Belenggu Cinta, pak Duda

Belenggu Cinta, pak Duda
Sakit


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Entah berapa lama, wajah Nasya dan Adnan menjadi semakin begitu dekat. Mata keduanya masih saling menatap satu sama lain dengan sangat intens. Membuat degup jantung keduanya pun semakin tak terkendali.


Deg .. Deg ... Deg ...


“P—Pak ... “ gumam Nasya pada akhirnya membuka suara, ia menyentuh dada nya dengan tangan nya sendiri, karena ia merasakan sesuatu yang aneh di sana.


“Nasya ... “ panggil Adnan juga dengan suara yang begitu lirih.


Entah keberanian darimana, tiba tiba saja Nasya meletakkan telapak tangan nya ke arah dada biang milik majikan nya. Dan betapa terkejutnya dia ketika ternyata irama yang di hasilkan begitu sama dengan apa yang dia rasakan?


“Kenapa?” tanya Adnan pelan hampir seperti orang berbisik.


“B—Bapak ini ... “ Nasya tidak bisa mengutarakan apa yang ia ingin katakan. Tiba tiba saja lidah nya begitu kelu dan suaranya seolah tercengkat di tenggorokan hingga sulit untuk di keluarkan.


“Nasya .. “ panggil Adnan lagi, ia mendekatkan wajahnya untuk semakin dekat dengan wajah Nasya, hingga kini wajah keduanya hanya berjarak beberapa centi saja.

__ADS_1


Sementara itu, Nasya yang melihat wajah Adnan semakin dekat, entah mengapa tiba- tiba saja dia menutup matanya dengan begitu takut, hingga membuat Adnan tersenyum.


“Kamu sering menonton drama korea?” tanya Adnan begitu lembut, seketika membuat Nasya membuka matanya dan kini wajah Adnan tepat berada di wajah nya, bahkan Nasya bisa merasakan hembusan napas Adnan di wajah nya karena sangat dekat.


“B—bapak mau cium saya?” tanya Nasya tiba tiba, yang mana malah membuat Adnan lagi lagi tersenyum menahan tawa.


“Menurut kamu?” tanya Adnan sedikit menggoda.


“G—gak tau.” Jawab Nasya yang langsung memalingkan wajah nya ke samping, tepat nya kini Nasya malah menghadap ke arah dada bidang Adnan karena posisinya masih terduduk setengah rebah di pangkuan Adnan.


“Nasya jawab, apa kamu pernah berciuman? Berpacaran? Atau—“


“Gak ada!”jawab Nasya dengan cepat dan menggelengkan kepala nya.


Adnan semakin mengembangkan senyuman nya. Entah mengapa, mendengar bahwa Nasya benar benar masih polos dan tidak pernah memiliki pacar apalagi berciuman, membuat hati duda dengan dua anak itu terasa begitu bahagia.


“Adnan! Nasya, kalian ngapain?” tanya seseorang seketika membuat keduanya langsung memisahkan diri, begitupun dengan Nasya yang tiba tiba memilih menjatuhkan dirinya di lantai dengan terduduk lemas.

__ADS_1


“Ibu!” seru Adnan ikut terkejut dengan kedatangan orang yang tak lain adalah mertua dari Adnan.


“Nasya, ngapain duduk di bawah?” tanya Olin kian mendekatkan langkah kaki nya.


“A—anu Olin. I—itu .. emmtt ... “ Percayalah kini jantung Nasya semakin tidak sehat. Tubuh nya sudah bergetar hebat di tambah keringat dingin mulai membasahi dahi dan tengkuk nya.


“Kenapa Ibu belum tidur?” tanya Adnan mengalihkan pembicaraan.


“Kalian berdua ini kenapa? Dasar anak muda, di tanya apa jawab nya apa, ckckck!” kata Olin berdecak dan langsung melewati meja makan begitu saja.


“Ibu cuma mau ambil minum aja kok. Ryana bangun minta minum, air di kamar habis,” imbuh Olin seraya mengambil gelas dari lemari.


“Bi—biar Nasya saja Olin yang ambilkan,” kata Nasya hendak bangkit dari posisi nya, namun karena kaki nya terasa begitu lemas, hingga membuat tubuh nya ambruk kembali. Beruntung Adnan masih duduk di sebelahnya, dengan cepat Adnan segera membantu Nasya untuk bangun dan mendudukkan nya di kursi di samping nya.


“Adnan, kamu apain Nasya sampai gak bisa bangun kaya gitu? Jangan macem macem kamu!” ancam Olin langsung menghampiri Nasya.


...~To be continue .......

__ADS_1


__ADS_2