
"Perasaan tidak nyaman dan gelisah ini, apakah nama perasaan ini?" Cyana masih melihat rembulan.
Andria tersenyum tipis lalu memeluk saudari angkatnya itu dengan hangat.
"Kita berdua juga merindukannya ya..."
"Rindu?..."
"Yap, tepat. Itu adalah Rindu"
Angin malam berhembus menerpa dua gadis itu. Seekor burung hantu terlihat di langit, terbang tanpa suara dan mengincar binatang kecil yang ceroboh untuk dijadikan santapannya.
Isabel datang dari dalam dan mengajak mereka berdua untuk turun makan malam, tuan rumah ini sudah menyiapkannya.
Tuan rumah itu menyambut kedatangan Andria dan teman-temannya dengan senang, tuan rumah itu memiliki seorang istri dan seorang anak perempuan yang masih kecil. Pemilik rumah juga sangat tertolong karena gadis kecil itu sangat senang bermain dengan mereka bertiga. Khususnya Cyana, gadis kecil itu menganggap Cyana adalah boneka yang berukuran besar Karena wajahnya yang cantik serta tidak berekspresi.
Ketika Andria beserta yang lainnya turun di sana telah tersaji hidangan yang beraroma sedap. Mia, gadis kecil itu sedang berusaha menaklukkan daging kambing dengan gigi kecilnya.
Ketika melihat Cyana, matanya langsung cerah.
"Hei, kakak boneka. Duduk disini" ucap gadis kecil itu.
"Mia, Tidak sopan memanggil kakak itu dengan sebutan boneka" Ibunya memberi nasehat.
"Kenapa?, Kan kakak ini memang boneka. Lihat parasnya dan Rambutnya" Mia melirik ke arah Cyana yang hanya berekspresi datar.
Cyana duduk di samping Mia, Gadis kecil itu suka menanyakan banyak hal kepada Cyana. Gadis kecil itu sangatlah suka boneka, melihat boneka yang bisa bergerak dan bicara sendiri itu adalah hal yang menakjubkan baginya.
Makan malam pun di mulai, semua menyantap hidangan itu dengan semangat.
"Hei, hei. Cyana.. ini, aku suapi...aaaa" Mia mengambil potongan daging yang besar dengan sumpit dan menyodorkannya pada Cyana.
__ADS_1
"Iya, Nona Muda" Cyana menggigit daging itu dan membuat Mia tertawa.
"Ngomong-ngomong nak Andria... kamu ini merupakan murid inti dari Tetua Guo?" Tanya tuan pemilik rumah.
"Iya, saya di rekrut ketika berada di desa."
"Begitu ya... Kalian berdua ini saudari?" Tanya Tuan itu pada Andria.
"Tidak, Cyana adalah anak adopsi oleh orang tua saya. Jadi kami adalah saudara angkat."
Sementara di sebelah Nyonya rumah sedang berbincang dengan Isabel soal musik, kebetulan nyonya pemilik rumah itu suka bermain musik dan mengajak Isabel untuk bermain bersama nanti.
"Kalau dilihat, sepertinya Cyana bukan berasal dari Geateria Kingdom. Bentuk wajahnya berbeda dari orang orang Geateria Kingdom."
"Ya, tuan. Saya berasal dari tempat yang jauh dari sini." Cyana menjawab singkat ia tidak ingin menceritakan tentang awal ia tiba di daratan ini.
"Mungkin kamu orang dari bagian timur atau di selatan daerah kepulauan. Di sana begitu ajaib, mereka memiliki bermacam budaya. Dan bangsa. Ketika masih muda aku suka berkelana di sana." Lalu tuan rumah itu bercerita tentang petualangan masa mudanya. Dengan semangat sementara yang lain mendengarkan dengan seksama.
Obor obor kecil itu terlihat seperti kunang-kunang. Mengingatkannya ketika sedang berburu pada malam hari bersama Andros.
Entah apapun yang ia lihat pasti akan membuatnya mengingat pemuda yang menyelamatkan hidupnya itu.
