Belenggu Cinta, pak Duda

Belenggu Cinta, pak Duda
Tanah sengketa


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Nasya!”


Braakkk!


“Auuwhhhss.” Nasya meringis menahan rasa perih dan sakit yang ia rasakan.


“Huaaaaa .... Daddy ... “ tangis Ryana seketika langsung pecah di pelukan Nasya. Aqila, Riska dan beberapa orang yang masih berada di kawasan depan sekolah semua ikut menghampiri untuk melihat kondisi Ryana.


“Kamu gapapa?” tanya Nasya sambil meringis dan langsung mengecek keadaan Ryana, namun nasya bersyukur karena ternyata Ryana tidak terluka sedikit pun, hanya saja mungkin sedikit terkejut.


“Kak Nasya berdarah, huaaaaa!” Ryana menangis bukan karena merasakan sakit, melainkan melihat luka di tubuh Nasya. Terlebih bagian kening nya yang masih menempel kerikil kecil di sana.


Tak hanya kening nya, namun tangan, serta kaki nya merasakan sakit luar biasa. Namun Nasya tidak terlalu memikirkan nya, ia sudah sangat bersyukur karena Ryana tidak apa- apa.


“Kakak gapapa,” ujar Nasya masih bisa tersenyum.


“Kakak! Ryana!” panggil Ryan dan langsung menghambur memeluk Ryana dan Nasya, “Ryan takut hiks hiks hiks.”

__ADS_1


“Kakak gapapa kok,” gumam Nasya pelan, lalu tiba tiba matanya berkunang kunang dan kepalanya berdenyut begitu nyeri.


Beruntung mobil yang hampir menabrak Ryana bisa mengerem mendadak sehingga Nasya tidak terluka parah. Hanya tersenggol sedikit dan tersungkur hingga membuatnya hampir menindih Ryana. Maka tak heran bila kening nya terluka bahkan sampai ada kerikil yang masih menancap di sana


“Sya, kamu beneran gapapa?” tanya Aqila khawatir, dan Nasya hanya menggelengkan kepalanya.


“Bagus deh kalau kamu gapapa.” Saut Nuna dengan tiba tiba, “Ayo Ryana, Ryan kita pulang! Kalian gak ada yang terluka kan?’ tanya Nuna tanpa perasaan langsung mengangkat tubuh Ryana dan hendak mengajak nya pergi.


“Gak mau! Ryana mau sama kak Nasya!” jerit Ryana memberontak dan menepis tangan Nuna.


“Ryana kita harus pulang! Eyang kamu mau bertemu sama kalian! Ayo ikut tante!” kata Nuna dengan paksa, “Ryan ayo kamu bantuin Tante!” seru Nuna begitu kesal.


“Gak usah ikut campur kamu!” tunjuk Nuna dengan marah kepada Riska.


“Aku itu heran, kamu itu manusia apa jin sih? Kalau manusia itu tercipta dari tanah, aku yakin pasti dulu kamu lahir di tanah kuburan yang masih sengketa!” cetus Riska yang semakin membuat Nuna geram.


“Udah serem ada kuburan, pakai sengketa lagi. Katanya duitnya banyak, masa iya tanahnya sengketa,” saut Aqila seraya menahan tawa nya.


“Kalian berdua bener bener!” seru Nuna dan hendak menghajar Aqila dan Riska.

__ADS_1


Tak berapa lama, di saat Aqila dan Riska masih melawan Nuna, tiba tiba pandangan Nasya semakin kabur. Kini posisinya masih memeluk Ryana, dan tiba tiba ia merasa semuanya gelap dan ia jatuh pingsan.


“Nasya!”


Tepat saat Nasya hampir terjatuh, beruntung Adnan datang dan langsung menangkap tubuh Nasya. Sementara Jo, ia langsung menggendong tubuh Ryana.


“Om, kak Nasya Om hiks hiks hiks. Kak Nasya!” kata Ryana yang terus menunjuk ke arah Nasya dan ayah nya.


“Iya, kak Nasya gapapa, ayo kita pulang ya,” kata Jo berusaha menenangkan Ryana., Namun gadis kecil itu masih terus menangis dan terisak melihat keadaan Nasya.


“Yoga, kita ke rumah sakit sekarang!” ucap Adnan dan langsung menggendong tubuh Nasya, dan membawa nya ke mobil.


Sementara itu, Nuna yang melihat kedatangan Adnan dan Yoga yang membawa Nasya pergi langsung menghentikan perdebatan nya. Wajahnya semakin marah dengan tangan yang mengepal kuat, menatap Nasya penuh kebencian.


“Udahlah Na, ikhlas. Berapa tahun kamu ngejar, mau sampai mati pun kalau memang bukan jodoh kamu, ya gak bakal kamu miliki. Meskipun aku gak suka sama kamu, dan mungkin benci juga kali ya. Tapi aku baik, aku hanya memberikan mu nasehat. Coba deh, kamu cicil itu tanah mu biar gak jadi sengketa lagi. Contohnya dengan memperbaiki akhlak kamu dan jalani kehidupan yang bener. Berhenti mengejar yang bukan hak mu, karena akan PERCUMA.” Kata Aqila panjang lebar dan penuh penekanan.


Setelah mengatakan itu, Aqila dan Riska pun memilih untuk pergi menaiki taksi dan menyusul Nasya ke rumah sakit.


...~To be continue .......

__ADS_1


__ADS_2