
"Cyana, dengarkan aku.... kau seharusnya tidak menghunuskan senjatamu pada orang lain." Andros berlutut dan memegang pundak cyana.
Cyana hanya diam mendengar penjelasan Andros.
Lalu Andros menghela nafas pelan, tidak seharusnya hal seperti ini terjadi.
"Baiklah, akan ku belikan kamu beberapa helai baju." Andros berdiri lalu mereka kembali menyusuri bazar.
Keesokannya Andros memakai perlengkapan tempurnya, Snowflake katana terpasang rapi di punggungnya. Ia hendak berburu beberapa Magic Beast.
Di halaman Andria sedang berlatih sihir dengan Grimoire atau buku mantranya.
Ketika hendak berangkat, Andros terkejut melihat Cyana yang sudah memakai baju Andros yang sudah kekecilan untuknya. Dan tidak lupa dengan belati barunya di pinggang. Cyana merasa tidak nyaman memakai rok, ia lebih suka memakai celana dan baju laki laki.
"Kau mau ikut aku?"
Cyana mengangguk. Andros berusaha membujuk Cyana agar tidak ikut namun gadis itu keras kepala.
"Ya, sudah kau boleh ikut tapi jangan jauh jauh denganku"
Padahal Andros ingin berburu Beruang hari ini, karena Cyana ikut maka ia mungkin hanya berburu kelinci saja.
Andros memasuki daerah hutan. Di bagian terdalam hutan ini, lebih dalam dari mountain of Waterstone. Ada daerah yang memiliki berbagai jenis Demonic dan Spirit Beast, yaitu daerah yang bernama Thousand Magic Beast Nest.
Di daerah itu tinggallah berbagai macam Magic Beast, mulai dari Demonic Beast sampai Spirit Beast. Mulai dari yang jinak sampai ganas. Mulai dari yang lemah sampai yang kuat, mereka tersebar di daerah luas itu.
Andros dan Cyana memasuki daerah itu, karena Andros sering berlatih dengan berburu Demonic Beast bersama ayahnya. Jadi ia hafal lokasi yang di hidupi Demonic Beast yang tidak berbahaya dan yang berbahaya.
Target Andros dan Cyana hari ini adalah, Red Tailed Rabit. Seekor Demonic Beast dengan bentuk Kelinci Putih bertaring dan berekor merah.
Andros dan Cyana mengendap endap di dekat sarang seekor Red Tailed Rabit. Mereka tidak berbahaya namun mempunyai kecepatan yang tinggi, jika tidak mengendap endap akan sulit untuk menangkapnya.
Yang Andros kagumi adalah Cyana yang bergerak tanpa suara dan sangat terampil dalam hal ini, bahkan suara nafasnya saja tidak terdengar.
Andros duduk jongkok di semak semak, mengintai sang kelinci. Ia memegang gagang Pedangnya lalu...
__ADS_1
Zap!!
Dengan tidak kasat mata ia melesat menusuk kelinci itu tepat di dada. Kelinci itu tidak sempat menghindar.
"Jurus Seratus Pedang, Teknik ke-5. Tusukan Fatal."
"Kau lihat itu Cyana?!, Aku sudah terlatih untuk berburu seperti ini" kata Andros dengan percaya diri.
Cyana mengangguk lalu mencari kelinci lainnya, Andros menggaruk kepala melihat reaksi Cyana, Apa yang hendak dilakukan gadis itu, pikirnya.
Andros mengikuti pergerakan Cyana dari belakang, lalu Cyana menemukan seekor Red Tailed Rabit lagi, Andros hendak menarik pedangnya namun Cyana melesat dengan belatinya. Cyana tidak cukup cepat untuk menusuk kelinci itu karena jaraknya yang terlalu jauh, kelinci itu melompat tinggi lalu yang membuat Andros membelalakkan matanya adalah Cyana melemparkan belatinya ke arah leher kelinci itu selagi kelinci itu di udara.
Stab!!
Kelinci itu sudah jatuh tidak bernyawa dengan sebuah belati hitam tertusuk tepat di Batang leher kelinci itu.
Cyana mengambil buruannya Lalu menyerahkannya kepada Andros.
"Lemparanmu tepat sekali. Seperti sudah ahli saja."
Ketika pulang mereka akan membawa banyak sekali kelinci. Sampai daging kelinci itu di bagikan ke tetangga sekitar. Sementara Andria merengek untuk ikut namun ia harus berlatih giat dengan Buku sihir atau Grimoirenya
Andros sangat menikmati perburuannya bersama Cyana. Cyana juga sebaliknya walau tidak pernah mengatakannya. Awalnya mereka hanya berburu hewan hewan kecil dan memetik beberapa Magic Herb.
