
...~Happy Reading~...
Di sebuah malam yang dingin dan begitu panjang, seorang gadis terlihat menatap datar pada api unggun yang tengah berkobar indah di malam itu. Niat hati ingin ikut berlibur bersama teman satu kampus nya, namun ternyata harapan tak sesuai dengan kenyataan.
Entah bisikan dari mana, hingga membuat sang kekasih, yakni sang duda posesif, membuatkan nya sebuah acara camping di halaman belakang rumah. Meskipun terlihat ramai dengan kedatangan para sahabat nya, namun rasanya tetap sangat berbeda.
“Kak Nasya, kok masih cemberut. Masih marah ya sama Daddy?” tanya Ryan yang sejak tadi duduk di sebelah Nasya. Sementara Ryana, anak itu sudah berada di dalam tenda bersama boneka kesayangan nya.
Adnan sengaja membuat camping dadakan di halaman belakang. Tak hanya para sahabat Nasya yang datang dan berkemah, namun juga para pekerja nya di rumah termasuk juga Yoga. Semuanya di wajibkan mengikuti acara camping untuk memeriahkan halaman belakang nya agar Nasya tidak kesepian.
“Hah, enggak kok. Kakak seneng, cuma kesel sedikit aja kok, hehhee,” jawab Nasya sedikit senyum paksa ketika menatap Ryan.
“Lagian ya Sya, aku tuh heran. Kamu gak pernah pacaran, tapi sekalinya dapet pacar posesif akut begini!” celetuk Riska menggelengkan kepala.
“Eh tapi kok aku malah seneng ya kalau dapat pasangan kaya gini. Kaya berasa ada manis manis nya gitu,” saut Aqila tersenyum menerawang.
__ADS_1
“Eh si Nuna kemana? Kok dia belum datang?” tanya Nasya mengalihkan pembicaraan, ia sejak tadi juga mengecek ponsel nya melihat jam yang sudah hampir larut, namun belum ada tanda tanda bahwa Nuna akan datang.
“Macet kali,” jawab Aqila juga mengecek ponsel nya.
“Atau mungkin, dia trauma sama pak Duda kamu,” imbuh Riska terkekeh.
Bagaimana tidak trauma, beberapa hari setelah Nasya dan Adnan jadian. Keduanya tengah jalan berdua, dan saat di dalam Mall, Nasya tidka sengaja bertemu dengan Nuna ketika Adnan sedang pamit ke Toilet. Alhasil, Nasya langsung berpelukan dan mengobrol sebentar dengan nuna.
Karena di bakar rasa cemburu, akhirnya Adnan dengan langkah cepat nya langsung menarik tangan Nasya dan memeluk nya posesif. Bahkan saat itu Adnan hampir saja memukul Nuna, kalau dia tidak mendengar suara asli nya.
“Yuhuuuuu!” pekik Nuna yang baru saja datang langsung berseru dan menunjukkan dua kantung belanjaan di tangan nya.
“Nah kan, panjang umur.” Celetuk Riska terkekeh.
“Ada apa? Pasti lagi gibahin aku ya?” kata Nuna seraya mendudukkan diri di samping Aqila.
__ADS_1
“Darimana aja sih? Kenapa baru dateng?” tanya Nasya mengerutkan dahi nya.
“Darimana?” Nuna mengerutkan dahi nya seraya berdecak, “Kalian berdua gak jelasin sama dia?” tanya nya yang langsung menatap ke arah Aqila dan Riska.
“Hehehe, lupa,” jawab Riska dengan wajah polos nya.
Nuna langsung mendelik tajam melihat dua sahabat nya malah berpura pura lupa, mengapa dirinya bisa telat untuk datang, “Emang kampret ini anak berdua!” sungut nya dengan kesal.
“Emang kamu kemana dulu tadi?” tanya Nasya penasaran.
“Kemana dulu, kamu tahu gak kalau aku tiu udah terdaftar ikut outbound, dan aku sudah di sana Sya. Tapi karena kamu telfon sore tadi, aku langsung pulang ke Jakarta. Bayangin aja macet nya ini, makanya aku telat!” jelas Nuna panjang lebar.
“Maaf Na, habisnya kamu gak bilang. Kalau kamu bilang, gak akan aku maksa kamu buat dateng,” gumam Nasya pelan merasa tak enak hati.
...~To be continue .......
__ADS_1