
...~Happy Reading~...
Semenjak Olin berada di Jakarta, Nasya benar benar merasa sangat terbantu. Karena Ryana lebih banyak menghabiskan waktu dengan Olin, namun tetap saja Ryan masih begitu lengket dengan Nasya. Tapi setidaknya, Nasya tidak merasa memiliki badan terbelah yang akan di jadikan rebutan oleh Ryan dan Ryana. Karena kini Ryana lebih memilih dengan Olin, jadi dia bisa fokus kepada Ryan saja.
Seperti malam ini, setelah Nasya menidurkan Ryan, ia pun segera bergegas turun dan hendak pergi ke kamar nya. Namun, karena dirinya merasa lapar, akhirnya ia memilih untuk memasak makanan terlebih dulu.
‘Kayaknya enak, makan mie sambil nonton drama yang di rekomenin sama Riska kemarin,” celetuk Nasya dan segera mengambil mie instan yang berada di kamar nya.
Memang benar, Adnan melarang orang di rumahnya untuk memakan makanan tersebut, lantaran Adnan takut bila anak anaknya minta dan ketagihan. Namun sepertinya larangan itu tidak berlaku kepada Nasya, karena dia selalu membeli makanan instan dan di sembunyikan di dalam kamar. Namun, Nasya hanya membeli satu dua bungkus saja untuk dia makan bila benar benar dalam keadaan mendesak.
“Heemm, baunya wangi banget, kayaknya enak banget,” gumam Nasya menghirup aroma mie yang baru saja dia masak.
__ADS_1
Baru saja Nasya hendak menyuap makanan nya, tiba tiba saja ia mendengar suara seseorang yang mendekat ke arah nya, “Mie lagi?”
“Bapak!” seru Nasya dan langsung mendongak, “Mau gak?” tawar nya dengan tersenyum lebar, berharap agar tidak mendapatkan ceramah dari majikan nya.
“Kenapa mie lagi?” tanya Adnan menghela nafas nya berat.
“Nasya tuh mau nonton drama korea Pak. Nah, cocoknya makan mie beginian, ini itu rekomendasi dari Riska, dan beneran deh enak banget. Mau cobain gak?” tanya Nasya, namun ia tidak menatap ke arah Adnan, karena dirinya sudah menikmati mie pedas di depan nya.
“Terus drama nya mana?” tanya Adnan lagi, karena dia tidak menemukan Nasya menonton lewat ponsel atau televisi. Saat ini, Nasya berada di meja makan.
Ya, Nasya sudah tahu bahwa tragedi kehilangan mie nya saat itu karena ulah Adnan. Terpaksa, Adnan mengaku karena tidak tega, selama berhari hari, Nasya terus merasa ketakutan dan sulit tidur karena kepikiran soal hantu. Jadilah, saat itu, Adnan mengaku yang mana membuat nya langsung mendapatkan hadiah dari Nasya.
__ADS_1
Bukan hanya Nasya yang memberikan nya hadiah berupa pukulan, namun dari Ryan dan Ryana juga ikut memberikan nya hadiah karena mereka membela Nasya.
“Bapak ihhhh!” seru Nasya dan langsung menggeser posisi duduk Adnan yang kini sudah menduduki kursi yang sebelumnya di duduki oleh Nasya.
Untuk apa lagi, kalau bukan untuk memakan mie buatan Nasya, “Nyicipin gak gini juga Pak!” imbuh nya dengan kesal.
“Jangan pelit pelit Sya, kamu bisa masak lagi nanti. Saya capek loh baru pulang dari kantor,” keluh Adnan yang begitu enggan untuk berpindah posisi.
“Masalahnya, mie nya udah habis. Bapak sendiri yang ngelarang gak bole makan mie, tapi bapak juga yang nyerobot ngabisin mie orang! Saya baru makan sedikit loh, Allahuakbar, jangan di habisiiin!” rengek Nasya lalu ia segera merebut sendok di tangan Adnan.
Ya, kalau dia tidak bisa merebut kembali kursi yang di duduki oleh Adnan, setidaknya, Nasya bisa merebut makanan nya dan menggeser makanan tersebut.
__ADS_1
Dan terjadilah aksi saling berebut mie instan antara Adnan dan juga Nasya. Karena keduanya tidak ada yang mau mengalah, membuat tubuh Nasya kurang seimbang hingga hampir terjatuh. Namun, beruntung karena Adnan segera dengan sigap menahan tubuh Nasya, hingga membuat gadis itu kini berada tepat di pangkuan Adnan.
...~To be continue .......