Belenggu Cinta, pak Duda

Belenggu Cinta, pak Duda
Nuna


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Pagi harinya, Adnan dan Yoga hendak pergi ke kampung Olin untuk menjemput anak anak. Namun, tiba tiba seorang gadis datang dan langsung berlari ke arah nya dan Yoga.


“Aku mau ikut jemput anak anak!” katanya dengan wajah tersenyum lebar.


“Apakah ayah mu tidak memberitahu mu?” tanya Adnan dengan wajah datar nya.


“Memberitahu apa?” kata nya malah balik bertanya, “Justru aku kemari karena permintaan papa. Katanya aku harus segera menjemput calon anak anak ku. So, satu minggu lagi mereka akan menjadi anak anak ku juga kan” katanya lagi dengan bangga diri.


“Satu minggu?” gumam Yoga membeo.


“Yups, semalam aku dan ayah ke rumah Eyang. Katanya kak Adnan sudah setuju, kalau satu minggu lagi kita menikah. Bahkan semalam Eyang dan Papa sudah menentukan gedung dan yang lain nya.” Katanya dengan antusias.

__ADS_1


“Ckckck, sepertinya keluarga mu tidak ada yang punya malu sama sekali. Jelas jelas, kemarin aku sudah bertemu dengan pak Broto dan mengatakan bahwa bang Adnan akan membatalkan pernikahan ini. Tak hanya itu, bahkan bang Adnan juga sudah menemui eyang nya untuk mengatakan hal yang sama,” cetus Yoga ikut kesal.


“Kak,” tegus Nuna langsung menatap kepada Adnan.


“Iya,” jawab Adnan datar, “Jadi lebih baik kamu pulang. Dan mulai sekarang, jangan pernah datang kesini lagi. Kesempatan kamu sudah usai!” katanya dengan tegas.


“Gak bisa gitu dong!” seru Nuna dengan tiba tiba dan langsung menyentuh tangan Adnan, “Aku gak mau. Papa dan Eyang sudah memesan gedung dan yang lainnya, kak Adnan gak bisa begini dong!”


“Kalau kalian saja bisa berbuat semaunya, kenapa aku enggak?” kata Adnan menepis tangan Nuna, “Dan bukankah kamu sudah tahu, sejak awal hati aku untuk siapa?”


Plaakkk!


Untuk pertama kalinya, Adnan menampar seorang wanita. Bahkan Yoga pun langsung terkejut dan speechless ketika melihat nya.

__ADS_1


“Sekarang aku tahu, darimana Ryana bisa berkata kasar kepada Nasya saat itu,” kata Adnan mengepalkan tangan nya dan menggertakan gigi menatap marah pada Nuna.


“Aaaahhhh!” pekik Nuna ketika dengan tiba tiba Adnan langsung mencengkram dagu nya dengan cukup kasar, “Lepasin Kak, sakittt!”


“Sakit?” tanya Adnan dengan mengerutkan dahi, “Aku penasaran, kira kira, dimana letak otak kamu berada. BUkankah kamu juga hanya di besarkan oleh ayah mu saja? Bagaimana bisa kamu meracuni otak polos anak sekecil Ryana?”


“Kak, aku gak ada bilang—aawwwhhhh!”


“Kamu benar benar wanita busuk Na. Selain kamu tega menyakiti teman mu sendiri, kamu juga tega meracuni otak anak kecil.” Tekan Adnan lalu ia hempaskan begitu saja dagu Nuna, hingga membuat wanita itu mengaduh kesakitan.


“Nasya bukan temen ku!” seru Nuna sambil mengusap dagu nya yang terasa perih dan panas akibat ulah Adnan, “Aku gak level berteman sama cewek kampung kaya dia.” Ucap nya kembali menghina.


“Bukan dia yang gak selevel dengan kamu. Tapi Kamu yang gak selevel sama Nasya! Dia memang tidak memiliki harta melimpah seperti kamu, tapi setidak nya dia memiliki hati yang tulus. Hati yang tidak kamu miliki sama sekali!” kata Adnan lalu ia langsung masuk ke dalam mobil dan menyuruh Yoga agar segera menjalankan mobil nya.

__ADS_1


“Ckckckc, dasar wanita uler!” decak Yoga mencibir ke arah Nuna, lalu ia segera ikut masuk dan pergi.


...~To be continue ......


__ADS_2