
Keesokannya, rumah keluarga Andros kedatangan tamu, yaitu Kakek Guo dan bocah Zang.
Mereka berdua meminta maaf secara langsung kepada Andros dan kedua orang tuanya.
"Begini, Tuan Benedict, saya melihat putri anda kemarin. Dan saya tertarik karena ia sudah bisa mengeluarkan sihir menengah di umur yang sangat muda. Jadi saya berpikir untuk mengajak Putri Anda untuk menjadi bagian dari Lembah Alam. Ia begitu berbakat sayang jika anak berbakat sepertinya tidak di latih oleh sekte kami."
Ayah berpikir sebentar sementara ibu, Andros dan Andria hanya diam menunggu.
Dan alhasil Andria di rekrut oleh Kakek Guo sebagai murid langsungnya.
Kakek Guo merupakan seorang tetua di sekte lembah alam, tentu ini merupakan berita gembira baginya.
Ketika ia memeriksa tubuh Andria ia begitu terkejut. Ternyata Andria memiliki satu elemen saja di dalam Spirit rootnya yaitu air. Ini mengejutkan semua orang di dalam ruangan itu karena tidak semua orang dapat melakukan pemeriksaan organ gaib.
Pantas saja Andria bisa menggunakan sihir tingkat menengah di usia semuda ini.
Kebalikan dari Andros, Andria merupakan jenius sihir terhebat setelah Putri kerajaan Geateria yang memiliki satu elemen pada spirit rootnya yaitu es.
Karena Andria belum berusia sepuluh tahun jadi ia belum boleh memasuki sekte. Karena itu sebaiknya berita tentang bakat Andria harus dirahasiakan jika tidak ia akan di hentikan sebelum berkembang. Oleh pihak yang merasa Andria ini akan menjadi salah satu tokoh ternama di dunia sihir.
Lalu karena mengetahui andria Begitu berbakat, Kakek Guo merasa ini kesempatan yang bagus untuk memperkuat posisinya di sekte dengan menjodohkan Zang dengan Andria.
Hasilnya sudah jelas, Andria menolak dengan keras. Hanya saja diam diam kakek menyuruh Zang untuk berusaha mendapatkan hati Andria.
Zang yang merasa malu telah di tolak, enggan tapi ia tidak punya pilihan lain selain menuruti permintaan si Kakek.
---
Hari masih pagi, matahari pun belum muncul di cakrawala namun Andros sudah berada di ladang dengan pedang kayu tergantung di pinggangnya, ayahnya menghadiahi kan pedang yang ia buat sendiri itu kepada Andros.
Sementara ayahnya berdiri dengan tegap di hadapan andros dengan tangan terlipat di dada.
"Aku akan menurunkan ilmu pedang yang sudah diwariskan di keluarga kita secara turun-temurun. Jadi persiapkan dirimu dan berlatihlah dengan sungguh sungguh!!" Ayahnya berkata dengan tegas.
"Iya ayah!!" Andros terbakar semangatnya.
"AKU BUKAN AYAHMU!!" ayah Andros membentak anaknya dengan keras.
Nyali anak itu langsung ciut. Lalu ayah Andros melanjutkan.
"Setiap kita berlatih, panggil aku Guru. Saat ini aku bukanlah ayah penyayang yang biasa kau lihat. Tapi seorang guru yang tegas dan keras..... aku akan melatihmu!!"
"Yang kau butuhkan adalah Fisik yang kuat, Daya tahan yang lama, kelincahan, mental yang stabil, disiplin, dan pikiran yang tenang. Sekarang ku tanya apakah kau punya fisik yang kuat?!" Ayah andros berkata dengan nada tegas yang mengintimidasi.
"I-iya"
__ADS_1
"Mana suaramu!!"
"IYA!!"
"BAGUS!!, Sekarang ikuti aku, jangan sampai tertinggal atau kau akan di mangsa serigala lapar." Ayah Andros langsung melesat menuju hutan sementara Andros berusaha lari sekuat tenaga.
Ketika di tengah hutan segerombolan serigala lapar mengejar mereka berdua, ayah Andros tetap berlari meski mereka sudah berlari selama 1 jam tanpa henti. Sementara Andros bergidik melihat serigala lapar itu dan mempercepat langkahnya meski ia merasa sendi kakinya akan lepas sebentar lagi.
Lalu mereka berdua sampai di Padang rumput luas dengan sebuah gunung yang memiliki air terjun di depannya.
"Fire Magic - Blazing Fist!"
Melihat serigala itu masih mengejar, ayah Andros langsung melepaskan 5 pukulan yang langsung menewaskan kelima serigala itu dengan tubuh terbakar.
"Ini adalah Mountain of Waterstone. Tempat latihan kita. Persiapkan dirimu."
Andros terkagum melihat keelokan tempat ini, banyak sekali Magic Herb maupun Magic Beast di sekitar sini.
pelatihan kerasnya akan segera di mulai!!
---
Lautan sedang bergemuruh, suara ledakan dimana mana. Terlihat 3 kapal bertipe Man 'o war sedang beradu di tengah lautan. Kapal kapal itu saling menabrakkan diri dan akhirnya tidak bisa bergerak lagi.
Para Prajurit langsung menghambur, dan bentrokan antar kubu bertemu. Darah dimana mana, Erangan, teriakan, bergema di seluruh geladak.
Ketiga kubu dari kapal itu bertempur habis-habisan.
