
Lalu Weiss terlihat berpikir, ia mengelus dagunya lalu berkata."kita akan menyeimbangkan latihanmu, jika menunggu sampai kamu membentuk tulang naga emas maka akan memakan waktu."
"Jadi, kita akan lanjutkan ke tahap ke dua yaitu pengubahan otot...."
Pada dasarnya tubuh manusia memiliki Otot yang disebut otot putih dan jika seseorang melakukan latihan fisik secara keras dan rutin maka otot itu akan berubah menjadi otot merah, jika seseorang memiliki otot merah maka tenaga fisiknya akan meningkat beberapa kali lipat.
Namun manusia hanya dapat mengubah dua puluh persen otot putih menjadi otot merah itupun membutuhkan latihan super berat selama puluhan tahun.
Sedangkan kitab bintang Naga memiliki cara untuk mengubah seluruh otot putih menjadi otot merah Dengan menggunakan sumber daya, hanya saja sumber daya yang di butuhkan memerlukan sumber daya berkualitas tinggi.
"Kau coba pahami cara pengubahan otot itu dengan baik, guru akan mencarikan sumber daya untuk latihanmu"
"Murid mengerti guru"
Lalu Weiss pergi ke hutan sedangkan Andros merasa tubuhnya menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Andros mendekati sebuah batu besar lalu menguji coba pukulannya.
Batu besar itu langsung memiliki retakan besar, Andros tidak mengeluarkan tenaga dalam namun ini setara dengan mengeluarkan seluruh tenaga dalam miliknya pada saat latihan bersama ayahnya dulu.
Hanya tenaga fisik dapat membuat kerusakan seperti ini, ia tidak bisa membayangkan jika berhasil mencapai tulang naga langit tenaga fisiknya akan seperti apa.
Andros melihat kepalanya yang kini mengeluarkan darah, inilah sebabnya otot merah itu penting, untuk menjaga agar tidak terluka setelah mengeluarkan tenaga fisik yang besar. Tenaga fisik yang di keluarkan oleh kualitas tulang yang tinggi akan melukai organ dalam serta otot.
Bahkan konon otot merah tidak bisa di tembus oleh senjata tajam biasa, Selain lebih kuat otot merah juga memiliki kemampuan regenerasi yang lebih baik sehingga dapat memulihkan luka lebih cepat.
Andros lalu membalut lukanya dan memulai meditasi untuk melakukan perubahan otot.
---
Sudah tiga bulan Vena dan Andros tinggal bersama seperti ini, perpustakaan itu telah Vena bersihkan dan jasad dari Arian telah di makamkan dengan layak oleh Andros. Perpustakaan itu kini terlihat bersih dan antik. Andros dan Vena akan tidur di kamar Arias bila malam.
Vena seperti sudah melupakan bahwa ia seorang Magician. Vena menjalani hari-harinya dengan pekerjaan rumah serta kebun di halamannya. Kini ia terlihat anggun dengan gaun yang di jahit Andros untuknya. Gaun itu terbuat dari kulit Demonic Beast pemberian Andros, awalnya Vena sangat terkejut karena pemuda itu ternyata juga bisa menjahit. Vena berpikir jika pemuda itu memiliki sikap dan keahlian keibuan dari pada dirinya.
Meski gaun itu terlihat sederhana, tetap terlihat bagus ketika Vena memakainya. Sekarang Vena memiliki kebiasaan baru, yaitu menunggu kepulangan Andros bersama Rin di pondokan dekat danau.
__ADS_1
"Saat menunggu kepulangannya, suara riak air pun terdengar menyenangkan" gumamnya sambil tersenyum sementara Rin sedang tidur di pangkuan Vena.
---
Beberapa bulan lainnya telah terlewati, Andros menghabiskan waktunya untuk mengubah otot putih menjadi otot merah dan baru berhasil mengubah tujuh persen dari keseluruhan otot miliknya.
"Andros, mari ikut aku. Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu."
"Siapa itu guru?" Andros baru saja menyelesaikan latihannya sebelum gurunya berubah menjadi wujud White Sage deer dan mengisyaratkan Andros untuk naik ke punggungnya.
Andros naik ke punggung rusa yang besar dan gagah itu lalu keempat kaki Weiss mengeluarkan kobaran api putih, Weiss berlari dan perlahan tubuhnya terangkat. Dengan kecepatan tinggi Weiss berlari di udara meninggalkan danau itu.
Andros berpegangan dengan erat, ia bahkan tidak bisa leluasa mengambil nafas karena kecepatan Weiss.
Meski hanya dapat melihat secara samar, Tidak di sangka Andros dimenasi ternyata sangat luas, Andros bisa melihat banyaknya gunung serta hutan yang tersebar luas.
