BENCI WANITA BERCADAR

BENCI WANITA BERCADAR
#21


__ADS_3

------------------------------


Setelah selasai menunggu ujian terakhir dan telah menggumpul berkas ke ruang kepanitiaan, ku putuskan untuk segera ke kantor untuk beberes meja untuk libur panjang dan pulang.


Selama perjalanan, ku lewati lorong cukup panjang berdindingkan dinding dingin nan polos yang menghantarkan ku pada sejuk nan ridangnya hamparan rerumputuan yang dipenuhi gegoyangan pepohonan nan seirama.


Tetesan air trus mengalir dari pancuran kolam yang menjulang tinggi ke atas trus menghantam keras bebatuan nan timbul lah deruan gemricik air 'kan menjeratku tuk singgah sebentar pada kursi panjang di bawah pohon besar.


Ku resapi suasana saat ini, ketenangan tanpa kegaduhan, kesejukan nan menenangkan hati dan pikiran. Lamunanku melayangkanku pada hari esok yang akan ku ikhtiarkan, semoga cintaku padanya dimudahkan pada Sang Pencipta, aku hanya mampu merencanakan tapi tuhan yang mampu memutuskan.


Hinggap sudah kebahagianku yang akan ku wujudkan di hari esok.


" aku kan menjemputmu kekasih hati, tunggu lah aku..." batinku merontaku trus bahagia.


"Zaed..." kagetku seketika membuyarkan halusinasi yang ku buat 'tuk hari esok.


" kenapa kau senyum senyum sendiri, masih waras kau..."

__ADS_1


ucap wanita yang mengagetkanku tadi, dan itu ialah Sabrina.


" hehehe.. sini." ucapku masih cengengesan sambil mengkodenya untuk duduk disampingku.


Hening sejenak, aku tak tau mau bicara apa dan Sabrina yang duduk di sampingku sedang menutup kelopak matanya menikmati elusan angin taman yang sangat mengasrikan pikiran.


" hmm...Zaed, liburan ini mau kamu isi kemana?" tanyanya masih menatap lurus ke pepohonan nan sejuk dan rindang.


" liburan tahun ini akan ku habiskan ke luar kota mengunjungi calon mertuaku setelah itu baru deh aku mengunjungi calon makmumku..." ucapku gila, yang membuat Sabrina tertawa aneh.


" hahahaha...kamu itu ya, tawanya yang menurutku terdengar aneh.


" ....Zaed aku hanya ingin bilang kalo aku cinta sama kamu, " ucapnya yang langsung membuatku diam kaku, dan hening sejenak.


" aku cuma pengen bilang aja kok,,,, aku ngga perlu jawaban ataupun balasan cinta juga dari kamu, santai ngga usah tegang gitu, " ucapnya menoleh tersenyum yang ku rasa itu senyum yang sungguh dipaksakan.


" Bagaimana aku bisa santai, kalo selama ini aku secara tak sadar selalu menyakiti hati teman wanitku ini, ternyata benar kata Ayya, apa yang harus ku lakukan." batinku binggung dan frustasi.

__ADS_1


Saat dia akan mengangkat tubuhnya berdiri untuk meninggalkanku, aku terlebih dulu menghentikannya dengan sepatah kata yang muncul dari bibirku.


"...aku sayang sama kamu, seperti sayangku dengan Ayya, aku berharap kita bisa menjadi teman baik selamanya biarkan cintamu perlahan menghilang untuku, aku yakin bukanlah aku pria yang berhak mendapat cinta tulus dari mu, aku percaya ada pria lebih baik di luar sana yang tulus mencintaimu, Maafkan aku Sabrina," ucapku berdiri dibelakangnya.


" ya...kita akan menjadi teman selamanya.." ucapnya yang menolehku dengan tangisan yang telah menghiasi pipi putih mulusnya, yang membuatku semakin bersalah.


" maafkan aku," ucapku menunduk.


"... selalu semangat untuk mengejar cintamu, semoga jalan mu dengan Silla dimudahkan Sang Kuasa, aku duluan ya.." ucapnya yang langsung menghilang bayangan di depanku.


🌺🌺🌺


Maaf baru up, ternyata sekolah online lebih sibuk :(


Terima kasih dan selalu enjoy baca ceritaku jangan lupa Vote, like, and comment.


And Always....

__ADS_1


#Stay at home😊😊


__ADS_2