Belenggu Cinta, pak Duda

Belenggu Cinta, pak Duda
Kepergok


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Nasya pun segera menggelengkan kepala nya dengan cepat, “Bukan. Bukan karena kamu duda Mas, tapi memang—“


Sreekkk!


Nasya langsung menghentikan ucapan nya ketika mendengar adanya seseorang yang membuka tenda nya. Sontak saja, membuat Nasya dan Adnan segera memisahkan diri dengan Nasya yang langsung terduduk.


“Kok Daddy ada disini?” tanya seorang gadis kecil yang tak lain adalah Ryana, gadis itu langsung menatap tak suka ke arah Nasya.


“Tadi Daddy nyariin kamu, Daddy pikir kamu tidur sama kak Nasya,” kata Adnan berbohong, lalu ia segera bangkit dari posisi nya dan berniat untuk keluar.


“Bohong!” seru Ryana langsung memanyunkan bibir, “Memang nya kakak gak bilang kalau Ryana bobo sama kak Nuna. Kan kak Nasya juga tahu!” imbuh nya sebal.


“Ada apa sih, kenapa putri Daddy pagi pagi udah marah marah hem? Sini, dimana Ryan?” tanya Adnan sengaja mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


“Ryan lagi mandi sama om Yoga!” jawab Ryana, lalu ia segera masuk dan meringkuk manja di pangkuan sang ayah.


“Ryana juga mandi yuk,” ajak Nasya namun dengan cepat di balas gelengan kepala oleh Ryana, “Kenapa? Ryan saja sudah mandi loh.”


“Ryana mau mandi sama kak Nuna! Gak mau sama kak Nasya. Kak Nasya jahat!” seru gadis itu dengan tiba tiba.


“Hah!” sontak saja Nasya dan Adnan langsung mengerutkan dahi nya, mengapa Ryana bisa tiba tiba berkata seperti itu.


Memang selama ini, Ryana sangatlah sulit untuk di dekati. Bisa di katakan bahwa gadis itu moody-an. Terkadang baik, namun terkadang juga sangat menyebalkan serta galak.


Deg!


Inilah yang membuat Nasya begitu bimbang serta takut untuk menerima lamaran Adnan. Nasya tidak mau bila nanti mereka menikah dan Ryana tidak bisa menerima nya.


“Sayang! Daddy gak suka, Ryana bicara seperti itu,” kata Adnan segera menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


“Tuh kan, Daddy marah sama Ryana!” kata Ryana mendengus, “Ryana kesel sama Dady!” imbuh nya, lalu gadis itu keluar dari tenda Nasya dengan wajah yang begitu kesal.


“Jangan di mabil hati, nanti Ryana juga akan luluh kok,” ujar Adnan mencoba menenangkan Nasya.


Adnan langsung menarik Nasya ke dalam pelukan nya, ia tahu bahwa kini Nasya sedang merasa sedih akibat perkataan Ryana. Adnan sendiri juga bingung, mengapa putri nya bisa tiba tiba berkata seperti itu. Padahal, Adnan tidak pernah mengajarkan yang buruk kepada Ryana.


Sangat berbeda dengan Ryan, dia terlihat humble dan sering menghargai keputusan orang. Asalkan apa yang dia sukai tidka di usik, begitulah Ryan. Sementara Ryana, gadis itu selalu mudah kesal dan marah, apalagi dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan.


“Beri aku waktu untuk meluluhkan Ryana, baru setelah itu kita menikah,” ujar Nasya menundukkan kepala nya di dada bidang Adnan .


Dan kini, Adnan baru sadar dan tahu, bahwa ternyata Nasya menolak lamaran nya bukan karena status duda nya atau Nasya tidak mencintai nya, namun karena Nasya masih begitu berat dengan Ryana.


“Ryana memang menerima ku sebagai pengasuh nya, tapi tidak untuk menjadi ibu ya,”gumam Nasya begitu lirih.


“Ryana anak yang baik, dia pasti lama lama akan menerima kamu,” ujar Adnan dengan lembut seraya mengusap kepala Nasya, “Sabar ya, aku akan bantu bicara nanti.”

__ADS_1


...~To be continue .......


__ADS_2