Ketika melihat genting yang berwarna kehitaman maka Cyana akan teringat akan rambut hitamnya Andros. Ketika sedang berlatih ia terus membayangkan jika Andros sedang memperhatikannya dan memberinya arahan seperti dulu.
Cyana begitu tidak mengetahui apa perasaannya sekarang, rasa yang sama sekali asing baginya. Ia menatap purnama dan membayangkan jika di kejauhan Andros melihat bulan yang sama dengannya.
Di tangannya ia menggenggam erat belati hitam pemberian andros.
Malam itu Cyana hanya duduk di beranda dan menikmati perasaan asing nan sendu yang sedang melandanya.
---
__ADS_1
Andria dan Cyana ketika memasuki Sekte Lembah Alam, dalam beberapa Minggu menjadi terkenal seketika. Andria terkenal akan Kejeniusannya dalam ilmu sihir mendapat julukan After Rain Maiden serta Cyana yang terkenal sebagai Ice Face Silver Wolf karena selalu berwajah datar dan memiliki kelincahan yang luar biasa, Cyana juga sangat terkenal di kalangan pemuda sekte karena Kecantikannya yang tidak biasa.
Jika dalam sesi latihan sihir Andria menjadi nomor satu, maka jika dalam sesi latihan fisik dan pertarungan maka Cyana tidaklah terkalahkan bahkan para pemuda akan langsung menyerah jika lawan tandingnya adalah Cyana, karena gadis itu meski tidak menyerang area vital ia tidak segan segan mematahkan tulang maupun melukai lawan tandingnya.
Namun popularitas keduanya membuat banyak pihak iri terutama para gadis. Mereka merasa lebih senior dan merasa di langkah oleh Andria, sementara Cyana terus di gosipkan ini dan itu karena kecantikannya.
Puncaknya adalah ketika pemuda tertampan di sekte menyatakan perasaannya kepada Cyana yang langsung di tolak tanpa berkedip oleh Cyana.
Pemuda itu merasa harga dirinya hancur dan mempersulit Cyana serta Andria, bahkan ketika Andria dan Cyana melakukan misi ia membuat jebakan agar kedua gadis itu celaka.
Meski begitu kedua gadis itu memiliki keteguhan yang kuat, sehingga itu menjadi dorongan bagi mereka.
Andria memasuki tahap Advance Magician di usianya yang begitu muda dan menjadi Murid Suci Sekte Lembah Alam, murid suci merupakan murid khusus yang di akui Bakatnya oleh seluruh sekte dan akan menjadi salah satu pilar kekuatan Sekte di masa depan.
Sehingga latihannya akan terjamin serta akan mendapatkan sumber daya Yang cukup untuk mengeluarkan potensinya.
---
Dalam beberapa bulan Andros telah mencapai pencapaian yang luar biasa, banyak ilmu dari Weiss yang ia pelajari dengan cepat serta penguasaannya pada tenaga dalam sudah meningkat pesat.
Andros sudah mengubah tiga puluh persen ototnya dan mencapai Tulang Harimau Merah tahap Akhir, pembersihan darahnya pun dimulai lebih awal karena Pusaka Darah Langit miliknya.
Latihan fisik serta Penempaan tubuh membuat tubuh andros terlihat lebih dewasa dari bocah seusianya. Tubuhnya tegap dan tinggi, terlihat gagah.
"Sepertinya ini waktu yang bagus untuk tahap pemurnian tenaga dalam. Kita akan ke tempat latihan yang bagus untuk memurnikan tenaga dalam yang dihasilkan tubuhmu."
Lalu Weiss berubah menjadi Bentuk Spirit Beastnya dan terbang.
"Hei, guru. Apa aku tidak akan ikut?" Andros heran.
"Kau harus berlari mengikutiku, ingat akan banyak Demonic Beast yang menyerangmu di hutan jadi gunakan itu untuk latihan bertarungmu" tanpa menunggu reaksi Andros, Weiss terbang pergi namun kecepatannya tidak secepat saat mereka ke tempat ini.
__ADS_1
Andros memasuki hutan sambil memperhatikan Weiss yang terbang di atasnya, Andros berusaha berlari dan menghindari rintangan menggunakan ilmu meringankan tubuh miliknya.