Mereka adalah orang-orang dari Negeri yang disebut, Westminster. Sebuah negeri yang jauh di barat sana, terpisah oleh samudra yang sangat luas.
Awalnya mereka di tugaskan untuk mencari daratan baru, karena ada sebuah manuskrip kuno yang menyebutkan jika di tenggara ada benua lain yang kaya akan sumber daya alam dan keindahannya melegenda di sebrang samudra sana, namun tidak ada yang mengetahui kebenaran dari manuskrip itu. Karena penasaran tiga konvoi kapal penjelajah di kerahkan untuk mencari benua itu. Mereka Dinamakan Armada Voyager.
Mereka sudah 3 tahun berlayar dan belum menemukan apapun, persediaan makanan dan air bersih pun hampir habis. Kapal berubah menjadi hutan liar, para awak kapal bekerja sama untuk merebut makanan dari kapal lain.
Dan terjadilah pertempuran itu. Para prajurit menebaskan Cutlass, menembakkan Bedil dan pistol, Tanki minyak di ledakkan. Namun ada yang janggal di balik pertempuran itu. Seorang anak Kumal berusia 10 tahun dengan dua belati berlumur darah ditangannya melasat diantara para prajurit. Para prajurit Nahas itu tidak menyadari akan ada serangan dari arah yang tak terduga.
Bocah itu dengan lincahnya berlari di kerumunan, lalu dengan satu lompatan langsung menghujamkan belati itu pada leher korbannya.
Dengan buasnya dia mengambil nyawa korbannya seperti sudah ahli. Tepat dan cepat bahkan Wajahnya pun tidak menunjukkan ekspresi. Dia adalah salah satu Orang yang disebut Wardog, mereka adalah budak yang sudah di latih hanya untuk membunuh. Mereka biasanya berada di pasukan militer dan patuh pada tuannya.
Di Westminster dan negeri-negeri di barat perbudakan merupakan hal lumrah dan umum. Para Wardog ini adalah sekumpulan Manusia Haus darah yang sudah di atur sedemikian rupa untuk perang. Namun untuk kasus anak 10 tahun ini berbeda terlebih karena ia adalah seorang gadis.
Gadis ini tidak bernama ia ditemukan oleh seorang petinggi negara pada perjalanannya. Sejak itu ia sudah di jadikan budak oleh petinggi negara Westminster itu, lalu suatu malam ia menjadi aneh dan membunuh tuannya sendiri. Lalu ia di tangkap salah satu petinggi militer dan selalu di bawa ke setiap Medan perang. Setiap detik nafasnya di latih untuk membantai.
Di setiap pertempuran ia makin lihai, gerakannya begitu gesit, pandangannya makin tajam, setiap tikamannya selalu mengambil nyawa korbannya.
__ADS_1
Di kepalanya cuma ada perintah dan perintah.
"Arrgghh.... apa yang..ter.."
"Kaki ku... Akhh...."
"Bocah sia-.... ugh"
Gadis kecil itu berlumuran darah tubuhnya.
Pertempuran itu akhirnya berakhir, setelah salah satu mengambil semua makanan, air. Kedua kapal lain itu di biarkan terombang ambing di lautan.
Hanya satu kapal yang bertahan. Mereka mulai berlayar lagi, karena tidak ada jalan kembali. Jika mereka tidak menemukan daratan dalam waktu dekat, dipastikan mereka akan jadi bangkai di atas kapal ini.
Sudah 1 bulan mereka kembali terombang ambing di atas kapal namun belum juga melihat tanda-tanda adanya daratan.
"Malam ini dingin sekali..." gigil pria itu. Sementara pria dengan seragam militer di depannya hanya menatap jauh ke depan sambil sesekali melihat ke teropong.
"Ya dingin sekali" ujar pria bertopi jerami disebelahnya.
"Huh... aku ingin meniduri wanita malam ini tapi, para wanita itu sudah mati lebih dulu. Sial.." ujar pria pertama tadi.
"Tubuh mereka sudah tidak kuat, mereka tidak makan, tidak minum, di pakai pria tidak bermoral seperti kalian. Tentu mereka cepat mati." ujar pria bertopi tadi.
"Masih ada satu lagi wanita di kapal ini loh." Ujar pria yang baru datang dan mengenakan pakaian biru.
"Mana ada, yang terakhir mati Minggu lalu" ujar pria pertama.
"Itu Wardog milik General Troff. Bukankah ia seorang gadis juga. Lihat itu." Kata pria baju biru.
Seorang gadis cilik yang lusuh dengan selimut tebal duduk di dekat pria berseragam militer itu.
"Ah, aku tidak berminat dengan bocah 10 tahun. Aku ini bukan pedofil!" Balas pria pertama.
Lalu mereka tertawa cekikikan.
Sedangkan General Troff sedang merasa aneh. Ia adalah pimpinan dari salah satu Armada Voyager. Perasaannya tidak nyaman karena berada di perairan ini.
Semua awak sedang tidur, hanya ada beberapa yang masih bangun. Di keheningan malam tanpa ada seseorang yang menyadari. Seekor makhluk sedang mengintai mereka dari bawah air.
Tubuh makhluk itu lebih besar dari kapal itu. Dengan delapan tentakel ia bersiap menyergap.
GRUUUG!!!
seketika kapal langsung bergoyang, terlihat beberapa tentakel yang menangkap awak kapal. Sekali kibasan tentakelnya menghancurkan tiang- tiang layar kapal.
__ADS_1
---
Nantikan Kisah petualangan Andros di dunia sihir selanjutnya!!