
Seketika gadis itu tambah panik saat pria itu memaksanya memakan obat yang telah dikeluarkannya. Rifqi masih memiliki satu cara untuk meminumkan obat tersebut untuk gadis di depannya, yaitu dengan lewat mulut ke mulut.
Rifqi mulai memakan obat tersebut, dan mendekatkan wajahnya lagi ke gadis di depannya itu, karena cukup lama pemberontakan itu, membuatnya sedikit ikut merasakan efek tidur dalam obat tersebut.
Setelah merasakan efek tidur di tubuhnya, membuatnya langsung menelangkupkan tangannya di kedua pipi gadis tersebut dan langsung menyalurkan obatnya ke dalam mulut gadis itu, dan berakhir dengan ciuman panas Rifqi, supaya gadis itu menelan obatnya.
Setelah dia merasa gadis tersebut telah menelan obatnya, saat nya kini, Rifqi menciumi leher gadis itu dengan rakus. Gadis itu tampak sudah lelah dan ia menyerah jadi ia terima perlakuan Rifqi.
Rifqi terus menghisap dan menghujani ciuman pada gadisnya itu. Dia bahkan sudah merasakan panas gairah di tubuhnya, dan melempar asal baju yang ia kenakan. Dia juga mulai membuka paksa baju yang gadis itu kenakan.
" Jangan kak, jangan....." ucap gadis itu terus memohon dan terus menangis.
" Kak, jangan ku mo..hon... " ucap nya dan langsung tertidur efek obat tadi.
Rifqi senang ketika melihat gadisnya telah terkena efek obat tersebut, dia kemudian membuka paksa baju yang gadis itu kenakan.
~\=~~
Pukul jam 5, Rifqi sudah terbangun karena mendengar ketokan pintu dari luar yang dianggapnya, mamanya. Kemudian ia mulai membuka kunci pintu dan langsung dibuka paksa oleh lelaki yang masih aku belum sadar siapa itu dan bebarengan seorang wanita yang langsung masuk.
Dia mulai mengucekan mata dan dia baru sadar, ketika lelaki itu menampar pipinya. Dia langsung ingin kaget dan binggung atas apa yang terjadi saat ini.
" Apa yang kamu lakukan pagi pagi dikamar anak saya, HAH??? " tanyanya sambil menatap tajam ke arahku.
" Maksud anda apa? " tanya ku masih binggung.
" Masih banyak alesan kamu, apa yang kamu lakukan pada anakkku, " dia memberi kode untuk melirik ke belakang.
Aku langsung saja berbalik badan, sungguh terkejut saat sesuatu yang ku lihat. Terdapat gadis yang tertidur membelakangi ku, dengan punggung yang hanya terikat kain bra, aku langsung menutup mulutku dengan kedua tanganku, aku sungguh terkejut.
Apa lagi saat melihat bercak darah di seprai putih yang membuatku teringat kejadian yang telah berlalu. Tapi aku hanya teringat menciumnya saja, tidak lebih.
" ...Apa kau mau beralasan lagi? HEH? DASAR LELAKI BEJAT, KAU!!!!! kata lelaki di depanku menamparku lagi. Membuat darah segar di bibirku mengalir.
" aku minta maaf, pak, atas kesalahanku karena telah mengambil keperawanan putri, bapak, sungguh waktu itu aku sedang mabuk, jadi aku tidak tau jika telah melakukan kesalahan yang sangat fatal, " kataku menyadari kesalahan ku.
" DASAR BRENGSEK KAU!!!! " kata lelaki yang ada di depanku yang langsung di tenangkan oleh wanita yang ada di sampingnya yang ku tebak jika itu istrinya.
" Sabar yah, biarlah dia bertanggung jawab atas ulah nya, " ucap ibu didepanku sambil menangis.
" Aku pasti bertanggung jawab om, aku akan menikahi anak om.. " ucapku serius.
" Aku tak sudi mendapat menantu seperti, kau!!! "
" Sayang biarkan anak itu bertanggung jawab, kita harus menikahkan mereka karena semua ini udah terjadi, yang.. "kata ibu itu terus saja menenangkan suaminya.
__ADS_1
" Baiklah cepat, panggil orang tua mu dan bawa kesini, aku akan menikahkan mu sekarang ini juga, "kata lelaki itu serius.
" baiklah om,, " ucapku pasrah.
Aku langsung pamit ke kamar ku yang ternyata ada disebahnya, karena aku masuk di kamar nomer 272 bukan 273 aku sungguh menyesal dengan apa yang ku perbuat.
Ketika aku telah masuk aku langsung membersihkan diri, dan kemudian langsung menghubungi orang tuaku untuk segera datang di hotel. Dan setelah itu akhirnya aku menikahinya.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
" .....jadi ya setelah itu gue menikahi nya dan syukurnya kami bisa menerima dengan lapang dada " lanjutnya.
" Apakah kamu ngga nyesel nikahi dia tanpa dasar rasa cinta,? "tanyaku penasaran.
