Belenggu Cinta, pak Duda

Belenggu Cinta, pak Duda
Ajakan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Euugghhh!


Nasya mulai mengerjapkan matanya dengan perlahan, setelah hampir dua puluh empat jam tak sadarkan diri. Hal pertama yang ia lihat adalah sosok laki laki yang selama ini ia tunggu dan harapkan, entah mengapa tiba tiba laki laki itu kembali berada di hadapan nya, bahkan menjadi objek pertama yang ia lihat saat sadar dari pingsan nya.


Mungkinkah ia masih bermimpi? Atau apakah Adnan di sana untuk mengucapkan terimakasih? Iya mungkin memang hanya untuk mengatakan terimakasih karena Nasya sudah menyelamatkan Ryana, gumam Nasya dalam hati kecewa.


“Kamu sudah sadar?” tanya Adnan tersenyum lega, ia pun segera menekan tombol emergency untuk memanggil dokter, “Syukurlah,” imbuh Adnan sampai berkaca kaca.


“R—Ryana ... “ gumam Nasya begitu lirih dan hampir tak terdengar karena kondisinya masih begitu lemah.


“Ryana ada di rumah, nanti sore dia akan kesini. Dia tidak apa- apa. Terimakasih,,” ucap Adnan begitu tulus, namun semakin membuat hati Nasya terasa perih.

__ADS_1


‘Sudah ku duga. Kamu disini hanya untuk kata terimakasih, apakah aku terlalu banyak berharap dan percaya diri? Come on Nasya, apa yang kamu harapkan sama calon suami orang.’ Gumam Nasya dalam hati sambil memejamkan matanya erat.


Tak berapa lama, dokter pun datang dan segera mengecek kondisi Nasya. Semuanya bagus dan hanya tinggal pemulihan, tidak ada luka berat, hanya lecet di beberapa bagian dan kakinya sedikit keseleo namun tidak patah, begitulah kata dokter.


“Sya ... “ panggil Adnan pelan, ia memberanikan diri untuk menyentuh tangan Nasya perlahan.


“Maaf Pak, saya ingin istirahat. Bapak sudah bisa pulang, saya sudah tidak apa apa kok,” ujar Nasya mencoba melepaskan tangan Adnan.


“Maaf Pak, bukan saya benci sama Bapak, tapi saya—emmmmmttt.” Ucapan Nasya seketika langsung terhenti ketiak dengan tiba tiba ia merasakan adanya benda kenyal dan lembab yang membungkam bibir nya.


Nasya berusaha memberontak dan melepaskan ciuman dari Adnan, namun ternyata begitu sulit karena Adnan begitu pandai mencengkram tangan nya. Terlebih sebelah tangan nya sedang di infus membuat nya sulit bergerak. Hingga setelah beberapa saat Adnan melepaskan pagutan nya karena sudah kehabisan oksigen.


“Bapak jangan kurang ajar ya! Bapak pikir saya cewek murahan hah!” seru Nasya langsung menangis dan memukul mukul dada bidang Adnan dengan begitu brutal.

__ADS_1


“Pukul aku Sya. Pukul lah, lakukan apapun yang bisa membuat mu lega. Keluarkan semua perasaan kamu, aku tidak apa,” ujar Adnan tiba tiba membuat pergerakan tangan Nasya terhenti.


“Sya, satu tahun aku menunggu kamu. Aku mencari kamu, aku melihat kamu tidak memiliki keberanian untuk mendekat karena aku menghargai kamu. Aku—“


“Bapak itu bukan menghargai saya, tapi karena takut ketahuan calon istri Bapak!” saut Nasya dengan cepat memotong pembicaraan Adnan, “Tolong jangan persulit saya Pak. Sudah cukup hiks hiks hiks. Saya tidak mau di cap pelakor, atau perusak hubungan orang, saya mohon bapak pergi. Jangan sampai Nuna kemari dan marah lagi sama saya,” ucap Nasya masih dengan isak tangis nya.


“Sya, aku dan Nuna tidak memiliki hubungan apapun!” kata Adnan dengan tegas, “Kami hanya di jodohkan tapi aku sama sekali tidak menyukainya apalagi mencintai nya. Aku hanya berusaha untuk memberikan nya kesempatan agar Eyang ku merasa lega, tapi apa? Nyatanya selama ini yang aku ingat dan rindukan hanya kamu Sya. Yang aku sayang dan cintai hanya kamu.” Ujar Adnan panjang lebar dan kembali menggenggam tangan Nasya.


“Sya, aku mohon kembali. Kita bisa memulai semuanya dari awal lagi, dan aku yakin kita bisa meyakinkan Ryana. Selama ini dia sudah di hasut oleh Nuna dan semua yang ia katakan itu adalah ajaran Nuna, bukan hanya ke kamu, tapi kepada semua nya. Aku mohon kembalilah, aku sangat mencintai kamu, dan juga anak anak sangat membutuhkan kamu. Hanya kamu yang bisa mencintai dan menyayangi kami dengan tulus, menerima kami apa adanya dan hanya kamu bisa yang buat kami bahagia.”


“Nasya Andira, aku tidak akan meminta mu untuk menjadi pacar atau kekasih ku, tapi untuk kali ini aku menginginkan kamu untuk menjadi istri ku. Ibu dari Ryan dan Ryana, aku mohon Sya. Menikahlah dengan ku, dan kita bisa membangun semuanya dari awal lagi, karena aku yakin bahwa kamu juga masih mencintai kami.” Ungkap Adnan panjang lebar hingga membuat Nasya speechless dan terdiam seketika.


...~To be continue......

__ADS_1


__ADS_2