BENCI WANITA BERCADAR

BENCI WANITA BERCADAR
#39


__ADS_3

Sebelum melangkahkan ke parkiran hp ku bergetar ternyata Fahri salah satu karyawan cafe ku yang menyuruhku buat berkunjung ke cafe karena setelah menikah aku sama sekali belum menengok cafe ku dan hanya menghandle pemasukan di rumah aja.


" Haii..Ri, Assalamualaikum..." sapaku padanya.


" waalaikumusalam Zaed, wahh pengantin baru udah dateng nih," balasnya yang membuatku terkekeh.


" gimana keadaan cafe Ri?" tanyaku.


" sabar lah bro, kamu baru sampek langsung to the point aja ngopi ngopi dulu lah, udah tergesa gesa mau pulang lu?" ledeknya.


" hehehe iya nih gue mau pulang, istri sama anak gue dah nungguin lelakinya dirumah," ucapku yang langsung ditanggepi tawa kerasnya soalnya dia tau klo gue nikahin janda anak satu ehh padahal mah engga.


" hahahhaa jadi bucin lu, sebenernya ngga ada masalah di cafe, cuma gue kangen aja ama lu yang udah sibuk setelah nikah ampek lupa kesini, yaudah sono pulang aja lu udah ditungguin juga kan," usirnya.


" iyaiaya gue juga mau pulang kok bro, sorry ya gue jadi ngebebanin urusan cafe sepenuhnya ama lu," ucapku.


" santai bro, ini juga kan tugas gue jangan lupa gaji gue dinaikin ya bro, wehehee" ucapnya dengan gelak tawa.


" wahh siap siap gampang itu mah, gue harus pulang sekarang soalnya harus beliin titipan istri dulu, sorry ya gue ngga bisa lama disini, kalo ada masalah cafe jangan sungkan hubungin gue ya,"


"okelah pak bos, silahkan anda boleh pulang aku, titip salam ke istrinya bilang aja dari saya kaum adam paling tampan," candnya.


" wehee siap siap lelaki tampan, gue balik dulu ya assalamualaikum..."


Setelah dari cafe aku memutuskan buat ke minimarket beli pesenan Silla. Berhubung minimarketnya deket ama apotek malah jadi ngingetin perihal yang dikatakan siswaku tadi, yaudah deh buat memastikan aja aku mencoba beli alat periksa kehamilan dulu aja.


" Mas pulang!!!!" ucapku sangat antusias karena udah sejak tadi aku merindukan Silla dan Rasya.


" Ehhh mas udah pulang, assalamualaikum mas," ucapnya mengingatkan ku buat salam.


" waalaikumusalam, hehehhe, mas lupa salam," cengirku sambil menerima uluran tangannya dan kecupannya pada tanganku.


" hehhee nggapapa, itu kan gunanya aku buat selalu ngingetin kamu, mas capek ngga?" tanyanya sembari mengajakku duduk di sofa ruang tamu.


" huffft... iya nih dek, mas capek banget tadi ngajar seharian, tapi anehnya kok mas ngga ada capeknya ya buat terus ngangenin kamu, dek?" tanyaku dengan gombalan gombalan maut ku hehehe.


" ihh mas bisa aja deh," ucapnya merona yang membuatnya tambah cantik.

__ADS_1


"....oh ya tadi aku buat donat, aku ambilin ya mas," lanjutnya langsung menghilang di dudukan sampingku.


Hingga akhirnya dia muncul dengan sepiring donat yang kelihatan sangat sempurna sekaligus menggiurkan.


" Mas cuci tangan dulu, terus coba rasain donat buatanku.." perintahnya yang langsung kuturuti.


" mas coba ya... " ucapku setelah mencuci tangan dan langsung melahap 1 donat di depanku yang sangat enak.


" gimana mas?" tanyanya dengan mimik wajah ya menggemaskan.


" hmmm..enak dek, ehhh dek kamu kasi obat jantungan ya ke donatnya," ucapku serius sambil melepas gigitan.


