
...~Happy Reading~...
“Kak Nasya, memangnya tadi kemana sama Day? Kenapa harus dandan begini?” tanya Ryan yang sejak tadi tiada henti menatap kakak pengasuh nya.
Padahal ini jadwal anak anak untuk tidur siang, bahkan kini Ryana sudah terlelap. Hanya saja, entah kenapa sejak tadi Ryan tidak mau tidur, dia malah terus menatap wajah Nasya dengan begitu intens.
“Gak kemana- kemana Ryan! Tadi kakak ke kantor Daddy, terus, bajunya kotor. Ya udah, Daddy beliin kakak baju ke tempat om Bara. Jadi ini semua kelakuan om om cantik itu,” jawab Nasya seraya menghela nafas nya kasar, “Ryan, kamu tidur gih. Ryana sudah tidur loh. Bentar aja gapapa yang penting tidur,” bujuk Nasya sambil sesekali menguap.
“Ryan gak mau tidur. Satu hari ini aja, Ryan mau sama kakak, gak mau tidur,” kata Ryan sedikit mendengus, “Kalau kak Nasya ngantuk, kakak tidur aja disini sama Ryan!” ajak nya lagi dengan tersenyum lebar.
Karena nasya memang sangat mengantuk, akhirnya Nasya menerima tawaran Ryan. Dia yang awalnya hanya duduk bersandar di headboard kini ia merebahkan kepala nya dan hendak memejamkan mata. Sementara Ryan, entah mengapa dia begitu bahagia ketika melihat Nasya berada di dekatnya.
“Ryan mau di peluk sama kakak,” ucap Ryan tiba tiba dan langsung mendekatkan diri kepada Nasya.
__ADS_1
“Sini,” gumam Nasya dengan suara serak, ia pun segera memeluk Ryan dan terlelap.
Ryan, yang awalnya tidka ingin tidur, setelah di peluk oleh Nasya dan merasakan kenyamanan, kini dirinya ikut terlelap hingga keduanya sama sama tidur dalam satu tempat tidur.
Tak berapa lama, tiba tiba pintu kamar Ryan terbuka, seorang anak gadis kecil terlihat begitu kesal lantaran dirinya di tinggal sendirian dan hampir saja menangis. Namun, ketika dia melihat saudara kembar nya tengah tertidur dengan di peluk oleh kakak pengasuhnya, akhirnya ia ikut merangkak ke atas tempat tidur dan tidur di sebelah Nasya.
Nasya yang merasakan sedikit sempit akhirnya menggeser tubuh nya dan merubah posisi nya menjadi terlentang. Kini, dirinya benar benar di apit oleh dua anak manusia yang ia asuh beberapa bulan terakhir ini.
Sementara itu, Adnan yang baru saja pulang dari kantor, padahal ini baru jam lima kurang. Dirinya langsung masuk dan mencari keberadaan anak- anaknya. Tapi ternyata dia tidak menemukan suara apapun, setelah bibi mengatakan bahwa sedang tidur siang, akhirnya Adnan menganggukkan kepala nya dan langsung naik ke lantai atas.
Ceklek!
Adnan membuka pintu kamar Ryana, dan ternyata kosong. Ia pun beralih ke sebelah dan baru menemukan anak anaknya sedang tertidur dengan memeluk Nasya yang berada di tengah tengah.
__ADS_1
Glek!
Lagi dan lagi, kini Adnan di buat terpaku oleh penampilan Nasya. Bila tadi pikiran nya sudah di buat kacau, lantaran melihat bibir merah milik Nasya, kini dirinya kembali terpaku ketika melihat posisi Nasya yang tertidur bersama dua anak nya.
“Ckckck, dasar bocah ceroboh! Bagaimana kalau ada laki laki masuk kesini!” umpat Adnan dalam hati dan berdecak, ia pun segera menarik selimut untuk menutupi kaki jenjang milik Nasya yang begitu mulus meskipun tidak begitu terang.
Ya, Nasya memiliki kulit yang tidak terlalu putih, namun juga tidak begitu gelap. Kulit khas Indonesia, begitu manis dan mungkin legit, batin Adnan semakin menggelengkan kepala nya.
‘Shitt!’ umpat nya lagi, ketika dirinya sudah tidak bisa menahan sesuatu, akhirnya ia segera berlalu keluar dari kamar Ryan dan kembali ke kamar nya sendiri untuk berolah raga sekaligus membersihkan diri agar lebih fresh.
...~To be continue .......
...“Adnan mau mandi, jadi jangan pada oleng pikiran nya ya!” wkwkwkwkkwkw 🤭🤭🙈🙈🙈...
__ADS_1