah Grimoire dan sumber daya dan di beri jangka waktu untuk mencapai tingkat tertentu. Jika berhasil mereka akan di promosikan menjadi Murid dalam dan mendapatkan Grimoire baru yang berisi Sihir baru dan lebih kuat dari Grimoire yang pertama serta sumber daya untuk meningkatkan kemampuan mereka sedangkan mereka gagal mencapai tingkat yang di tentukan maka akan menjadi Murid Luar selamanya.

__ADS_1


Para Murid Dalam pun akan di beri tenggat waktu jika mereka berhasil mencapai tingkatan yang di minta maka mereka akan menjadi Murid Inti dan akan belajar langsung di bawah para tetua Lembah Alam. Namun tidak semua murid dapat melalui ujian ini, semakin tinggi semakin sedikit yang dapat mencapainya karena di butuhkan bakat.


Berbeda dari mereka yang lahir sebagai orang luar maupun anggota sekte biasa mereka yang terlahir sebagai anak tetua maupun ketua sekte akan langsung menjadi Murid Inti.


Sementara Andria akan langsung menjadi Murid Inti karena permintaan langsung dari Kakek Guo yang merupakan salah satu tetua tinggi di Sekte Lembah Alam.


Setelah latihan Andria pergi pusat desa untuk membeli beberapa kebutuhannya untuk di sekte nanti.


Sedangkan Cyana, ia akan ikut Andria ke Sekte Lembah Alam dan akan menjadi Murid luar. Ia ikut agar dapat melindungi Andria setiap waktu seperti apa yang di amanahkan kepadanya.


---


Kara, sebuah nama yang cukup terkenal di Desa Danau Biru.


kara dikenal karena keluguan dan kenaifannya, lelaki berambut bergelombang berwajah bulat, telinga lebar dan mata sipit itu terkenal ceritanya di kalangan rakyat desa danau biru.


Namun meskipun wajahnya begitu, ia juga di kenal sebagai orang paling dermawan di desa karena senyumnya, selalu menunjukkan senyum kepada siapa saja, bahkan kepada seekor kambing di desa. Ia tidak terlalu berbakat dan biasa saja dalam ilmu sihir.


Cukup soal fisiknya karena tidak baik menilai seseorang dari penampilannya.


Dahulu ia tak ubahnya bocah ingusan biasa dari Desa, memetik buah hutan, berlari di Padang, berenang di sungai, bermain sihir dan suka menyangkutkan baju kepala desa yang sedang dijemur ke atas pohon kelapa kuning yang tingginya 50 meter.


Ia selalu bingung dan geram dengan dua teman dekatnya itu, Dag dan Ling


Mereka berdua membuat Kara geram karena senang sekali bermain dengan kata yang begitu asing, begitu terpencil dan begitu jauh dari Kara yaitu Cinta.


Ya, cinta. kara sering kali memarahi kedua temannya karena hal itu.

__ADS_1


"Ah, pusing aku mendengar celotehan kalian ini. Jika aku sudah besar, aku akan ke istana dan mengajukan permohonan agar orang yang bermain cinta di jebloskan ke dalam penjara." Ujar Kara suatu hari.


Ia tidak habis pikir dengan kedua Sahabatnya ini. Dag saja pernah bilang suka sama, Arel, Linda, Chol, Yin, Samantha, Iota, Sakuya, Brenda, Timmy, tearina, Yue, Xuehua, Rin, abigael, Gabi, Rena, Rossa, Rissa, Lucy dan Remi.


Dan ,Arel, Linda, Chol, Yin, Samantha, Iota, Sakuya, Brenda, Timmy, tearina, Yue, Xuehua, Rin, abigael, Gabi, Rena, Rossa, Rissa, Lucy dan Remi. Mereka semua jika di tanya bagaimana perasaan mereka pada Dag Jawaban mereka sama. Hanya satu kata yang jelas, solid dan padat yaitu Benci!!


Sedangkan Ling. Untuk ukuran pemuda ia cukup tampan dan tidak sedikit anak perempuan yang mencoba mendekatinya. ia merahasiakan wanita yang ia suka dengan sangat rapi. Namun dapat terendus oleh hidung kara, ia suka pada istri pemilik salah satu restoran ternama di desa. Jika sudah melamun air liurnya menetes macam anjing rabies, Bukan main jengkelnya kara di buatnya. Jika Kara mengadukan itu ke suami si istri tadi, sudah pasti kepala sahabatnya itu akan jadi sup yang dipadukan dengan kura kura setengah matang.


Ia berkali kali mengingatkan kawan kawannya untuk sadar.


"Sadarlah, kalian sekarang jadi aneh. Kalian bertindak tidak menggunakan akal sehat." Ketus Kara.


Namun siapakah yang dapat menyadarkan jika seseorang sudah di mabuk asmara?. Yang dikatakan bisa membuat api terasa seperti air dan air laksana api.


"Ini adalah Cinta" ujar Dag


"Ini hasrat dari asmara" ucap Ling


Ia tidak suka dengan itu, kata itu begitu dewasa di telinganya begitu jauh dari anak anak.


Sampai suatu hari, ia pergi dengan kedua temannya ke danau untuk memancing, sangat serius dia memperhatikan pelampungnya ketika sebuah batu masuk ke air di samping pelampungnya. Ia hendak protes tapi nafasnya tertahan melihat sekelompok gadis berlari menjauh dan menertawakan kara.


Matanya melebar melihat wajah salah satu gadis itu, kulit wajah yang putih, lesung pipi yang dalam, mata bak Cahaya dari bintang kejora di awal senja. ia lihat gadis itu tertawa jahil kepadanya.


Seolah Padang bunga yang luas tumbuh begitu saja di kelopak matanya, apa yang ia rasakan ini?, Entahlah, pikirannya terlalu sederhana untuk mengetahui itu.


---

__ADS_1


Sampai jumpa di chapter selanjutnya


__ADS_2