BENCI WANITA BERCADAR

BENCI WANITA BERCADAR
#4


__ADS_3

Aku hanya diam. Aku terpaku dengan kecantikan wajahnya, aku hanya membisu dan tak bisa melepaskan tatapan terpesona padanya.


Dia memiliki paras yang cantik yang mungkin membuat semua lelaki yang memandangnya akan terpesona, wajahnya yang bercahayap, bibirnya yang tipis dan merah merona memberikan kesan manis.


Dan hidungnya yang mancung dan kemerahan akibat nangis masih terkesan cantik. Ditambah lagi wajahnya yang putih bersih, tanpa sedikit polesan make up di wajahnya, yang ku akui dia memang cantik natural.



Bahkan menurutku, dia cewek paling cantik di sekokah ini, dan dari cewek\-cewek yang pernah ku temui di hidupku.


Cukup lama ku tatap, membuatnya mungkin tidak nyaman, hingga akhirnya dia berlari setelah memasang cadarnya kembali. Tapi, dia masih mengucapkan salam kepergian, yang dapat kudengar meski suaranya pelan.


Seharian ini aku masih terbayang\-bayang akan wajahnya, wajahnya yang cantik membuatku sulit tuk melupakannya, malam ini aku hanya berbaring dengan tatapan kosong diatas langit langit kamarku, pikiranku terus saja terpusat padanya.



Aku terus saja mengotak\-atik aplikasi instagram dengan mencari akun namanya setelah sepuluh menitan aku mencari ternyata ketemu juga.



Aku melihat postingan\-postingan agamanya dan hanya 1 postingan gambar yang membuatku seketika sadar saat melihat cadar yang dikenakannya di gambar itu dengan sikapku yang keterlaluan hari ini, aku sudah bersikap kasar kepadanya,


"...aduhhh mungkin dia akan benci padaku setelah kejadian hari ini, kenapa ya aku ngga mau dia benci,, arghh sudah dipastikan kalau aku memang mencintai dia sedari aku membantunya kemarinn arhhg.. " batinku kesal.


Aku terus memikirkan bagaimana aku harus meminta maaf, tapi hasilnya nihil karena selama ini aku tidak pernah dekat dengan wanita diluar sana kecuali dia dan gadis itu. Dan akhirnya ku putuskan meminta saran sama ibu.

__ADS_1


Saat aku sudah melangkah di depan kamar aku mulai ragu karena aku malu untuk menanyakannya, setelah ku kuatkan mental ku bernaikan diri mengetok kamar orangtuaku yang tertutup.


Betapa terkejutnya aku saat ayahku membuka kan pintu dengan rambut acak-acakan dan terlanjang dada, dan dengan wajah menahan marah dan kesal.


" Kenapa kak, datang kamar ayah jam segini? " tanyanya memang sekarang ini sudah jam sebelasan malam.


"...ehmm apa aku menggangu kalian? " tanyaku sambil menunduk takut saat melihat wajah ayah.


"iy.. " kata ayah yang langsung dipotong ibu.


" enggak kok, nak, ayok sini," kata ibu yang menyuruh ku duduk disamping ibu.


" sayang..." kata ayah dengan nada terlihat kesal, dan langsung duduk senderan di ranjang.


" apaan sih mas,


Setelah itu aku ceritakan kejadian aku membantunya mengambil motor dan kejadian aku membuka cadarnya


bahkan kejadian dia berpelukan dengan kepala sekolah pun ku ceritakan, dan tak lupa perasaan aneh yang kurasakan terhadapnya.


" Nak, kamu harus minta maaf kepadanya mungkin aja kepala sekolah itu ayahnya atau pamannya kamu jangan negatif thingking dulu denger penjelasan dulu kamu juga


harus menghargai jilbabnya, agamanya, ibu. kalau sama yang bukan mahrom juga berjilbab lho nak, bukan karena ibu tidak punya dosa tapi ibu hanya mematuhi kewajiaban-Nya. Besok kamu minta maaf ya, nak.. " ucap ibu lembut tidak memarahiku tapi malah menyadariku.


"iya bu, aku akan coba meminta maaf padanya dan akan meminta penjelasannya baik-baik, makasih ya bu, " ucapku yang dibalas senyuman.

__ADS_1


" yaudah sekarang ayah dan ibu lanjut istirahat aja, " ucapku dengan senyum yang sulit diartikan.


" okee, jangan lupa tutup kamar ya kak, " ucap ayah semangat dan cekikian.


" iya yah, " ucapku gemas dengan tingkah ayah yang seketika berubah dari badmood langsung goodmood.


Sebelum ku tutup pintu aku kaget meihat ke arah samping yang terdapat anak kecil yang berlari ke arahku sambil menangis. Dan itu Ayya dia langsung membuka paksa pintu yang hampir ku tutup, dia langsung masuk dan menangis kencang.


" Ibuuuu " teriak ayya sesengukan sambil memeluk ibu.


" ada apa nak, ayo jangan nangis, sudah berhenti disini ada ibu sayang, " kata ibu yang terlihat kaget seperti aku dan ayah ketika melihat keadaan Ayya saat ini.


" uhh.. Uhh ibu tadi Ayya mimpi ketemu olang gila, bu, " ucap Ayya sesenggukan


" udah jangan nangis sayang itu cuma mimpi, nanti kalau ada orang gila beneran nanti biar ayah yang hadapi, " ucap ayah sok pahlawan dengan tangan mengepal di kanan dan kiri bak pahlawan.


" Benelan yah, Ayah ngga takut? Okedeh Ayya akan melasa aman kalau Ayya didekat Ayah dan ibu, hali ini Ayya tidur sama kalian ya? " ucapnya dengan memelas.


" Hah? Ayya tidur sama kakak aja, Kak Zaed juga bisa hadapin orang gila kan, Kak " ucap ayah meminta bantuan padaku yang hanya ku angkat bahu mengkodekan tidak tau.


" Kan ayah juga bisa, hali ini Ayya ingin tidur sama ibu, titik, " ucap Ayya tegas yang membuat ayah terlihat tersiksa.


" Ya Tuhan ujian apa lagi ini," ucap ayah lemas.


" Besok ayah ujian? " tanya Ayya polos, yang membuatku ingin terbahak mendengar kepolosan adik kecilku.

__ADS_1


" Udah sayang yok bobok, dah malem, sana kakak juga bobok besok pada sekolah lhoo, " kata ibu.


" Siap ibu, semangat ya ayahhh, " ucapku dengan lari terbirit-birit ketika melihat ayah ingin melemparku dengan bantal.


__ADS_2