BATTLE CRY

BATTLE CRY
Lontara 52: Sleepy Death Forest


__ADS_3

Andros hanya melihat angkasa dan menghirup nafas lalu mengeluarkannya, ia berpikir jika menceritakan masalah ini kepada Vena adalah hal yang benar. Ia juga tidak mungkin menghadapi masalah sebesar ini sendirian.


"Sebenarnya, ada sesuatu yang mengintai benua tengah sekarang ini" Andros mengatakan itu sambil melempar batu ke angkasa, batu itu melesat cepat sekali sampai tidak terlihat lagi.


"Maksudmu?" Vena menatap Andros dengan tanda tanya.


Andros menjelaskan jika dia dan Weiss pernah mengunjungi suatu lokasi di 'Paradise lost realm ini. Tempat itu dihuni salah satu Magic Beast yang sekuat Weiss.


Di sana mereka bertemu, Uhr. Spirit Beast berwujud burung hantu suci yang dapat meramalkan masa depan. Awalnya Weiss mengajak Andros kesana untuk berlatih namun Uhr memberi tahu jika benua tengah sedang diambang kehancuran.


Sebuah kekuatan yang tertidur telah bangkit dan akan membuat kekacauan di dalamnya. Uhr mengatakan jika kekacauan ini dapat dihentikan jika seseorang menemukan kekuatan itu dan menghancurkannya.


Vena mengerutkan dahinya mendengar hal itu.


 


Raiden dan Scar mengendarai kuda mereka menyusuri pinggiran hutan, suara burung terdengar jelas dari luar lokasi, ini lokasi paling timur Geateria Kingdom.


Tepatnya di pinggir Sleepy Death Forest, hutan luas ini menjadi batas antara Geateria Kingdom dan Easter Kingdom. Wilayah ini termasuk daerah berbahaya, itu pula yang menyebabkan tidak adanya desa di sekitar sini.


Seperti namanya hutan ini berbahaya karena hutan ini membuat orang yang memasukinya tidak bisa keluar hidup hidup. Belum lagi dengan kehadiran Magic Beast serta makhluk lain di dalam hutan ini.


Bahkan seorang Mage dapat terbunuh dengan mudah di dalam hutan ini tapi Raiden dan Scar merupakan Three Star Wizard. Tidak banyak sesuatu yang dapat membahayakan mereka.


"Hutan ini memiliki Medan sihir khusus, mataku tidak bisa melihat ke dalamnya"


Raiden menutup kembali matanya. Lengan bajunya berkibar di tiup angin, sementara Senjata apinya terpaut di pinggangnya serta rambut panjangnya yang diikat ikut berkibar.


"Jadi, apa yang akan kita lakukan?" Scar menyusul di belakangnya dengan pedang lebar di punggungnya.


Rokok tebalnya masih tersemat dibibir sesekali ia hembuskan asap dari sudut bibirnya.


"Untuk menghadapi Bayangan Putih, kita perlu bantuan sebanyak banyaknya. Ayo!"


Raiden memacu kudanya menjauh dari hutan itu disusul Scar. Mereka memacu kudanya ke arah berlawanan dengan hutan. Untuk mencari desa terdekat untuk mencari informasi, dia tidak bisa masuk begitu saja ke dalam hutan itu karena jika mereka terjebak sesuatu maka mereka akan jadi sasaran empuk mengingat Bayangan Putih mengetahui dirinya sedang diincar.


Mereka terus berkuda hingga, Matahari mulai terbenam dan Sebuah desa telah terlihat. Hujan mulai turun rintik-rintik dan mereka memasuki desa hanya ada dua penjaga di gerbang desa.

__ADS_1


Penjaga desa itu bukanlah Magician dan membawa sebilah pedang di pinggang mereka. Mereka menghentikan kuda Raiden dan Scar, mereka menjadi waspada melihat pedang lebar di punggung Scar.


"Tuan-tuan sekalian ada urusan di desa kami?" Tanya salah satu penjaga.


"Kami pengelana, butuh tempat beristirahat. Kalian punya penginapan disini?" Raiden yang meladeni keduanya.


"Ya, tapi biaya masuk adalah tiga perunggu tuan"


Dilihat dari penampilan, kedua penjaga ini merupakan pemuda desa. Dilihat dari perlakuan keduanya warga desa ini sepertinya terlihat ramah.


Raiden mengambil sesuatu dari balik jubahnya dan melemparkan sekeping emas ke mereka. Para pemuda itu menerima emas itu dengan bergetar.


