
...~Happy Reading~...
Pagi harinya, Nasya terbangun seperti biasa. Namun, wajah nya terlihat begitu menyedihkan dengan lingkaran hitam di mata nya. Bibir yang biasanya selalu tersenyum ceria, pagi ini terkesan datar dan sedih.
"Kak Nasya kenapa? belum mandi ya?" tanya Ryan yang cukup peka dengan keadaan sang pengasuh nya.
Nasya pun menggelengkan kepala nya, "Gapapa kok, cuma ngantuk. Tapi takut mau merem," jawab Nasya dengan menghela nafas nya berat.
"Kenapa takut merem?" kini pertanyaan itu muncul dari bibir Ryana.
Posisi ketiga nya kini tengah berada di meja makan. Semalaman penuh, Nasya tidak bisa tidur karena mengingat sesuatu yang salah.
Pikiran negatif pun juga sudah mulai hinggap di pikiran nya, bahkan dirinya juga sedih kalau ternyata ia memiliki penyakit aneh, padahal umur nya masih sangat muda.
"Gapapa, kalian makan gih, kak Nasya merem sebentar aja ya disini," kata Nasya lalu menyandarkan kepala nya di kursi dan berusaha tidur walau hanya beberapa menit.
__ADS_1
Baru saja dirinya memejamkan mata, tiba tiba ia mendengar suara kursi yang di geser, hingga membuat nya langsung terlonjak dan kaget.
'Astaghfirullah!" pekik nya langsung terbangun dan menatap ternyata Adnan lah yang menarik kursi untuk duduk.
"Bapak!" seru nya lagi, seketika ia langsung menghampiri bos nya tersebut.
"Ada apa? kamu kenapa?" tanya Adnan langsung mengerutkan dahi nya ketika melihat wajah Nasya yang begitu pucat dengan mata panda.
"Pak, disini bapak gak memelihara hantu kan?" tanya Nasya sedikit melirik ke beberapa arah.
"Pak Adnan!" pekik Nasya semakin kesal lantaran untuk kedua kalinya dirinya di sembur kopi.
"Maaf," ujar Adnan spontan langsung mengusap lengan Nasya, "Lagian pertanyaan kamu seperti itu. Gak jelas, tau gak!"
Nasya hanya mendengus, memanyunkan bibir dan sesekali menghentakkan kaki ke lantai, persis seperti Ryana.
__ADS_1
"Nasya tuh ingat banget, semalem Nasya laper, terus masak mie instan. Bahkan Nasya juga buatin bapak kopi. Tapi kok, pas Nasya keluar dari kamar mandi, mie Nasya ilang. Kan aneh Pak. Dapur pun juga kembali bersih seperti sebelumnya. Sumpah ya Pak, semaleman Nasya ketakutan sendiri, takut takut kalau hantu itu beneran ada dan nyamperin Nasya. Bahkan untuk ke kamar mandi lagi aja Nasya tahan sampai pagi.. Atau mungkin Nasya yang pelupa, padahal Nasya gak masak apa apa tapi merasa masak sesuatu. Ih gimana sih, Nasya pusing Pak, semaleman nyari jawaban tapi gak nemu!" cerita Nasya panjang lebar, seketika membuat Adnan membulatkan mata dan menelan saliva dengan susah.
"Memang nya di rumah ada Mie instan kak Nasya? perasaan Daddy selalu melarang ada mie, deh!" saut Ryan yang ikut berbicara.
"Kali aja bener, kalau kak Nasya pelupa. Kan semalem pas di kamar Ryana, kak Nasya udah ngantuk banget!" sambung Ryana sambil memakan sarapan nya.
"Masa sih?" gumam Nasya kembali berfikir keras.
Dirinya sangat yakin bahwa dia memasak sesuatu, tapi bagaimana bisa tidak ada bekas nya. Para temen temen nya sangat tidak mungkin, ada yang menjahili nya karena sudah larut malam.
Ya, mereka semua tahu kalau Nasya type orang penakut soal mistis. Terkadang ia pemberani, namun terkadang dirinya juga sangat penakut.
"Memang nya kamu di kamar mandi ngapain sih? konser!" ucap Adnan menggelengkan kepala nya, karena semalaman ketika dirinya makan mie instan itu cukup lama dan Nasya tidak kembali. Makanya, Adnan berfikir bahwa Nasya tidak jadi memakan nya.
'Bukan salah ku!' gumam Adnan dalam hati nya tidak ingin mengaku.
__ADS_1