" hah? Engga kok mas...itu bahannya sama kayak buat donat kayak biasanya, udah mas kalo ngga enak ngga usah dilanjut makannya," ucapnya takut takut sambil memaksaka ku buat melepaskan donat bekas gigitanku.


" hahahhaa kamu lucu dek...aku kan cuma bercanda, " ucapku yang langsung dibalas dengan cubitan di pinggangku.


".....tapi serius dek, donat mu kayak ada obat jantungannya, soalnya saat aku mencoba menyuapkan donat ini ke mulutku rasanya jantung Mas berdebar lebih cepat dek,, nih rasakan getarannya," ucapku membawa tangannya ke dadaku yang udah perpacu dengan tempo cepat yang membuatnya merona.


" ihh mas..." ucapnya sebal yang membuatku gemas.


" hahahha adek lucu merah gitu pipinya,


" Mungkin udah takdirnya...." ucapnya asal sambil cekikian.


" bener banget dek, karena takdir menciptakan donat untuk selalu bolong dan takdir tau yang pantas diciptakan utuh dan bulat itu hanya cintaku padamu, dek," ucapku begitu bucin sekalee.


" ihhh mas bisa banget deh bikin adek baper... Ehhh.....Mas kok nafas aku sesek gini sih?" ucapnya masih dengan rona merahnya tapi membuatku khawatir dengan keluhnya.


" hah? Adek sesek? Adek masih sakit ya dek, aduhhh gimana ini? Adek kok bisa sesek?......." ucapku begitu khawatir dengan keadaannya sambil mengelus dadanya.


" ini karena separuh nafasku ada di kamu, Mas " ucapnya yang membautku merona sekaligus lemas tak berdaya.


" ihh adek udah berhasil bikin mas deg degan..." ucapku begitu lega.


" hahahahaa biar sama mas, " ucapnya begitu menggemaskan yang langsung ku acak puncak rambutnya.


" dek, ternyata kamu pinter juga gombalnya....

__ADS_1


dek aku kayaknya ngga mampu deh kalo jadi wakil rakyat dan pasti aku bakal gagal...." ucapku dengan mimik sedih.


" lho mas kok pesimis nggomong gitu, semua itu klo ada usaha dan kemauan adek yakin kamu bisa mas...." ucapnya menenagkanku.


" ngga bakal bisa dek, gimana mau mikirin rakyat kalo dipikiran Mas cuma ada kamu, dek..." gombalku.


" ihh mas tak kira kamu mau pengen jadi wakil rakyat beneran uhh ternayata cuma gombalan..." ucapnya yang membuat kita jadi tertawa geli dengan tingkah aneh kita.


" Mas mana pesenan ku tadi..." ucapnya yang membuatku tersadar.


" ohh iya Mas baru inget, wahh untung ngga cair," ucapku mengeluarkan es krim dari plastik.


" iya mas untung ngga cair es krimnya, biarlah hanya adek aja yang cair meleleh dengan pesona dan gombalan abang," ucapnya manja.


"uluhuluh....pinter dehh istri aku ini..."


" Rasya dimana dek?" tanyaku menghentikan aktivitas makan es krimnya.


" tidur mas, soalnya dari siang belum tidur apalagi Rasya lagi belajar merangkak Mas sekarang," ucapnya kembali menjilati es krim lagi.


" wahh Rasya lagi belajar ngerangkak, emang pinter ya anak kita, bangga deh sama Rasya," ucapku penuh kebanggaan untuk anak lelakiku.


" mas jangan cuma Rasya di banggain, aku juga selalu belajar lho mas setiap hari tapi mas ngga pernah banggain aku...." ucapnya seolah sedih yang membuatku gemas.


" emang adek belajar apa sih???" tanyaku gemas.


" belajar buat menjadi yang terbaik buat kamu....hehhehe..." ucapnya begitu menggemaskan.


" Ahhh...abang baper dek!!!!"


" hehehhee...


oh ya mas itu bungkusan apa?" tanyanya pada plastik samping wadah es krim tadi.


" ohh itu testpack, dek..." ucapku santai.


" hah? test pack? buat apa mas?" tanya kaget.

__ADS_1


💓💓💓


__ADS_2