
...~Happy Reading~...
Beberapa jam sudah berlalu, dan Nasya hanya duduk berdiam diri di sudut sofa sambil membaca beberapa buku yang berada di ruangan Adnan. Sebenarnya, Nasya sendiri juga tidak tahu mengapa Adnan membawa nya ke kantor. Padahal, dirinya ingin menunggu anak anak di sekolah nya. Setidaknya, kalau di sana dirinya bisa bertemu dengan beberapa ibu ibu yang juga menunggu anak anak nya sekolah. Yang mana bisa membuat Nasya sedikit terhibur.Atau bisa juga Nasya menghubungi sahabat nya agar datang ke sekolah dua R dan bisa makan bersama, bakso misal nya.
Merasa bosan dan jenuh, Nasya pun bangkit dan menghampiri Adnan yang sejak tadi cukup sibuk dengan berkas berkas di meja nya.
“Bapak,” panggil Nasya ketika sudah di depan meja Adnan.
“Hemm,” jawab Adnan tanpa menatap ke arah Nasya.
“Saya bosan loh Pak, saya mau turun boleh? Mau nemuin Yoga,” kata Nasya meminta izin.
__ADS_1
“Yoga sedang bekerja. Dia sudah bukan supir sekarang, jadi jangan ganggu dai.” Kata Adnan lagi, kini jari dan mata nya begitu lincah memeriksa berkas dari map ke laptop secara bergantian sehingga tidak bisa menatap pada Nasya.
“Ckckc terus kalau begini saya mau ngapain coba Pak. Saya bosan banget loh, anak anak masih pulang dua jaman lagi.” Keluh Nasya mendengus kesal.
“Kamu bisa berkeliling kantor ini kalau bosan. Tapi jangan lupa satu jam lagi segera kembali ke sini dan kita jemput anak anak,” kata Adnan memberikan izin.
“Bapak serius?” pekik Nasya begitu senang, “Dari tadi kek, Pak. Ya Allah, saya sudah bosan dari tadi disini, bacain buku yang gak saya ngerti!” katanya lagi, dan tanpa menunggu jawaban dari Adnan, Nasya pun segera pamit undur diri dan bersiap keliling.
Jangan heran mengapa kini Nasya bisa bersikap seperti itu kepada Adnan. Bukan Nasya tidak menghormati Adnan sebagai majikan nya, namun entah mengapa semakin lama ia tinggal satu atap dan selalu bersama setiap harinya, nasya sudah tidak segan lagi kepada Adnan.terlebih Adnan suka sekali menyela pembicaraan nya ketika Nasya sedang bermain dengan anak anak. Hingga membuat Nasya selalu beradu pendapat dan berdebat dengan Adnan.
Sementara itu, Adnan yang melihat Nasya sudah keluar dari ruangan nya. Langsung menyandarkan tubuh nya di sandaran kursi. Ia menghela nafas nya panjang dan kembali terdiam memikirkan kata kata yang di ucapkan oleh Nasya.
__ADS_1
“Memang nya apa yang dia baca” gumam nya penasaran.
Adnan pun bangkit dan menuju sofa yang tadi sempat di duduki oleh Nasya. Adnan melihat ada beberapa buku di meja yang tadi sempat di baca oleh Nasya, ia segera membuka nya dan melihat isi buku tersebut.
‘Dasar bodoh!’ gumam Adnan lalu kembali melemparkan buku tersebut ke sofa.
Jelas saja Nasya tidak mengerti, karena buku yang ia baca adalah buku dengan bahasa Thailand. Yang mana huruf nya sangat berbeda dengan huruf abjad.
Adnan pun kembali mengecek pekerjaan nya. Namun, tak berapa lama, tiba tiba saja ia sudah kembali mendengar ada yang mengetuk pintu ruangan nya.
“Masuk!” jawab Adnan masih sambil fokus dengan pekerjaan nya.
__ADS_1
Ceklek!
“Maaf Pak, i—itu ... “