Belenggu Cinta, pak Duda

Belenggu Cinta, pak Duda
Duda posesif


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Hari demi hari berlalu dengan begitu cepat. Kini hubungan Adnan dengan Nasya semakin dekat dan romantis. Namun, semakin lama Adnan semakin posesif dan banyak mengekang pergerakan Nasya. Hanya untuk sekedar ingin berkumpul dengan teman- teman nya saja, Adnan tidak mengizinkan nya.


Padahal, sejak awal bekerja dulu, Nasya selalu di izinkan untuk libur atau cuti selama dua hari dalam satu bulan. Namun berbeda dengan kini, sudah hampir enam bulan dirinya berpacaran dengan bos duda nya, dirinya belum pernah memiliki waktu untuk me time.


Adnan memang tidak mengurung Nasya di dalam rumah, setiap weekend, pasti Adnan akan mengajak Nasya dan anak anak untuk jalan jalan. Namun, tetap saja, Nasya juga ingin pergi bersama teman teman nya. Dan Adnan tidak pernah mengizinkan nya.


“Mass, ya boleh kan? Hanya dua hari loh! Anak anak saja setuju kok,” ucap Nasya yang sejak tadi meminta izin kepada Adnan agar di izinkan untuk mengikuti outbound di kampus nya.


Aqila, Riska bahkan Nuna pun semua ikut. Hanya Nasya yang tidak mendapatkan izin dari bos sekaligus pacar nya.


“Sayang, itu jauh loh. Nanti kalau kamu kenapa kenapa di sana gimana? Aku gak bisa nolong kamu,” kata Adnan menghela napas nya berat.

__ADS_1


“Astagfirullah, Mas. Hanya di bogor loh! Kita setiap weekend selalu ke sana. Terus jauh nya dimana?” keluh Nasya begitu frustasi.


“Nah, kalau setiap minggu kita sudah ke sana, lantas untuk apa kamu ke sana lagi? Memang kamu gak bosen?” tanya Adnan yang begitu pandai memutar balik pembicaraan.


“Tau ah! Nasya kesel sama mas Adnan!” cetus Nasya, lalu ia segera pergi meninggalkan ruang kerja Adnan dan kembali ke kamar.


Jam sudah menunjuk angka sepuluh, Nasya pun langsung mengunci pintu kamar nya agar Adnan tidak bisa masuk. Lalu ia memasang earphone nya dan menyalakan musik dengan volume full agar tidak mendengar lagi suara dari luar.


Pagi harinya, Nasya masih memasang wajah datar nya ketika sedang melayani anak anak untuk sarapan. Bahkan gadis itu belum juga mandi dan berganti pakaian, ia begitu malas untuk pergi kemana mana, bahkan untuk kuliah pun dirinya begitu enggan. Mood nya seketika berubah menjadi buruk terlebih ketika melihat wajah Adnan.


“Kak Nasya kenapa?” tanya Ryana yang sejak tadi begitu peka terhadap perubahan wajah Nasya. Bukan hanya Ryana, Ryan pun merasakan hal yang sama, namun ia sejak tadi masih berfikir dan berusaha menebak, meskipun pada akhirnya dia juga tidak mendapatkan jawaban nya.


“Gapapa Sayang, ayo habiskan sarapan nya. Kakak ke belakang dulu ya, nanti kalian berangkat sama Daddy,” ujar Nasya tersenyum begitu manis kepada Ryan dan Ryana.

__ADS_1


“Kak Nasya lagi berantem ya sama Daddy?” tebak Ryan seketika membuat Adnan langsung tersedak kopi nya.


Uhuukkk hukkk


“Berarti tebakan Ryan benar!” imbuh Ryan yang langsung menatap tajam pada sosok ayahnya.


“Kenapa menatap Daddy seperti itu?” kata Adnan seolah tak suka.


“Daddy apain lagi, kak Nasya nya? Kalau kak Nasya marah, nanti Ryan gak punya temen lagi!” seru Ryan begitu kesal.


Pasal nya, pernah beberapa waktu yang lalu, Adnan dan Nasya juga sedang bertengkar. Hanya masalah sepeleh namun bisa membuat atmosfir di rumah itu terasa begitu dingin dan mencekam. Yang berakhir Nasya tidur bersama Ryana di kamar nya. Sementara Ryan merasa di abaikan dan ikut marah dengan ayah nya.


...~To be continue .......

__ADS_1


__ADS_2