
"Hei, kantung kulit itu. Apa sejenis Magic Tool?"
"Ya, namanya Dimensional Pocket. Dapat menyimpan berbagai benda di dalamnya selama benda itu tidak bernyawa."
Elian menjelaskan sambil melempar kantung yang sama kepada Andros. Andros menangkap kantung itu lalu mengalirkan tenaga dalam pada kantung itu dan memasukkan tangannya. Andros menarik keluar tangannya dan mengeluarkan sebuah Black Steel Apple.
Apel itu berwarna hitam dan dingin seperti besi. Andros langsung memakan apel itu dan berterima kasih, terdengar bunyi besi beradu dari dalam mulutnya, karena Penempaan tubuh yang dia lalui apel mengunyah apel ini bukanlah hal sulit. Tepat sebelum Andros hendak mengembalikan kantung itu, Elian mengibaskan tangannya.
"Tidak, itu pemberian Weiss kepadamu. Dia sedang ada urusan sementara ini, jadi ia menitipkan ini untukmu."
Andros langsung lompat kegirangan dan mengikatkan kantung itu di pinggangnya dan menepuknya sambil berterima kasih.
"Oh, liat dia bangun!" Andros melihat bayi itu perlahan membuka matanya. Mata bulat besar dan wajah terlihat imut itu terbangun dari tidurnya.
"Ah, aku akan menyusuinya di sana kamu temanilah Vena. Sudah lama bukan kalian tidak bertemu?" Elian menunjuk Vena yang sedang bermain dengan Rin di dekat danau.
Andros mengangguk, itu masuk akal mengingat ia mengurung diri di ruang kedap udara itu selama enam bulan. Setidaknya ia harus berbincang sebentar dengan gadis itu jika tidak ingin gadis itu marah seperti saat itu.
Gadis itu terlihat sangat penyayang tidak seperti beberapa waktu lalu ketika mereka pertama kali bertemu, Andros bisa melihat Vena telah berubah menjadi wanita anggun yang lembut. Andros bisa melihat itu dari senyumannya.
Andros duduk di pinggir danau sambil memasukkan kakinya ke air. Sementara Rin tidur dan terlihat seperti memeluk vena.
Mereka hanya duduk tanpa ada satupun yang memulai pembicaraan, mereka berdua sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Hei, apa yang akan kau lakukan setelah keluar dari tempat ini?" Vena berkata tanpa melihat Andros, ia hanya melepas ikat rambutnya dan helaian rambut hitam yang panjang dan lurus itu tergerai dan jatuh dengan indahnya.
"Mungkin aku akan berkelana melihat dunia."
"Begitu ya... aku.. tidak tau apa yang akan kulakukan jika keluar dari tempat ini, aku juga tidak ingin pulang ke sekteku..." Vena mengatakan itu dengan suara rendah.
"Bukankah ayahmu masih hidup?" Tanya andros. Dan di jawab gelengan pelan oleh Vena
"Tidak, ayahku tidak melihat ku sebagai anaknya"
Lalu Vena menunduk, ia sudah memikirkan hal ini sejak lama dan matang. Jika ada hal yang ingin ia lakukan maka hanyalah satu hal yang ia inginkan.
__ADS_1
"Andros....."
"Ya?"
"Bawalah aku bersamamu"
Mendengar hal itu Andros terkejut, memang sejak awal mereka berdua memanglah orang asing yang bertemu pada saat di desa itu. Tapi perjalanannya mungkin akan berbahaya dan sulit, Andros tidak bisa mengikut sertakan Vena ke dalam bahaya. Andros hanya terdiam tidak menjawab apa apa dan hanya dibalas senyum sedih oleh Vena sebelum gadis itu berdiri.
"Mari ikut aku, aku ingin menunjukkan sesuatu" Vena mengulurkan tangannya.
Andros menyambut tangan itu dan berdiri, lalu Vena membisikkan sesuatu kepada Rin. Kucing besar itu terbangun dan meregangkan badannya sebelum Vena naik ke punggungnya.
