
...~Happy Reading~...
Belum sempat Nasya menjawab pernyataan Adnan. Tiba tiba pintu kamar nya terbuka, dan muncullah dua tuyul yang tak di undang itu mengganggu sesi lamaran Adnan.
“Kak Nasya!” teriak Ryan dan Ryana ketika membuka pintu ruang perawatan Nasya. Keduanya langsung berlari dan menghambur memeluk Nasya, bahkan kini Ryana sudah ikut menaiki brankar dimana Nasya terbaring.
“Ryana, hati hati!” pekik Ryan merasa takut bila Ryana akan menyakiti Nasya.
“Kakak gapapa,” ujar Nasya tersenyum kepada Ryan.
“Kakak ... “ panggil Ryana pelan dan menatap wajah Nasya dengan tatapan penuh rasa bersalah.
“Ada apa?” tanya Nasya dengan lembut, kini tangan nya mulai membalas genggaman tangan Ryana.
“R—Ryana ... emmtt ... “ Gadis kecil itu terlihat begitu gelisah dan takut sambil menggigit bibir bawah nya.
“Ayo Ryana, katakan!” kata Ryan mendesak.
__ADS_1
“Aa apa Sayang? Hem? Jangan takut, katakan,” ujar Nasya berusaha untuk menenangkan Ryana dan meyakinkan nya.
“K—kalau Ryana minta maaf, kak Nasya mau maafin Ryana gak?” tanya nya begitu pelan dan hampir tidak terdengar.
“Ryana ngomong nya yang bener! Tadi janji nya gimana!” kata Ryan mendengus dan sedikit mendorong bahu saudara kembar nya.
“Ryan ih sakit! Tunggu dulu! Kamu gak sabaran sih!” seru Ryana dengan kesal dan langsung memanyunkan bibir kepada Ryan.
Adnan dan Nasya pun seketika langsung saling menatap dan bingung melihat interaksi kedua tuyul tersebut.
Ryana menarik napas nya dengan panjang lalu memberanikan diri untuk menatap Nasya.
“Kata miss Yuni, kalau ada orang yang minta maaf harus di maafkan. Dan sekarang Ryana lagi minta maaf sama kak Nasya. Maafin Ryana ya kak, dan Ryana mau kakak kembali lagi, Ryana selalu kangen sama kak Nasya. Tapi Ryana gak berani bilang karena Ryana takut. Ryana takut kalau kak Nasya gak mau maafin Ryana dan gak mau ketemu Ryana lagi. Ryana takut kalau kak Nasya—“
“Kakak sudah maafin Ryana,” jawab Nasya dengan cepat memotong pembicaraan Ryana.
Hingga seketika membuat mata gadis itu langsung berbinar ceria, “Kak Nasya beneran udah maafin Ryana?” pekik nya bahagia.
__ADS_1
“Iya Sayang. Kaka sudah maafin kamu,” ujar Nasya lagi dan tersenyum, dan Ryana pun langsung memeluk nasya dengan begitu erat hingga membuat Nasya langsung terkejut dan memejamkan mata karena menahan rasa sakit di tubuh nya.
Beruntung, Adnan melihat ekspresi Nasya yang seperti menahan sakit, hingga membuatnya dengan cepat menarik tubuh putri nya agar melepaskan pelukan nya kepada Nasya.
“Ryana, kak Nasya masih sakit,” ujar Adnan menghela napas nya panjang.
“Ryana lupa, maaf,” cicit Ryana pelan seraya menggigit bibir bawah nya.
“Gapapa kok,” kata Nasya tersenyum walau masih sedikit sakit.
“Kamu itu selalu aja gak apa apa, jangan apa apa gapapa Saya. Kalau emang sakit bilang sakit. Jangan semuanya serba gapapa!” ucap Adnan menghela napas kasar dan menggelengkan kepala.
“Kenapa bapak yang marah sih!” keluh Nasya mendengus dan memalingkan wajah nya kesal.
“Kamu belum jawab pernyataan aku tadi!” ucap Adnan tanpa memperdulikan ucapan Nasya.
“Sa—saya ... “ nasya begitu bingung harus menjawab apa tentang pernyataan Adnan tadi, hingga tiba tiba ...
__ADS_1
“Mommy ikut pulang sama kita ya!” ucap si kembar secara bersamaan seketika membuat Nasya langsung terdiam dan menatap dua anak kecil di depan nya yang tengah memasang wajah tersenyum polos nya.