BATTLE CRY

BATTLE CRY
Lontara 31: Acara


__ADS_3

Sebuah Acara terbuka tengah di adakan di pusat desa, di lapangan desa terdapat panggung sederhana yang di datangi banyak orang.


Andria dan Cyana datang berdua, mereka penasaran ada acara apa ini. Para warga berkumpul di depan panggung, seorang pembawa acara terlihat naik ke panggung sambil membawa Loud Wood, sebuah kayu sihir yang dapat membuat suara menjadi keras.


"Selamat datang para penduduk Desa Danau Biru yang tercinta!" Pembawa acara. Dengan semangat menuntun jalannya acara.


Singkatnya, acara ini adalah sebuah acara amal. Diadakan untuk membantu warga desa danau biru yang kurang mampu.


Acara ini di mulai oleh sambutan dari kepala desa danau biru beserta petinggi desa. Mereka mengatakan jika mereka berterima kasih atas partisipasi para penonton yang sudah hadir di sore hari ini.


Lalu di lanjutkan oleh sumbangan suara oleh para penonton, jika ada lagu yang ingin di mainkan atau pesan yang ingin di sampaikan.


Dan acara utama akan diisi oleh salah satu penyanyi baru yang sedang naik daun dan cukup terkenal di sekitar Desa Danau Biru.


Andria menyaksikan dengan Antusias ia menyukai acara ramai seperti ini dan Cyana hanya memiringkan kepala sambil berfikir.


Seorang Kakek naik ke panggung, ia akan mendendangkan sebuah lagu.


"Lagu ini kupersembahkan untuk istriku tercinta di sana" Kakek itu menunjuk seorang nenek tua yang duduk di kursi di samping panggung. Nenek itu melambai.


Setelah memberi tahu lagu apa yang akan di nyanyikan kepada para pemain musik di atas panggung ia dengan memegang Loud Wood mulai bernyanyi.


Nada nada merdu keluar, meski suaranya agak serak tapi Kakek itu menyanyikan lagu dengan baik.


Dan akhirnya lagu itu selesai diiringi tepuk tangan meriah oleh penonton.


Kakek itu turun lalu di gantikan oleh seorang remaja, dengan berkeringat dingin ia berkata menggunakan Loud Wood.

__ADS_1


"Saya bernama Theo, saya berdiri di sini untuk mengatakan sesuatu untuk... Gadis bernama Ylva di sana" Theo menunjuk seorang gadis yang bersama teman temannya. Gadis itu menunjuk dirinya sendiri untuk memastikan bahwa ia yang sedang di maksud.


Theo mengangguk lalu menghirup nafas dalam dalam lalu....


"Ylva aku cinta padamu, mau kah kau berpacaran denganku!!" Seruan itu sangat nyaring dan berhasil membuat wajah gadis bernama Ylva merona rona. Diikuti sorakan "aaahhhh Romantisnya" dari penonton meski Andria dan Cyana tidak mengerti bagian mana yang romantis.


Banyak orang bergantian masuk ke panggung, ada yang sekedar menyapa, menyanyi, menari, Salto, Menyatakan perasaan, menyatakan Kebencian, bahkan ada seorang perempuan yang langsung menerobos naik ke panggung lalu mengumpat dan berteriak "Kita Putus!!" Kepada para penonton. Entah kepada siapa pesan itu di nyatakan.


Orang bergantian, lalu naiklah Bocah dekil berwajah bulat bertelinga lebar dan bermata sipit dengan pakaian yang udik ke atas panggung, ia mengeluarkan keringat dingin. Andria mengerutkan dahi 'apa yang dilakukan kara di sana?' pikirnya. Kara juga merupakan teman Andria.


"Em...hai" bocah itu menyapa.


"HAI!!" balas para penonton.


"Halo" sapanya lagi.


"Halo!!" Penonton membalas lagi.


"Apaan itu?" Penonton saling berpandangan dan mengerutkan dahi tidak mengerti apa maksud bocah itu.


"Maaf bisa di mulai, nak." Ucap pembawa acara.


Bocah itu batuk pelan seolah-olah ia pintar dalam hal itu.


