Belenggu Cinta, pak Duda

Belenggu Cinta, pak Duda
Ingin es krim


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Tante, Ryana mau beli itu dulu,” ucap Ryana menunjuk salah satu pedagang si depan sekolahan nya.


“Gak boleh! Udah keburu panas ini, ayo buruan pulang!” kata Nuna dengan malas, sebenarnya ia begitu malas menjemput anak anak. Namun ia terpaksa karena ini adalah perintah dari Eyang Liana yang menyuruh nya untuk menjemput anak anak dan membawa nya ke rumah Eyang.


“Tante kenapa parkir mobil nya di sana. Kalau panas harusnya disini aja, Ryana gak mau ke seberang!” tolak Ryana memanyunkan bibir nya dengan kesal.


“Kamu cerewet banget sih, buruan ayo jalan. Oh ya Ryan mana?” tanya Nuna, dan tak berapa lama Ryan nampak berlari ke arah mereka, “Nah ini dia, ayo buruan.”


“Ryan, aku mau itu,” ucap Ryana sedikit berbisik kepada Ryana dan menunjuk salah satu pedagang es krim yang ia inginkan sejak tadi.


“Ryan, Ryana ayo buruan!” seru Nuna dengan nada kesal, “Kalau kalian gak mau, tante akan tinggalin kalian disini!” ancam nya menatap tajam.


“Ya udah tinggal aja, nanti juga Daddy atau om Yoga jemput kok,” balas Ryana dengan menantang.


“Ryana ... kamu mau lihat tante marah lagi? Hemm?” ancam Nuna dengan nada halus namun terdengar menyeramkan.

__ADS_1


“Tante kenapa harus kaya gini sih!” ucap Ryan kesal, “Selalu saja mengancam. Gara gara tante, Ryana jadi penakut sekarang!”


“Gak usah banyak bicara, ayo sekarang jalan.” Kata Nuna dengan kesal dan ia mendorong dorong tubuh Ryan dan Ryana untuk menyebrang jalan.


“Tapi Ryana mau es krim itu,” kata Ryana masih merengek menginginkan es krim.


“Nanti kamu bisa beli kalau sama Daddy kamu! Jangan sekarang!” ucap Nuna begitu frustasi. Rasanya ia begitu lelah harus berpura pura selama ini.


Dirinya bukanlah pemilik hati yang lembut dan sabar. Bila boleh berkata jujur, Nuna sangat membenci anak kecil. Dan bila nanti dirinya jadi menikah dengan Adnan, Nuna sudah memiliki niat untuk memasukkan kedua anak tuyul itu ke pesantren atau tidak ke rumah nenek dari ibu kandung nya, yakni Olin.


“Terserah, sana pergi. Ayo Ryan sekarang kamu aja yang ikut tante,” ucap Nuna dan langsung menarik tangan Ryan.


“Gak mau, kalau Ryana gak pergi ya udah Ryan juga enggak. Tante aja yang pergi sendiri, Ryan nunggu om Yoga aja!” tolak Ryan, namun tangan nya yang sudah terlanjur di cengkram erat oleh Nuna akhirnya begitu sulit untuk Ryan melepaskan diri.


Akhirnya mau tak mau, Nuna menuruti kemauan anak anak untuk membeli es krim terlebih dulu.


“Mau rasa apa?” tanya pedagang es krim itu.

__ADS_1


“Aku mau strawberry!” pekik Ryana dengan senang, “Dan Ryan coklat!” imbuh nya.


Wajah Ryana begitu sumringah dan bahagia mendapatkan es krim yang ia inginkan. Sementara Ryan, ia masih nampak diam dan kesal sediri karena ayah nya belum juga datang untuk menjemput, yang mana itu berarti dirinya harus benar pulang dengan tante Nuna.


“Sudah kan, sekarang kita pulang!” cetus Nuna setelah membayar es krim tersebut.


“Ryana mau makan es krim dulu,” kata Ryana seraya membuka bungkus es krim nya.


“Makan di jalan aja, udah di tungguin ini.” ucap Nuna berdecak. Lalu ia segera mengajak keduanya masuk ke dalam mobil. Sambil membalas pesan chat dari papa nya, Nuna berjalan lebih dulu dari anak anak. Sementara Ryana yang tengah asik memakan es krim nya sambil berjalan, tidak begitu waspada bila ternyata ada sebuah motor yang melaju cukup kencang ke arah nya.


“Ryana awasss!”


Braakkkk!


...~To be continue ......


...Beberapa part lagi end ya ......

__ADS_1


__ADS_2