Vena menarik Andros ke belakangnya dan kucing itu membuat ancang ancang, lalu berlari. Keempat kakinya sekarang ada api berwarna keemasan berkobar dan perlahan mereka terangkat lalu kucing itu berlari di udara meninggalkan danau itu menuju ke timur.
---
Andros melihat hamparan bunga berwarna warni yang luas sekali, dari atas terlihat sangat cantik dan Terdapat aliran sungai kecil yang melintasinya.
"Woah, ada tempat yang seperti ini ternyata"
"Hm, aku menemukannya ketika mengunjungi temanku"
"Eh?, Kamu memiliki teman disini?"
Angin menerpa keduanya sehingga Andros dapat mencium sesuatu yang harum keluar dari tubuh Vena. Tubuh gadis itu mengeluarkan aroma yang membuat siapa saja yang menciumnya akan tenang.
"Yah, lihat itu dia!" Vena menunjuk kuntum bunga raksasa yang Andros lihat tadi.
Mereka mendarat tepat di hadapan bunga itu dan tiba tiba bunga itu mekar. Ia memiliki lima kelopak merah dan memiliki dua mata serta satu bibir di tengahnya.
"Hai, Vena lama tidak berjumpa" sapa bunga itu.
Itu membuat andros sedikit terkejut, tidak setiap hari ia bisa melihat bunga berbicara. Meski pun Andros sudah tinggal disini selama dua tahun lebih tetap saja ini mengejutkan dirinya.
"Bunganya berbicara!"
__ADS_1
"Haha, dia ini sebenarnya bukan tanaman... dia ini Seekor Magic Beast." Vena tertawa kecil melihat reaksi Andros.
Hidung Andros menangkap bau harum yang sama dengan milik Vena dari kuntum bunga itu.
"Oh, jadi ini pemuda bodoh yang kau sering bicarakan itu?" Bunga besar itu melihat Andros seksama.
Sementara Andros melipat tangannya di dada, lalu menaikkan alisnya.
"Hei, siapa yang kau sebut bodoh?"
"Aha, maafkan aku... aku seharusnya memperkenalkan diri dulu, Namaku Hanae seekor Living Blood Flower"
Living Blood Flower adalah Magic Beast yang menyerupai tanaman namun dapat bergerak dan berpindah tempat dengan akarnya yang tertanam di bawah tanah.
"Jadi, kalian ada perlu apa kesini?"
"Tidak ada, aku hanya ingin menunjukkan Padang ini kepada Andros. Jadi kami akan melihat lihat sebentar" ucap Vena membalas pertanyaan Hanae.
"Iya, tapi kau harus berhati-hati... akhir-akhir ini daerah ini sering sekali di datangi oleh pasukan Demonic Beast" Hanae memperingatkan Vena karena ia sudah menghadapi beberapa Demonic Beast yang dimaksud.
"Demonic Beast?. Maksudmu si Ratu?"
"Ya, teman temanku yang lain juga mengatakan hal yang sama. Si Ratu sepertinya mulai memperluas daerah kekuasaannya. Ia mulai menyerang Magic Beast lain di kawasan ini"
Mendengar percakapan mereka berdua Andros hanya mengerutkan kening karena ia tidak tahu menahu dengan urusan di dimensi ini.
"Apa yang kalian sedang bicarakan?" Tanya andros.
Lalu Hanae menjelaskan jika di daerah sini terdapat Demonic Beast tingkat tinggi yang tinggal di balik pegunungan. Demonic Beast itu sering mencari masalah dengan Magic Beast lainnya dan sekarang ia ingin memperluas kekuasaannya. Demonic Beast yang dimaksud adalah Silver Head Ant Queen. Dia dan pasukan Silver head antnya mulai menganggu ketentraman daerah ini.
Tapi ketika penjelasan itu selesai, sebuah jaring lengket menyentuh tubuh andros dan Vena.
"Sial, mereka menemukan kalian.. cepat potong benangnya"
'Teknik bela diri berdarah, Bentuk pertama Pedang Kagutsichi'
__ADS_1
Dengan cepat Andros memotong benang lengket itu, lalu mereka bertiga menjadi waspada. Rin menatap tajam ke arah hutan.