"Ekhem, sebagai permulaan saya Haturkan banyak terima kasih kepada kepala desa, petinggi desa, tokoh masyarakat, para buruh kasar, para petani, para penggembala, para ibu rumah tangga, para anak anak desa danau biru, para lansia, para bapak bapak, para pedagang, para tukang sate, para pemburu, Para pujangga, para bujangga, koh Atong, para penjaga kebersihan, para pemilik restoran dan penginapan, para penjaga desa, para pedagang sapi, para pedagang senjata, para penjudi yang semoga segera tobat, para nelayan, para pengangguran, para pembuat sepatu, para pedagang baju, para penebang kayu, para Penambang, para rentenir maaf jika hutang saya belum saya lunaskan, para penghuni rumah bordil, para pemabuk, perokok, tukang kelahi, sahabat sahabat saya, Dag, Ling, Andria,Cyana, kak Anne, Will, Bill, Eell, shin, Mador, tetangga tetangga saya, bibi bibi saya, paman Paman saya, anak anak bibi saya, anak anak Paman saya, ayah, saya dan ibu saya. Dan saya saya saya." Begitu panjangnya kalimat pembuka anak itu macam Batang pohon kelapa kuning. Yang panjangnya lima puluh kaki. Lalu kara terdiam sejenak.


"Em, kalau boleh. saya minta tepuk tangannya?" Tepuk tangan bergemuruh untuk kara.

__ADS_1


"Saya akan menyanyikan lagu yang amat terkenal dan berasal dari pemusik yang Anda sangat kenal. Saya mempersembahkan lagu ini kepada gadis manis bernama Lily di bawah Pohon Mapel itu" Bocah itu menunjuk seorang gadis cantik dengan mata bak bintang kejora di sore hari.


Gadis itu langsung menyemburkan jus yang baru di minumnya.


"Saya akan membawakan lagu Melewati Malam oleh Isabella" penonton mulai riuh, itu adalah lagu terbaik yang dinyanyikan oleh Isabella seorang penyanyi cilik yang kebolehannya sampai terdengar ke berbagai desa.


Bocah itu menarik nafas lalu mulai bernyanyi, mulut penonton terbuka lebar, mata mereka membelalak, ada yang menutup mata, ada yang menutup telinga, menutup hidung, Untung saja tidak ada yang tutup usia akibat itu.


Suara Bocah itu sangat.... yah unik. Apalagi ketika sampai di bagian bernada tinggi bocah itu menarik nafas lalu dengan lantang ia mengucapkan "MENJEMPUTMUUUUU HOUOOOOOH" Suara lengkingan yang memekakkan telinga terdengar, suara perpaduan antara kucing terjepit, kuda di sembelih dan monyet yang di sentil testisnya.


Selesai ia mendendangkan lagu itu bocah itu mengelap dahinya. Lalu pembawa acara mendekatinya,


"Itu, sangat unik anak muda" Pembawa acara itu tertawa terbahak-bahak. "Bagaimana menurutmu, suaramu yang tadi?" Tanyanya.


Bocah itu menarik nafas "Lebih baik dari yang saya duga" jawabnya lega diiringi tawa para penonton, Lalu ia berpikir sejenak dan melanjutkan kalimatnya. "Kalau boleh, Saya minta tepuk tangannya?"


Suara tawa penonton pecah diiringi suara tepuk tangan yang meriah dari seluruh penonton kecuali Gadis bernama Lily itu, ia begitu geram sampai meremukkan gelas jus yang di pedangnya. Dan bocah itu dengan bangga turun dari podium sambil tersenyum simpul.


"Haha... baiklah itu peserta terakhir sekarang saya persembahkan... Isabella!!"


Suara gitar yang merdu terdengar sambil munculnya seorang gadis cilik yang memainkan gitar.


Gadis itu memakai gaun merah serta rambutnya di kepang dua, gadis kecil berumur sebelas tahun itu terlihat amat manis. suara merdunya keluar. Dan membuat para penonton terbius.


---


**Halo, lagi...

__ADS_1


Mohon Dukungan para pembaca sekalian agar Novel ini dapat menjadi Hiburan bagi kita semua, jangan lupa bagikan dan like setiap Chapter. agar dapat update seperti biasa..


itu saja sekian dari Author Owl's**


__ADS_2