Namun mereka mulai berburu hewan berukuran sedang. Cyana dengan tubuh kecilnya melesat dengan kecepatan tinggi menyelinap di balik rumput tinggi dengan mudahnya menancapkan belatinya di leher mangsanya.
Sesekali mereka berdua berlatih tanding, namun tidak sampai serius. Mereka menahan diri. Namun itu juga membuat Andros memahami cara bergerak lebih cepat tanpa menggunakan tenaga dalam.
Sesekali Andros berlatih tenaga dalam dan memperdalam ilmu pedang dari kitab seratus pedang yang diturunkan ayahnya.
Sekarang Kemampuan bertarung Andros setara dengan Pro Magician pertengahan. Sedangkan Cyana setara dengan Beginner Magician tingkat akhir.
Setelah Andros memperhatikan cara bertarung Cyana menunjukkan jika ia sudah ahli di Medan tempur, fisiknya juga kuat bahkan dibandingkan anak laki laki pada umumnya ia jauh lebih kuat, Ia juga sepertinya tidak terganggu dengan semua darah dan pembunuhan yang ia lakukan kepada Magic Beast buruan mereka. Itu membuat Andros sedikit khawatir hingga Andros kadang meminta ayah melatih Cyana dan mengajarkan pengetahuan moral kepadanya.
Sudah beberapa Minggu Andros berburu bersama Cyana. Perkembangan anak itu juga pesat. Meskipun mereka berdua tidak dapat menggunakan sihir tapi mereka memiliki Fisik yang terlatih.
__ADS_1
Cyana tidak bisa menggunakan sihir karena Ia tidak mau mempelajari sihir meski ia memiliki energi sihir dan lima elemen pada spirit rootnya.
Sedangkan Andros memiliki kesembilan elemen pada spirit rootnya. Walau memiliki seluruh elemen tapi itu menandakan ia merupakan salah satu makhluk dengan bakat sihir terburuk.
Orang yang memiliki sembilan elemen jika sudah mencapai puncak Ahli sihir maka akan memiliki kekuatan luar biasa namun karena memiliki sembilan elemen makan kesulitannya juga meningkat sembilan kali lipat dari yang memiliki satu elemen pada spirit rootnya.
Mereka yang memiliki Spirit Root dengan elemen lebih dari satu bisa memfokuskan latihannya pada satu elemen saja namun ini membuatnya lebih lemah dari pemilik satu elemen karena elemen spirit rootnya tidak seimbang.
Spirit rootnya ahli sihir dengan dua elemen. Terbelah menjadi dua. Misalnya api dan air. Jika ia hanya melatih elemen api saja maka bagian api akan terisi namun bagian air akan kosong. Sehingga tidak dapat mengeluarkan kemampuan penuhnya.
Jika ingin mengeluarkan kemampuan penuhnya maka ia juga harus berlatih dengan spirit Root bagian airnya. Itulah mengapa semakin sedikit elemennya maka perkembangannya semakin cepat.
Andros dan Cyana berburu di wilayah yang tidak berbahaya Namun ketika mereka sampai di wilayah sungai Andros merasa ada keanehan.
"Disini lebih sunyi dari yang seharusnya." Andros menerawang sekitar. Suara serangga pun tidak terdengar.
Cyana juga merasa ada yang tidak beres sehingga mengeluarkan belatinya. Andros mengeluarkan pedangnya.
Suasana ini terasa berat, udara seolah-olah menjadi padat. Andros merasakan hawa pembunuh yang sangat pekat mengelilingi mereka.
"Cyana berlindung lah di belakangku." Cyana menuruti Andros dan mengawasi bagian belakang.
Hanya suara air yang terdengar, bahkan suara angin tidak terdengar, aroma darah yang busuk tiba tiba tercium.
'Gawat, kami terperangkap.' batin andros.
Seharusnya di wilayah ini tidak ada Magic Beast yang berbahaya. Cyana menatap ke arah pepohonan, Andros mengikuti pandangan Cyana dan melihat tiga pasang mata berwarna merah menyala di balik dedaunan rimbun.
Merasa ketahuan makhluk itu langsung menunjukkan sosoknya. Three Eyed Devil Monkey, monyet buruk rupa bermata tiga itu melompat menyerang Andros.
"Kriaaak!!"
---
**Dukung Terus Battle Cry dengan memberikan like dan bagikan ke teman-teman kalian!!
__ADS_1
sampai jumpa di chapter selanjutnya**!!