Belenggu Cinta, pak Duda

Belenggu Cinta, pak Duda
Kuliah


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Malam hari nya, ketika anak anak sudah tertidur. Nasya pun segera keluar dari kamar Ryan dan menuju kamar nya sendiri yang berada di lantai bawah, tepat bersebelahan dengan kamar mbok Yem dan yang lain nya.


“Hay Sya,” sapa seorang laki laki yang tiba tiba menghampiri Nasya di ruang TV belakang.


FYI , di belakang, ada sebuah ruangan untuk menonton televisi bagi para pekerja. Di tempat itu juga biasanya para pekerja di rumah itu berkumpul dan makan bersama. Dan kini, karena Nasya belum mengantuk, ia memilih untuk duduk di sana sesaat.


“Hemmm ... siapa ya? Aku lupa, maaf,” cicit Nasya sedikit lirih karena belum hafal dengan teman teman nya.


“Yoga, Sya. Ckckckc mentang mentang orang jelek ya, jadi gampang di lupain,” jawab laki laki yang bernama Yoga terkekeh.


“Bukan begitu, maaf ya. Aku hanya sedikit capek aja,” keluh Nasya menghela nafas nya berat.


“Ya gapapa sih, aku gak baper kok. Tenang saja,” kata Yoga begitu santai, “OH ya, bagaimana kerjaan kamu? Betah gak?” tanya nya lagi.

__ADS_1


Nasya menggelengkan kepala nya, “Aku gak tau Ga, capek banget. Pengen pulang kampung lagi aja rasanya, tapi—“


"Kok gitu? apakah mereka berdua sangat nakal?" tanya Yoga.


"Enggak kok, mereka gak nakal. Hanya saja, yah mungkin memang akunya yang kurang betah saja," jawab Nasya memberikan alasan.


"Jangan gitu dong Sya. Kamu kan baru memulai, masa harus nyerah secepat itu sih? dan aku lihat, sepertinya Ryan juga udah nyaman sama kamu."


"Iya, Ryan memang nyaman dengan ku, tapi Ryana," gumam Nasya menundukkan kepala nya ketika mengingat tentang Ryana.


"Ryana memang seperti itu. Kalau kamu capek, abaikan saja dia, biarkan saja. Asal semua keperluan nya kamu siapkan. Selebihnya, biarkan saja nanti dia akan luluh dengan sendiri nya. Selama ini kami seperti itu kalau udah capek ngadepin dia," jelas Yoga panjang lebar.


Keduanya pun melanjutkan obrolan dengan bercerita tentang keseharian. Hingga tiba-tiba....


“Nasya!” panggil seseorang kembali membuat Nasya dan Yoga seketika langsung membalikkan tubuh menatap ke arah sumber suara, “Ikut saya sebentar!” ucap nya dengan wajah datar, membuat Nasya lagi lagi menghela nafas dengan berat.

__ADS_1


“Semangat Sya, katanya mau kuliah.” Ucap Yoga memberikan semangat kepada Nasya, membuat gadis itu sedikit menyunggingkan senyum lalu menganggukkan kepala.


Tidak ingin membuat majikan nya menunggu lama, akhirnya Nasya segera pamit kepada Yoga dan mengikuti Adnan yang sudah terlebih dulu meninggalkan nya. Ternyata Adnan membawa Nasya menuju ruang kerja nya, membuat Nasya semakin merasa takut karena ia masih begitu canggung berhadapan dengan Adnan.


“A—ada apa ya Pak?” tanya Nasya sedikit menundukkan kepala.


Pluk!


Nasya langsung mengangkat kepala nya kala mendengar bahwa majikan nya seperti melempar sesuatu ke atas meja.


“Mulai besok,kamu sudah bisa masuk kuliah. Jadwal kuliah mu satu minggu tiga kali. Kalau nanti kamu ada jam pagi, maka kamu bisa berangkat sama anak- anak. Dan kalau siang atau sore, nanti anak anak akan saya jemput ketika makan siang, agar kamu bisa pergi,” ucap Adnan datar tanpa ekspresi.


“Ta—tapi Pak, saya baru beberapa hari disini. Bu—bukankah perjanjian nya setelah saya satu bulan. Kalau saya tidak betah, nanti—“


“Saya sudah membayar mahal untuk biaya pendaftaran kamu, apakah kamu akan mengecewakan saya dan Olin?” tanya Adnan dengan cepat memotong ucapan Nasya, hingga membuat gadis itu seketika terdiam.

__ADS_1


Adnan memang mengatakan bahwa dirinya akan membantu mendaftarkan Nasya setelah satu bulan bekerja. Namun, ketika ia pikir- pikir kembali, ia tidak mau kehilangan pekerja lagi. Jadi Adnan sengaja mengikat Nasya dengan mendaftarkan nya kuliah agar tidak ada alasan bagi Nasya untuk berhenti kerja. Dan benar saja sesuai dugaan nya, ketika tadi dirinya pulang kerja, ia langsung mendapatkan banyak drama dari sang putri, yang Adnan sendiri tahu pasti Nasya sangat kesulitan.


Terlebih ketika tadi Adnan mendengar sendiri bahwa Nasya sudah lelah dan ingin pulang, Adnan tidak mau. Ia rasanya sudah lelah mencari pengasuh dua anak nya. Dan menurut nya, Nasya juga tidak terlalu buruk. Terbukti, bahwa anak laki laki nya sudah sangat dekat dengan Nasya, hanya saja putri nya memang sedikit sulit untuk adaptasi dengan orang lain, namun Adnan yakin lambat laun, pasti Nasya bisa menaklukkan Ryana.


__ADS_2