Belenggu Cinta, pak Duda

Belenggu Cinta, pak Duda
Diamnya Ryana


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Sejak kejadian saat camping saat itu, Ryana menjadi banyak diam saat bersama Nasya. Mungkin Ryana masih terkejut karena melihat ayah nya sedang berpelukan dengan Nasya hingga membuat gadis kecil itu mendiamkan sang pengasuh.


“Kamu kenapa sih?” tanya Ryan ketika sudah berada di sekolah bersama Ryana.


Sejak dari rumah hingga sampai sekolah, Ryana selalu diam dan tidak mau membuka suara. Bahkan ketika di tanya pun dia hanya menjawab dengan anggukan dan gelengan kepala.


“Gapapa, memang nya aku kenapa?” kata Ryana malah balik bertanya.


“Kenapa kamu selalu ketus gitu sama kak Nasya? Memang nya kak Nasya salah apa sama kamu!”


“Gak kok, kamu aja yang selalu belain kak Nasya, jadinya baper. Ryana mau masuk kelas!” kata nya lalu segera melenggang masuk ke dalam kelas. Ya, kini sejak beberapa bulan yang lalu, Adnan sudah tidak mengantar keduanya lagi ke dalam kelas. Bukan karena Adnan berubah, namun karena permintaan Ryan sendiri.

__ADS_1


Sementara itu, di dalam mobil, Nasya masih memandang sekolahan Ryan dan Ryana dengan wajah sendu nya. Entah mengapa, di diamkan oleh Ryana, membuat hati nya terasa begitu sesak. Nasya tidak tau dimana letak kesalahan nya, bahkan semua yang dia lakukan sejak pagi mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari Ryana.


Hanya anak anak, Nasya sellau menanamkan itu dalam hati. Ryana masih anak anak dan dalam masa tumbuh kembang. Tapi entah mengapa, hatinya sakit setiap kali melihat Ryana marah padanya.


Nasya kembali mengingat, kejadian pai tadi ketika dirinya hendak menyiapkan pakaian untuk Ryana.


“Ryana sudah besar, gak mau sama kak Nasya lagi! Kak Nasya bisa pergi!” ucap Ryana yang baru saja keluar dari kamar mandi.


“Kamu kenapa hem?” tanya Adnan dengan lembut menggenggam tangan Nasya yang sejak tadi terlihat sedang melamun.


“Hah, gak kok. Aku gapapa,” jawab nasya dengan tersenyum kikuk, “Hemm, aku langsung ke kampus aja ya,” kata nasya pada Adnan.


“Baiklah,” Adnan pun akhirnya langsung melajukan mobil nya menuju kampus Nasya. Padahal, sebelum nya Nasya meminta agar Adnan mengantarkan nya ke tempat kos Aqila dan Riska, namun kini dirinya berubah pikiran. Nasya ingin segera datang ke kampus saja.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, kini mobil Adnan sudah sampai di kampus. Nasya segera berpamitan dan turun dari mobil. Melihat Adnan yang sudah pergi, Nasya pun segera bergegas untuk masuk ke dalam.


Tujuan Nasya saat ini adalah perpustakaan, ia ingin menenangkan diri dengan membaca. Namun, ketika sedang berjalan, sambil membuka grup chat Wa nya memberitahu kepada sahabat nya bahwa dirinya sudah berada di kampus. Tiba tiba ia tidak sengaja menabrak seseorang hingga membuat keduanya terjatuh.


Brukkk!


“Maaf, saya tidak sengaja,” ucap Nasya tanpa melihat siapa yang dia tabrak.


Tanpa menjawab perkataan Nasya, orang itu langsung pergi begitu saja dan meninggalkan Nasya.


“Siapa ya? Kok muka nya gak asing,” gumam Nasya dalam hati sambil melihat orang yang tadi ia tabrak.


...~To be continue .......

__ADS_1


__ADS_2