Belenggu Cinta, pak Duda

Belenggu Cinta, pak Duda
Ke sekolah


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Pagi harinya, Nasya terbangun saat jam sudah menunjuk angka delapan pagi. Mungkin, ini adalah sejarah dalam hidup nya bisa bangun tidur se siang itu. Biasanya dia harus bangun pagi subuh, agar pekerjaan nya segera selesai.


Di mulai dari memasak, membangunkan anak-anak, menyiapkan seragam. Barulah dia membangunkan Adnan, dan menyiapkan pakaian kerja nya. Baru setelah itu Nasya bisa mandi dan bersiap sendiri.


Namun kini, Nasya merasa hidup nya kosong. Jam delapan dirinya baru bangun. Tidak tahu harus melakukan apa, karena dia tidak ada kelas hari ini. Pekerjaan nya juga baru akan mulai nanti siang jam sebelas, karena Nasya mendapat sift siang.


Berulang kali Nasya membuka ponsel nya, keluar masuk grup chat WA nya. Tidak ada apapun, sangat sepi. Lalu jari nya mulai menjelajah, mengetik nama seseorang. Membaca pesan pesan chat yang selama ini dia kirimkan. Hingga tanpa sadar, bibir nya membentuk sebuah senyuman, namun matanya berkaca kaca.


"Kalian sedang apa?" gumam Nasya pelan sambil mengusap layar wallpaper di ponsel nya.


Dimana gambar yang ia pakai adalah foto nya bersama anak anak dan Adnan. Foto yang ia ambil ketika mereka menginap di puncak beberapa bulan yang lalu.


Begitu banyak kenangan antara dirinya dan Adnan serta anak anak nya. Namun kini semua sudah berlalu, dan mungkin tidak akan bisa kembali lagi.

__ADS_1


"Kakak kangen banget sama kalian," gumam Nasya lagi dan kini air matanya sudah mengalir membasahi wajah nya.


"Ryan... Ryana... "


"Apa aku ke sekolah saja?" gumam nya, lalu ia pun segera bergegas untuk mandi dan bersiap pergi ke sekolah anak anak, sebelum berangkat kerja.


Hari jumat, biasanya anak anak akan pulang lebih awal. Nasya segera berdandan dengan sedikit terburu buru. Nasya memasukkan seragam kemeja nya ke dalam tas. Sementara ia hanya memakai celana jins panjang dan kaos polos berwarna putih.


Setelah siap memakai sepatu nya, Nasya segera meraih kunci kosan dan segera memesan ojek online untuk pergi ke sekolahan anak anak.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit. Kini Nasya sudah sampai di sekolahan. Beruntung, Nasya sudah mengenal security di sana, jadi dia bisa di perbolehkan untuk masuk.


"Enggak Pak, saya mau disini aja boleh gak? saya cuma mau lihat mereka aja kok," ujar Nasya meminta izin untuk masuk ke dalam pos security yang berada di samping gerbang. Jadi otomatis bila anak anak keluar, ia bisa mudah melihat dengan jelas tanpa harus bertemu.


Karena sejujurnya nasya masih sedikit takut bertemu dengan Ryana. Ia takut semakin membuat mental Ryana tertekan karena nya.

__ADS_1


"Pak, biasanya anak anak siapa yang jemput?" tanya Nasya kepada scurity.


"Waduh saya gak tau Neng. Saya tidak kenal, kayaknya baru deh," kata scurity itu seketika membuat dahi Nasya berkerut.


"Baru? pengasuh baru, maksud nya?" tanya Nasya bingung.


"Bukan deh Neng, kayaknya bukan pengasuh. Soalnya dia bawa mobil sendiri, dan—"


"Dan, apa pak?" tanya Nasya karena ucapan nya di gantung.


"Nah itu Neng, itu mobil nya. Mobil yang jemput eneng Ryana sama aden Ryan!" kata pak scurity sambil menunjuk ke arah mobil merah yang baru saja masuk ke dalam sekolah.


Deg!


...~To be continue.... ...

__ADS_1


__ADS_2