
...~Happy Reading~...
Pagi harinya, Nasya membuka matanya ketika mendengar suara di luar tenda nya sudah begitu riuh ricuh. Menghela nafas nya sedikit berat, ia kembali mengingat kejadian semalam, dimana dirinya tertidur di bahu Adnan, membuat nya sedikit mengulum senyum.
Nasya pun berniat untuk segera bangun, namun tiba tiba ia merasa ada sesuatu yang menahan nya. Dan baru ia sadari bahwa ada tangan kekar yang melingkar di perut nya, Nasya segera menolah ke belakang dan melihat sang kekasih yang masih tertidur lelap.
Glek!
Jantung Nasya semakin berdetak begitu kencang. Semalam dirinya tidur bersama dengan Adnan. Benarkah? Batin nya tak percaya. Meskipun mereka tidak melakukan apapun, namun tetap saja membuat Nasya begitu gugup dan canggung.
“M—Mas ... bangun,” panggil Nasya sedikit mengguncang bahu Adnan dengan pelan.
Tidak ada pergerakan apalagi jawaban dari sang empu nya, hingga membuat Nasya semakin bingung.
“Mas Adnan bangun, di cariin sama anak anak itu,” bisik Nasya lagi yang takut bila suara nya terdengar hingga luar dan menimbulkan fitnah bahwa dirinya tidur berdua dengan Adnan.
“Lima menit,” jawab Adnan yang masih dengan mata terpejam.
__ADS_1
“Ih gak mau lima menit, sekarang! Pokok nya sekarang, itu nanti Ryan sama Ryana nyariin kamu loh,” kata Nasya lagi sedikit memanyunkan bibir nya kesal.
Dengan tiba tiba, Adnan langsung membalikkan tubuh Nasya hingga kini menghadap ke arah nya. Keduanya saling berhadapan, dengan wajah yang saling berdekatan hanya berjarak beberapa centi saja.
“M—mas ... “ gumam Nasya pelan sambil menggigit bibir bawah nya, ia semakin gugup tatkala Adnan kini sudah mulai menyentuh wajah nya.
Jantung Nasya pun semakin tak terkendali. Dengan perlahan namun pasti, Adnan semakin mendekatkan wajah nya dan tangan yang semakin intens menyentuh wajah Nasya.
“Jangan menggoda ku pagi pagi,” bisik Adnan seraya menyentuh bibir Nasya, “Bibir ini sangat cerewet,” imbuh nya dengan tersenyum.
“Jangan memanyunkan bibir seperti ini. Kamu tahu, aku selama ini sudah berusaha menahan nya,” ucap Adnan begitu lirih dan semakin intens menyentuh bibir Nasya.
“Menahan apa? Kamu mau ke toilet?” tanya Nasya dengan polos nya, seketika ia segera beranjak untuk bangun, “Buruan gih!” kata Nasya, namun Adnan malah memejamkan matanya dengan senyum getir di wajah nya.
Adnan menghela napas nya kasar, lalu ia menarik tangan nasya yang sedang posisi duduk, hingga kini Nasya menindih dada bidang Adnan.
Tanpa berkata atau meminta izin, Adnan langsung menyentuh tengkuk Nasya dan menekan nya, hingga kini bibir keduanya saling bertemu dengan mesra.
__ADS_1
Sementara Nasya, gadis itu langsung membulatkan mata nya dengan sempurna ketika bibir Adnan sudah menyentuh bibir nya. Semakin dalam, Adnan semakin menekan tengkuk Nasya semakin dalam lagi, hingga kini Adnan semakin leluasa mencium nasya.
Adnan menggigit bibir Nasya dengan lembut hingga membuat Nasya seketika langsung membuka mulut nya. Seolah mendapatkan lampu hijau, Adnan pun langsung menerobos dan menjelajah memasuki dan mengabsen setiap rongga di dalam mulut Nasya.
Sangat nikmat, karena Adnan sudah sangat lama tidak merasakan sebuah kecupan dari seorang wanita. Sementara Nasya yang masih begitu minim pengetahuan, hanya bisa diam dan memejamkan matanya mencoba menikmati setiap rasa yang di berikan oleh Adnan.
‘Meskipun cerewet, tapi sangat manis,’ bisik Adnan begitu lembut ketika sudah melepas pagutan bibir nya.
Bug!
Seketika nasya langsung memukul dada bidang Adnan, dan ia langsung menyembunyikan wajah nya di ceruk leher Adnan karena malu.
“Aduhh, kenapa?” tanya Adnan menahan geli karena Nasya terus bergerak gelisah di leher nya.
“Haaaa aku maluuu!” rengek nya persis seperti anak kecil, hingga membuat Adnan semakin tergelak begitu kencang.
...~To be continue .......
__ADS_1