
...~Happy Reading~...
“Apakah kamu akan membuatkan ku bekal seperti itu lagi?” tanya Adnan dengan mata melotot tajam.
“Seperti itu, maksud nya seperti tadi?” tanya Nasya langsung menatap pada majikan nya, “Memang nya bapak suka? Kalau bapak suka, besok saya buatkan seperti itu lagi,” imbuh nya dengan mata berbinar.
“Padahal, saya baru mempelajarinya loh Pak. Saya baru melihat tutor nya di YouTube kemarin, dan gak nyangka kalau bapak mau kaya gitu lagi,” imbuh Nasya tersipu.
“Apakah kamu pikir saya anak SD!” cetus Adnan mendengus.
__ADS_1
“Pak, jangan melihat dari bentuk nya, tapi dari rasanya. Saya buatnya pakai hati loh Pak. Karena ini tuh cita cita saya dulu, saya kangen buatin bekel untuk orang tua saya. Makanya pas bapak minta bekel juga, saya seneng banget dan langsung antusias cari di YouTube, eh ternyata semua nya lucu banget!” jelas Nasya dengan wajah berbinar bahagia.
“Kamu bisa bereksperimen untuk bekal anak anak, jangan bekal saya!” cetus Adnan lagi, ia tak habis pikir mengapa Nasya bisa memberikan nya bekal anak SD.
Memang makanan nya cukup enak di lidah nya. Tapi penampilan nya sangat tidak menyenangkan dan justru membuatnya malu. Untung saja, yang melihat bentuk makanan itu hanya Yoga, bagaimana kalau karyawan nya juga melihat, bisa hancur reputasinya.
Sangat tidka lucu, seorang CEO seperti dirinya membawa bekal dengan bentuk aneh seperti itu. Nasinya memiliki wajah dan sayuran juga daging nya yang di potong sedemikian rupa oleh Nasya. Namun tak bisa di pungkiri bahwa rasanya sangat pas dan enak.
“Saya tidak ingin marah sama kamu Sya, lebih baik cepat selesaikan masakan kamu dan segera makan. Karena ini sudah malam, istirahat karena besok harus kuliah dan jaga anak anak!” titah Adnan dan Nasya langsung teringat akan mie instan nya.
__ADS_1
Air nya sudah sangat mendidih, ia pun segera memasukkan berbagai toping sayuran dan telur tak lupa cabai serta beberapa potong sosis dan bakso.
Nasya sampai berulang kali menelan saliva nya ketika membayangkan bagaimana nikmat makanan nya kali ini. Setelah matang, ia pun segera menyiapkan minuman dan hendak membawa nya ke ruang belakang. Namun, tiba tiba perutnya terasa sangat mulas, hingga membuatnya mengurungkan niat untuk makan. Ia pun memilih untuk berlari ke kamar mandi terlebih dulu.
Sementara itu, Adnan yang masih bekerja di meja makan, mulai mendengus aroma yang cukup menggugah perut nya. Ia juga ikut menelan saliva ketika mencium aroma mie instan milik Nasya. Tanpa sadar, ia pun beranjak dari tempat duduk nya dan melihat sebuah mangkuk berisi mie instan yang masih mengebul panas.
‘Ckckc, masak doang, di makan enggak! Sayang kan, aku paling gak suka kalau buang buang makanan!” gumam Adnan menghela nafas nya kasar.
Ia pun mengambil mie tersebut dan membawa nya ke meja makan. Niatnya ia hanya akan mencicipi sedikit, namun lidah nya terasa sangat candu akan rasa yang di hasilkan oleh racikan tangan nasya.
__ADS_1
‘Kok gini rasanya?’ gumam Adnan mulai menikmati rasa itu dan benar saja, tidak butuh waktu lama, Adnan sudah menghabiskan makanan tersebut. Bahkan meskipun masih panas, dirinya tidak perduli. Hingga makanan itu kandas, ia pun segera mencuci mangkuk tersebut dan segera kembali ke kamar. Ia mengurungkan niat untuk bekerja karena sudah merasa kenyang dan mengantuk.