
Setelah semua telah bersih dan rapi seperti semula, ibu mengajaku untuk makan malam bersama, setelah semua yang ibu katakan membuat hatiku terbuka untuk lebih mengenal dan lebih mendekat lagi dengan islam.
Keinginanku mendekat lagi dengan islam sudah ku bicarakan pada orang tuaku, ibu menyarankanku untuk ikut kajian komunitas ayah yang sudah terjamin kebenarannya dan keshahihannya, karena ayahku masih kawatir karena aku masih kurang ilmu agama, jadi gampang sekali terpengaruh.
Sungguh aku merasa menjadi anak laki-laki manja yang diatur segalanya kepada orang tua ku, tapi ku nikmati segalanya, karena sejak kecil memang aku hanya memilih apapun sendiri dan risikonya pun ku tanggung sendiri, jadi untuk hari ini dan seterusnya mungkin pilihan orang tua lebih baik dari pada pilihan hati ku.
---''---
Hari ini ialah hari pertama aku ingin mengubah hidupku. Jujur aku bingung karena aku disana sendiri, ayah sedang di kalimantan dan ibu sedang meeting bulanan dengan pemimpin-pemimpin usahanya,
karena ibu sudah tidak lagi bekerja dipemerintahan dia hanya memantau usahanya dirumah, dan untuk meeting masih dilakukan perbulannya,
tapi walau begitu ibu sudah berubah sekarang ibu lebih mementingkan kamu diantara pekerjaannya, pernah juga Ayya pas lagi rewel-rewelnya membuat ibu lebih memilih menunda meetingnya, dan setiap meeting Ayya selalu diajak ya dia juga sedang menikmati masa kebersamaan nya dengan ibu.
Saat ini aku sudah sampai di masjid tempat kajian, jujur aku ragu untuk masuk tapi keberanikan diri kesana, ketika aku ingin melangkah masuk, aku langsung berbalik, perasaan tak pantasku kesana membuatku mengurungkan niat ku kesana,
ketika akan berbalik ada tangan yang mencekalku, aku pun saat merasa dicekal pun berbalik ke arah orang yang mencekalku.
Ternyata pemiliki tangan yang mencekalku ialah lelaki muda yang sepertinya dia seumuranku.
__ADS_1
" Mau kemana, Mas? " kata lelaki yang mencekalku.
"..ehmm...saya mau ke kamar mandi mas," kataku gugup.
" ohh..mas nya pertama ya disini? " katanya yang membuatku tambah gugup yang hanya ku jawab dengan senyuman dan anggukan.
"kamar mandinya di dalam mas, mas masuk dulu terus lurus disana ada kamar mandi putra mas, " lanjutnya.
" Ohh ya mas, makasih, duluan ya mas, " aku langsung menuju kamar mandi yang diarahkan masnya.
Tanpa aku tau ternyata, lelaki tadi ialah suruhan ayah, ayah ternyata sudah memberikan gambarku padanya dan menyuruhku menunggu dan mengarahkannya tapi tanpa semestinya.
Sesampainya aku di toilet, aku mencuci tanganku untuk mengurangi rasa gugup ku, dalam toilet aku bingung mau lanjut ke dalam masjid atau lanjut pulang.
" Oke, aku harus berani, FIGHTING!!! Kataku menyemangati diriku.
Ketika akan keluar toliet, aku sungguh terkejud termyata lelaki tadi berada di depan kamar mandi.
" Aduh malu banget, aku" batinku.
__ADS_1
Saat aku ingin menayapa lelaki itu, malah aku disapa lebih dahulu olehnya.
" Eh Mas udah ya?, ayo kita masuk bareng, "
" Ehh... Iya mas, udah kok, mari mas, "
jujur aku binggung kenapa lelaki itu menungguku.
Saat sudah berada di dalam, panca inderaku mulai menjelajahi keadaan ruangan yang sangat asing bagi ku.
Terdapat pembatas tinggi antara perempuan dan laki-laki, jamaah itu terlihat tengah sangat khusyuk mendengarkan ceramah yang berada di depan hingga tak terdengar suara kecuali suara ustadz.
Penjelajahanku buyar ketika lelaki disampingku menariku untuk duduk diantara laki-laki lainnya.
Mulailah aku duduk di dekatnya dan di sampingku ialah pembatas antara laki-laki dan perempuan ketika aku nengok pembatas terdapat bayangan wanita yang tengah menulis.
Selama mendengar ceramah hatiku terbuka, ternyata hijrah bukanlah untuk orang yang baik, tapi untuk orang yang berkeinginan menjadi lebih baik lagi. Aku merasa sangat rendah diantara orang-orang yang ada di sini. Aku bertekad untuk memperbaiki diri untuk diriku sendiri bukan untuk cinta yang tak semestinya hadir.
******
__ADS_1
Terimakasih telah mampir ke ceritaku, maaf jika banyak kesalahan, karena ini cerita pertama ku, hehehe, terimakasih banyak semua