Belenggu Cinta, pak Duda

Belenggu Cinta, pak Duda
Rumah sakit


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Begitu sampai di rumah sakit, Adnan langsung mengangkat tubuh Nasya dan menggendong nya kembali. Ia berjalan dengan begitu cepat untuk membawa Nasya ke ruang UGD. Meskipun sudah ada beberapa perawat yang menghampirinya dan menyuruh agar Adnan meletakkan Nasya ke atas brankar, namun laki laki itu menolak dan tetap kekeuh ingin menggendong Nasya sampai UGD.


“Maaf anda tidak bisa disini, silahkan keluar dan kami akan segera memeriksa nya,” ujar dokter memaksa Adnan agar keluar.


Adnan tidak punya pilihan, ia hanya bisa mengangguk dan terpaksa keluar dari ruangan itu. Di luar, Ryana yang melihat ayah nya berjalan dengan begitu lesu, langsung berontak dari gendongan Yoga dan menghampiri sang ayah.


“Kamu gapapa, Sayang?” tanya Adnan dan langsung memeriksa kondisi anak nya.


“Ryana takut hiks hiks hiks.” Kata Ryana kembali terisak, lalu ia pun menceritakan semua kejadian nya kenapa Nasya bisa terluka seperti itu.

__ADS_1


Sementara itu, Ryan sejak tadi hanya diam dan terus berdoa untuk kesembuhan Nasya. Anak itu juga menangis, tapi ia tidak se histeris Ryana.


“Om,” panggil Ryan mendongak menatap pada Yoga.


“Ada apa?” tanya Yoga langsung mengalihkan pandangan ke arah Ryan.


“Kenapa Om telat jemput nya? Harusnya om datang dari tadi, jadi tante Nuna gak bisa maksa kami. Harusnya om dan Daddy yang jemput. Kenapa harus tante Nuna?” tanya Ryan sambil menundukkan kepala nya.


“Nuna?” gumam Yoga dengan dahi berkerut, tadi ia begitu panik sehingga tidak begitu memperhatikan adanya Nuna di sana. Yang ia lihat hanya dua sahabat Nasya, dan memang ada satu orang lagi namun Yoga pikir itu adalah orang yang sudah menabrak Nasya. Tanpa ia tahu bahwa itu adalah Nuna, dan orang yang menabrak Nasya langsung kabur karena takut di amuk oleh masa.


“Tadi Ryan lihat, Ryana jalan di belakang sambil makan es krim, terus tante Nasya teriak dan meluk Ryana. Ryan mau tolongin tapi gak boleh sama tante Nuna. Tante Nuna juga Cuma diem aja gak mau bantuin kak Nasya, Ryan kasihan sama kak Nasya hiks hiks.”

__ADS_1


“Haiss, cewek itu lagi,” gumam Yoga dengan pelan, lalu ia segera memeluk Ryan untuk menenangkan nya. Meskipun Ryan terlihat kuat dan tegar, namun Yoga tau pasti anak itu trauma serta terkejut karena melihat kejadian itu tepat di depan matanya. Dimana dua orang yang dia sayangi hampir tewas tertabrak mobil.


“Tante Nuna itu jahat Om. Ryan gak mau kalau tante Nuna jadi Mommy nya Ryan. Kasihan Ryana Om,” ujar Ryan lagi.


“Kenapa dengan Ryana?” tanya Yoga penasaran.


Dan akhirnya Ryan menceritakan semuanya kepada Yoga. Apa saja yang ia tahu tentang Nuna dan Ryana. Dimana Nuna selalu menghasut dan mencuci pikiran Ryana, agar membenci Nasya. Bukan hanya Nasya, bahkan semua orang yang memiliki pekerjaan di bawah nya pun ia benci. Sikap Arogan Ryana semakin menjadi, ia semakin tidak menyukai kalangan bawah.


Pembantu, supir, bahkan pedagang kecil semua ia benci. Dan itu semua karena ulah Nuna. Dia berhasil mencuci otak Ryana untuk menjadi orang sombong. Dan juga tak jarang Ryan mendengar bahwa Nuna mengancam Ryana agar setuju dan membantu membujuk ke ayahnya agar segera menikahi Nuna.


“Ryan udah coba bilangin ke Ryana. Tapi Ryana gak mau dengerin Ryan Om,” imbuh Ryan lalu menghela napas nya berat.

__ADS_1


‘Emang dasar cewe bangsatt sih!’ umpat Yoga dalam hati dengan mengepalkan tangan nya kuat. Ia tidak menyangka bahwa ternyata Nuna bisa bersikap sejauh itu hanya untuk mendapatkan Adnan.


...~To be continue......


__ADS_2