
...~Happy Reading~...
“Kalian temenin aku yuk,” kata Nasya masih berusaha membujuk kedua sahabat nya agar mau mengantarkan dirinya ke sekolah anak anak.
“Astaga, mau ngapain lagi sih, Sya? Bukannya kemarin di kampung, kamu udah ketemu sama mereka?” kata Aqila menghela napas nya berat.
“Iya Sya, bukannya kamu udah ketemu. Dan juga, kamu gak kapok sama kejadian waktu itu?” saut Riska berdecak kesal.
Nasya terdiam dan mengingat kembali kejadian beberapa bulan yang lalu. Dimana dirinya menemui anak anak, namun malah mendapatkan cacian pedas dari Ryana serta Nuna. Tak hanya itu, bahkan tubuh Nasya juga di dorong cukup keras oleh Ryana, itulah yang membuat kedua sahabat Nasya merasa kesal dengan Ryana yang bagi mereka adalah iblis cilik.
__ADS_1
“Masa kalian dendam sama anak kecil sih?” ucap Nasya menghela napas berat, “Aku cuma mau beliin es krim aja kok. Ini tuh udah janji ku sama Ryan dari kapan tahu. Aku Cuma takut, nanti aku gak ada kesempatan lagi buat ketemu apalagi membelikan mereka es krim,” kata Nasya yang wajah nya langsung berubah menjadi sendu.
“Plis Sya, kamu itu Cuma pergi dua semester. Gak lebih kan?” kata Riska menatap Nasya kesal.
“Aku juga gak tahu. Gimana nanti kalau ternyata aku bisa lebih lama di sana, atau bahkan malah gak bisa balik. Bisa aja kan nanti pesawat ku jatuh terus aku mati terus aku—“
“Sya, jangan mulai lagi deh. Daripada kaya gini, mending cancel aja kepergian kamu, aku gak mau kamu pergi kalau kaya gini!” cetus Aqila semakin sebal dengan sahabat nya.
Akhirnya, mau tak mau Aqila dan Riska menemani Nasya untuk pergi ke sekolah anak anak. Jadwal kuliah hari ini kosong, dan tadi Nasya juga sudah mulai mengundurkan diri dari pekerjaan nya. Untuk bekal nya nanti di luar negri, Nasya tidak terlalu khawatir, karena ia memiliki teman yang ternyata ada saudara di sana membuka usaha. Dan Nasya sudah di janjikan boleh bekerja di sana sambil kuliah.
__ADS_1
Dengan menggunakan taksi online, kini akhirnya ketiga gadis itu sudah sampai di sekolah SD PELITA. Tempat sekolah Ryan dan Ryana. Dan ketika Nasya sampai bertepatan dengan anak anak yang baru pulang sekolah. Belum jam nya, namun sepertinya hari ini anak anak pulang cepat. Nasya dan teman teman nya memilih untuk tidak masuk ke dalam sekolah dan menunggu di tempat yang sedikit agak jauh dari sekolah.
“Sya, itu bukannya si Nuna?” tanya Riska mengerutkan dahi sambil menunjuk seorang gadis yang tengah bersandar di mobil nya sambil memainkan ponsel di seberang jalan.
“Iya, mungkin dia mau jemput anak anak,” kata Nasya sedikit kecewa karena merasa terlambat.
“Kamu yakin, masih mau nemuin anak anak mantan kamu?” tanya Riska Aqila meyakinkan.
“Iya, hanya sebentar kok,” kata Nasya lalu dia mengajak kedua sahabat nya untuk mendekati sekolah dan hendak masuk.
__ADS_1
Namun, setelah beberapa langkah, ia melihat Ryana sedang berjalan sendirian dan segera di hampiri oleh Nuna. Beberapa saat keduanya mengobrol, tiba tiba Ryan datang dan bergabung dengan Nuna dan Ryana. Sejujurnya, hati Nasya terasa begitu sesak melihat pemandangan itu, meskipun kini dirinya sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan Adnan, namun ia masih begitu menyayangi mereka. Dan bolehkah bila Nasya cemburu? Salah kah? Batin Nasya menarik napas panjang. Rasanya dia benar benar ingin segera berangkat ke Korea agar tidak lagi melihat keharmonisan keluarga baru dua R.
...~To be continue .......