Lalu mereka berhenti di sebuah lembah yang di kelilingi tiga gunung dengan dua gunung memiliki ukuran raksasa dan tingginya hingga menjulang melebihi awan. Sementara gunung yang di tengah memiliki ukuran seperti gunung besar pada umumnya.
Meski masih dalam bentuk White Sage Deer, Weiss menunduk hormat ke arah gunung yang di tengah. Andros yang tidak begitu mengerti hanya mengikuti Weiss.
"Hormat pada senior, Saya membawa pemuda yang saya bicarakan beberapa hari lalu." Ucap Weiss lantang.
Andros hanya melirik sekitar, ia tidak melihat satu makhluk pun di sekitar sini lalu Andros merasa tanah bergetar, lama kelamaan getaran itu makin kuat hingga seperti guncangan gempa bumi.
Andros melihat sekitar dan melihat hal yang luar biasa, gunung yang terletak diantara kedua gunung lain bergerak. Gunung itu ternyata bukanlah sebuah gunung melainkan seekor Naga Raksasa!!
Kepala naga itu menjulang tinggi serta keempat kaki kokohnya menapak tanah hingga menimbulkan getaran lalu ia melebarkan kedua sayapnya. Lalu rantai besar yang melintang itu menegang seperti di tarik.
Rantai itu terpaut di leher Naga itu serta tubuhnya, kedua gunung raksasa itu sebagai pasak bagi rantai besar itu, untuk menjaga agar makhluk itu tetap berada di sana.
Naga itu mendekatkan kepalanya ke arah Weiss dan Andros. Naga itu menghembuskan nafas lalu terdengar suara yang sangat berwibawa menyapa Weiss.
"Oh, kau datang Weiss, angkat kepalamu, sudah kubilang jangan perlakukan aku seperti itu" Naga itu berbicara.
__ADS_1
"Maaf senior, ini hanyalah sebagai rasa hormat." Weiss mengangkat kepalanya sementara Andros sampai terduduk melihat Naga itu.
Andros mengira para Naga hanya ada di dalam dongeng belaka namun ia melihat dengan mata kepalanya sendiri sekarang Bahwa Naga benar benar nyata.
"Saya membawa pemuda sekaligus murid saya ini" Weiss menatap Andros.
Andros yang langsung mengendalikan diri berdiri lalu membungkuk hormat pada Naga itu.
"Saya Andros. Senior Naga" Andros memperkenalkan diri.
"Angkat kepalamu anak muda. Tidak usah terlalu formal, Panggil saja aku Ron"
"Baiklah senior Ron" Andros sekali lagi membungkukkan badannya.
Lalu Weiss menceritakan tentang kejadian yang membawa Andros kemari. Lalu Weiss mengatakan jika Ron adalah penghuni pertama dari 'Paradise Lost Realm' ini sekaligus penguasa dimensi ini namun Ron langsung menyangkalnya
"Aku bukanlah penguasa dimensi ini, tepatnya aku merupakan tahanan di dimensi ini." Ron menatap gunung serta rantai yang mengikatnya disini.
"Hm, nampaknya kau mempelajari ilmuku dengan baik." Lanjut Ron. Ia bisa melihat pancaran kekuatan dari tubuh andros.
"Senior Ron, adalah pembuat kitab bintang Naga yang kau pelajari sekarang. Jadi secara tidak langsung kamu adalah muridnya" timpal Weiss.
"Guru!" Andros langsung berlutut hormat. Ron menyuruh Andros untuk bangkit.
"Kau memiliki hawa yang berbeda dari pemuda yang berhasil menghabisi seluruh pendekar itu" Ron masih ingat pemuda yang berambisi memusnahkan pendekar itu, ketika Ron melihat pemuda itu matanya benar-benar menunjukkan sebuah dendam yang begitu dalam.
"Maksud anda Senior Arias." Andros kembali memikirkan kisah tragis itu. Jika ia tidak melihat keajaiban dunia ini beserta ilmu ilmu yang di temukan nya Andros ragu jika kisah itu adalah kisah nyata.
"Ya, mata pemuda itu memiliki dendam yang luar biasa dalam. Ia menemukan kitab yang kubuat itu di dunianya dan menemukan dimensi ini lalu berhasil mempelajarinya di bawah bimbingan ayah dari Weiss."
Ayah Weiss adalah guru dari Arias sedangkan ketika itu Weiss masih kecil. Arias memberi tahu jika kekuatan adalah sumber dari kekacauan di dunia, karena itulah ia bertekad untuk menghilangkan kekuatan agar tercipta dunia yang damai.
Dengan kekuatannya Arias berhasil menghapuskan kekuatan ilmu tenaga dalam di benua tengah, tapi pencarian akan kekuatan belumlah berakhir. Manusia kembali menemukan sumber kekuatan lainnya yang bernama Energi Sihir dan memulai perang antara mereka sendiri.
__ADS_1