Belenggu Cinta, pak Duda

Belenggu Cinta, pak Duda
Bertemu


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Dorrr!!!


“Astaga!” pekik nasya begitu terkejut, ketika dirinya sedang mengelap meja sambil melamun tiba tiba saja kedua sahabat nya datang.


“Ngelamun aja sih, dari tadi juga di panggil gak nyaut!” kata Aqila lalu ia mendudukkan dirinya di depan Nasya.


“Tau tuh, kamu lagi mikirin apa sih Sya?” tanya Riska ikut duduk di sebelah Aqila.


“Gapapa kok,” jawab Nasya mencoba tersenyum, “Oh ya, si Nuna kapan pulang?” tanya Nasya mengalihkan pembicaraan.


“Gak tau tuh anak, kapan pulang. Waktu itu bilang nya Cuma seminggu tapi ini udah hampir sebulan lebih gak ada kabar lagi. Bahkan nomor nya gak aktif,” kata Riska sedikit menghela napas berat.


Nasya hanya menganggukkan kepala nya, “Oh ya, kalian mau minum apa? Aku buatin ya,” ujar Nasya lalu segera pamit ketika dua sahabat nya memesan minuman nya.

__ADS_1


Beberapa minggu yang lalu, Nuna pamit kepada Nasya dan yang lain nya bahwa dia harus menjenguk nenek nya di luar negri. Dia mengatakan bahwa ia akan kembali setelah satu minggu. Tapi nyatanya hingga satu bulan lebih, Nuna juga belum kembali atau memberikan kabar.


‘Gak Nasya, kamu gak boleh nething. Gak boleh!’ racau Nasya dalam hati sambil menggelengkan kepala nya dengan cepat.


Beberapa saat dirinya kembali melamun sambil membuat minuman, akhirnya nasya sudah selesai dan segera mengantarkan nya kepada dua sahabat nya. Namun, ketika dirinya hendak kembali ke kasir, tiba tiba ia merasa di panggil seseorang yang datang dan ingin memesan.


Deg!


Tiba tiba tubuh Nasya langsung terasa kaku ketika berbalik dan menemukan siapa tamu nya yang datang.


“Kak Nasya!” pekik seorang anak kecil laki laki yang teramat amat sangat ia rindukan. Tanpa di duga, anak itu segera berlari ke arah Nasya dan memeluk nya dengan begitu erat.


“K—kenapa bisa disini?” tanya nasya dengan suara sedikit bergetar menahan tangis.


“Kita ketemu lagi, Ryan kangen banget sama kakak!” kata Ryan dan kembali memeluk Nasya, bahkan anak itu sudah menangis di pelukan Nasya, hingga membuat Nasya semakin tak kuasa menahan tangis nya.

__ADS_1


“Ryan, kamu belum makan. Ayo kita makan dulu!” kata seorang wanita yang tiba tiba saja sudah berdiri di belakang Ryan dan berusaha melepaskan pelukan Ryan dari Nasya.


“Gak mau! Ryan mau sama kak Nasya!” seru Ryan langsung menepis tangan wanita itu.


“Lepasin Ryan!” katanya dengan wajah datar menatap Nasya.


“Ternyata benar kamu,” gumam Nasya tersenyum getir sambil mendongakkan kepala nya ke atas.


“Kamu sudah tidak berhak ikut campur lagi urusan mereka. Kamu udah gak ada hubungan apapun lagi sama mereka, jadi sekarang mendingan kamu lepasin Ryan!” ancam nya setengah berbisik kepada Nasya.


Dada Nasya terasa semakin begitu sesak. Bahkan kini dia sampai menggigit bibir bawah nya agar tidak mengeluarkan suara isak tangis. Ia tidak mau semakin membuat Ryan sedih, jadi Nasya berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis.


“Ryan, lepasin! Kita kesini mau makan! Kenapa kamu jadi begitu sih!” seru saudara kembar Ryan dari tempat tak jauh dari mereka.


“Ryana diem!” kata Ryan tak kalah seru dari suara Ryana, “Kalau kamu mau makan, ya sudah makan saja sana. Aku mau sama kak Nasya!” imbuh nya dengan nada tak suka.

__ADS_1


“Ryan!” tegur sang ayah seolah tidak suka melihat anak nya bertengkar, yang mana malah membuat dada Nasya kian terasa begitu sesak.


...~To be continue .......


__ADS_2