" Awalnya sih gue ngga terima dengan pernikahan ini, karena gue masih ngga percaya kalo waktu itu gue udah apa-apain dia tapi sampai sekarang gue belum bisa buktiin kebenaran itu,
aku dan dia udah berencana untuk melakukan layaknya hubungan suami istri saat dia sudah lulus, dan jadilah gue sampai sekarang masih menunggunya,
tapi gue bersyukur akhirnya gue bisa mencintai dia dan sebaliknya, jadilah gue sekarang ini gegara dia, gue mulai hijrah karena bimbingannya, ...." ucapnya dengan gelak tawa.
" Ohh gitu... Sabar ya broo, emang dia lulusnya kapan? " tanyaku.
" Dia seumuran kayak lo, jadi kejadian itu waktu dia kelas 1 akhir SMA, "
" Kita sama-sama sembunyiin, jadilah aku dan dia kayak adik-kakak deh. Kita cuma hari libur tinggal bareng, jadinya gue ketemu dan maen sama dia ya cuma hari libur.. ya tapii... " ucapnya yang seketika terpotong dengan orang yang datang dari belakang ku.
" Kakak, udah..." ucap gadis itu tang tak asing di pendengaranku, dan ketika ku tatap matanya, sungguh aku terkejut saat tau bahwa dia ialah Silla, wanita yang telah aku tangisi kemarin sore.
Wanita itu pun terkejut tak kalah terkejutnya saat melihatku, di langsung menunduk ketika mata kami bertemu.
" Sayang, kajian putrimu udah selesai?" kata Rifqi yang membuatku tambah tercengang ketika melihatnya mengelus kepala Silla, ternyata Silla ialah istri yang dimaksud Rifqi.
" Udah kak, kak ayo balek.. " ucapnya sambil menarik-narik tangan Rifqi.
Hatiku tambah hancur, ketika melihatnya menarik tangan pria lain, ternayata hari ini kebenaran telah terungkap, mungkin ini yang dinamakan tidak jodoh, aku menyesal telah mencintainya.
" Zaed, aku duluan ya.." ucapnya menepuk pundakku yang hanya ku jawab anggukan.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Kenyataan dari Flasback Rifqi yang hanya diketahui author dan kalian semua ialah :
" Jangan kak, jangan....." ucap gadis itu terus memohon dan terus menangis.
" Kak, jangan ku mo..hon... " ucap nya dan langsung tertidur efek obat tadi.
__ADS_1
 Rifqi senang ketika melihat gadisnya telah terkena efek obat tersebut, dia kemudian membuka paksa baju yang gadis itu kenakan.
Â
Ia mulai melepaskan baju yang gadis itu kenakan, tetapi efek mengantuk nya pun ikut melanda tubunya, ia merasa sudah tak kuat lagi, akhirnya dia memejamkan mata disamping gadis itu hanya memeluknya.
Â
Saat dikeadaan itu ia hanya menggunakan celananya yang masih rapi bertengger di tubunya, tetapi ia sudah terlanjang dada, dan keadaan wanita disampingnya itu hanya berbalut bra dan celana pendek yang masih ia kenakan.
Pukul jam 5, Rifqi sudah terbangun karena mendengar ketokan pintu dari luar yang dianggapnya, mamanya. Kemudian ia mulai membuka kunci pintu dan langsung dibuka paksa oleh lelaki yang masih aku belum sadar siapa itu dan bebarengan seorang wanita yang langsung masuk.
Â
Dia mulai mengucekan mata dan dia baru sadar, ketika lelaki itu menampar pipinya. Dia langsung ingin kaget dan binggung atas apa yang terjadi saat ini.
" Apa yang kamu lakukan pag-pagi dikamar anak saya, HAH??? " tanyanya sambil menatap tajam ke arahku.
" Maksud anda apa? " tanya ku masih binggung.
" Masih banyak alesan kamu, apa yang kamu lakukan pada anakkku, " dia memberi kode untuk melirik ke belakang.
Aku langsung saja berbalik badan, sungguh terkejut saat sesuatu yang ku lihat. Terdapat gadis yang tertidur membelakangi ku, dengan punggung yang hanya terikat kain bra, aku langsung menutup mulutku dengan kedua tanganku, aku sungguh terkejut.
Â
Apa lagi saat melihat bercak darah di seprai putih yang membuatku teringat kejadian yang telah berlalu. Tapi aku hanya teringat menciumnya saja, tidak lebih.
Â
Yaa.. Memang benar dia hanya menciumnya dan itupun tidak lebih, kerena gadis itu sedang mestruasi jadi wajarlah jika di seprai putih itu terdapat bercak darah, dan ketidaktahuan keduanya itu membuatnya harus menikah saat itu juga. Gadis itu juga tidak sadar kalau darah itu bekas menstruasi karena dia juga tidak tau apa apa dalam posisi sudah yang salah.
Â
Â
terima kasih jangan lupa like dan koment, komentan akan menambah semangat author untuk meng-Up,
see youu
salam manis dari author
Marsh_ara
Â
__ADS_1