"Maaf tuan, kami tidak memiliki uang untuk kembaliannya. Jadi tuan sekalian tidak perlu membayar untuk masuk" salah satu pemuda hendak memberikan emas itu kembali meski dengan tangan bergetar.


Raiden hanya tersenyum lalu melempar dua keping emas lagi untuk mereka.


"Tidak usah, dua keping emas ini untuk kalian. Terima kasih"


Raiden dan Scar memasuki desa itu, sedang dua pemuda penjaga itu menatap mereka sambil berterima kasih berkali kali.


"Ini penginapan Terbaik di desa ini tuan, memiliki hidangan terbaik di Desa ini"


"Terima kasih, ini imbalanmu" sekali lagi Raiden memberikan koin emas pada bocah itu.


Bocah itu sampai menangis menerima koin itu, nilai sebuah emas bisa menjamin kehidupannya sampai satu tahun penuh.


"Kau ini, kalau kau memiliki banyak uang seharusnya kau belikan arak yang sedikit bagus dari arak murah milikmu itu"


"Aku lebih suka arak ini dari pada arak yang lain."


Scar hanya menghela nafas, lalu menatap sekitarnya. Gedung penginapan ini menyatu dengan sebuah bar yang memiliki banyak pelanggan


Kedatangan keduanya menarik perhatian banyak orang, terutama Sky Fission Great Sword' milik Scar. Setelah diarahkan ke sebuah meja mereka memesan beberapa hidangan dan dua guci arak.


"Dan Aku pesan Rokok Kuda terbang, Beri sebanyak yang kalian miliki"


Pelayanan itu hanya mengangguk lalu pergi.

__ADS_1


"Jadi, siapa yang sedang kita cari ini?" Scar menghembuskan asap rokoknya.


Meski mengikuti Raiden, scar sendiri tidak mengetahui banyak tentang rencana ini. Yang ia tahu bayangan putih ini akan mengancam dunia sihir.


Sebenarnya ia juga seperti Raiden. Diselamatkan oleh si bayangan putih, masih ingat ia ketika putus asa setelah kepergian Elisa.


Para Demonic Beast telah menemukan keberadaannya sedangkan ia sudah tidak punya tenaga lagi untuk bertarung. Tepat ketika ia memilih menyerah dan mati saat itu juga, waktu tiba-tiba terhenti.


Ia bingung apa yang terjadi karena semua benda berhenti bergerak seolah hanya dirinya yang masih bergerak.


Namun sebuah bayangan putih muncul di hadapannya, semakin lama bentuknya semakin jelas dan menunjukkan sosok manusia berjubah putih dan seluruh wajahnya di tutupi jubahnya.


Orang itu hanya menyebutkan satu kalimat saja.


"Kau menginginkan kekuatan?.. Maka ambillah"


Tangan pria itu bercahaya sebelum Scar menyambut cahaya itu dan pingsan. Ketika terbangun ia dapati dirinya sedang berada di lautan mayat Demonic Beast.


Setelah itu kepala Scar terasa sakit dan ia memiliki Catatan Heaven Sword Grimoire di dalam ingatannya serta teknik menunda penuaan sel pada tubuhnya sehingga meski sudah berusia sembilan puluh tahunan tubuhnya terlihat seperti orang tua berumur empat puluh tahun.


"Orang ini adalah salah satu buronan terkenal di Kerajaan Easter. Kabar terakhir ia terlihat memasuki Sleepy Death Forest bersama istrinya." Jelas Raiden.


"Huh, sepertinya kelompok pemburu ini berisi sekumpulan pembawa masalah"


"Kau juga termasuk pembawa masalah kan?" Raiden tertawa kecil.


Lalu terdengar suara rintik hujan dari luar. Makanan mereka pun segera datang, dan dua guci arak tersaji. Raiden meminta pelayan mengisi penuh kendi araknya sebelum ikut menikmati makanan yang ada di meja.


"Kau ini, setidaknya berhentilah merokok ketika makan" Raiden mengerutkan kening melihat Scar yang tidak meletakkan rokoknya meski sedang makan.


"Berisik, dasar tukang merem"


Mereka menikmati hidangan itu, para pengunjung lain juga terlihat ramah dan bersahabat. Mereka mengajak Raiden dan Scar bergabung.


"Hoy, Paman dengan pedang besar kemarilah, ikut minum bersama kami.. hik... hik" seorang pemuda tengah mabuk mengajak Scar, wajahnya terlihat merah karena arak.


"Kalian saja, aku tidak berencana mabuk malam ini anak muda"

__ADS_1


__ADS_2