BENCI WANITA BERCADAR

BENCI WANITA BERCADAR
#27


__ADS_3

Ku pandangi setiap inci wajahnya, riasan wajah yang sangat cantik dengan polesan make up yang sedikit tebal namun sangat memukau dan malah ngga terlihat menor.


Beruntungnya aku menjadi satu satunya laki laki yang di perbolehkan mellihat wajah cantiknya. Ku gerakan telapak tangan menyentuh pipi halusnya dengan tetap menatap matanya yang begitu indah, ku berikan senyum manis pada istriku tercinta.


“…sayang, cantik sekali kamu,” ucapku menaik turunkan telapak tangan di pipinya sanggat lembut.


Jujur sebagai laki laki aku sangat terpesona dengan kecantikannya. Polesan make up di wajahnya meninggalkan kesan dewasa pada wajah cantiknya.


“…….aku suka melihat wajah mu sayang, aku ingin selalu memandang wajah mu yang sungguh menenagkan, aku ingin setiap hari melihat paras ayu mu,


aku ingin tatapan cinta ku selamanya abadi untuk mu walau dulu pun sebelum menikah aku melihat wajah mu tapi sungguh ngga ada kata bosan untukku memandang wajah cantik mu,”


ucapku melanjutkan yang membuat pipinya tambah memerah.


“ ma…kasih Mas,” ucapnya begitu gugup.


“ MAS?” ucapku senyum sendiri mendengar panggilan yang berbeda darinya.


“ apa boleh aku memanggilmu dengan sebutan Mas, suamiku?” ucapnya lembut yang membuatku seketika langsung tersipu dengan ucapannya.


“ boleh kok sayang,” ucapku mencoba menetralkan debaran jantungku.


“ Mas, apakah aku boleh menggunakan cadar saat tak bersama mu?” ucapnya yang malah membuatku terkagum.


“ Boleh sekali sayang, aku malah ngga rela wajah cantik mu di lihat lelaki lain, maaf mungkin menurut mu aku sungguh sangat posesif dan egois, tapi aku sangat ngga rela kamu di pandang lelaki lain,” ucapku menatap mata indahnya.


“….iya mas, aku sangat ngerti kok semua yang kamu katakan itu demi kebaikan ku juga, semoga aku dapat selalu istiqomah untuk menggunakan cadar


dan selalu istiqomah untuk selalu mendengarkan segala nasihat mu, aku butuh bimbingan mu, suamiku,” ucapnya begitu dewasa yang membuatku bangga telah memilikinya.


“aamiin, sayang kita saling mengingatkan ya, jika kamu memiliki salah insyaallah akan selalu mas ingatkan dengan halus,


tapi jika mas yang berbuat salah padamu tolong ingatkan mas, jangan takut buat ingatkan mas ya, dek”


ucapku juga ikut menggubah panggilan untuknya yang membuatnya langsung tertunduk malu.


“ insyaallah Mas,” ucapnya begitu lembut.


“ yaudah yok, sekarang kita bersih bersih terus di lanjut istirahat,” ucapku.


“ iya mas,” ucapnya yang langsung mencoba bangun dari duduknya yang terlihat sangat kesusahan dengan gaun mekarnya,


yang membuatku mengulurkan tangan untuk mencoba membantu nya, dan langsung diterima baik uluran tangan ku.


“ Mas dulu apa kamu dulu yang mandi?” tanya ku padanya.

__ADS_1


“ Mas dulu aja, aku masih mau menghapus make up terus melepas asesoris ini dulu,” ucapnya yang masih membuatku tak sadar jika saat ini wanita yang berada di depanku ialah istriku.


“ yaudah sayang, mas duluan,


Ehhh kamu butuh bantuan ngga? Biar mas bantu dulu,”


ucapku masih tersenyum yang sampai saat ini belum luntur juga di bibir manisku, yang di jawab gelengan dan seyuman manisnya yang membuatku candu.


Dan setelah itu ku langkah kan kedua kaki ku masuk ke dalam kamar mandi dengan sudah membawa handuk dan pakaian ganti ku.


---------------------


Ku renggang kan tanganku ke samping, sungguh hari ini ialah hari melelahkan sekaligus hari membahagiakan di hidupku, ku sandarkan punggung ku di kepala ranjang sembari menunggu istri tercintaku buat bersih bersih.


Hingga terbukanya pintu kayu polos kamar mandi yang membuat jantung ku tambah berdebar kencang, gimana ngga grogi, ini kan malam pertamaku berdua dengan wanita di dalam ruangan sempit.


Sungguh hatiku tambah bergejolak ketika dia mulai menduduki tempat yang berada di sampingku.


Aku ngga bisa palingkan wajah bahagiaku padanya. Dia mengenakan baju daster saat ini, walau begitu tetap tak melunturkan cantiknya malah membuatnya terkesan seksi.


Tapi yang membuatku penasaran mengapa jilbabnya belum terlepas, apakah dia belum bisa menerimaku, pikirku penasaran.


“ adek ngga mau buka jilbabnya? Klo adek belum siap ngga papa kok mas bakal nungguin adek,”


“ adek pengen yang pertama membuka jilbab adek suami adek, Mas mau ngga bantu aku membuka jilbabku?


Dari dulu aku ingin hanya suami ku lah yang pertama membuka dan melihat rambutku,” ucapnya yang malah membuatku terharu mendengar lontaran kata berasal dari bibirnya.


“ Masya Allah, terima kasih dek sudah menjaga semuanya untuk suami mu, mas sangat bangga dengan mu,” ucapku yang langsung nyelonong mencium keningnya yang membuatnya terkejut tapi langsung tersenyum


“….mas buka yang sayang,”


ucapku dianggukinya dan langsung mulai menanggalkan kain yang masih menempel di kepalanya.


Rambut lurusnya yang tidak terlalu panjang hanya sebatas bahu namun malah membuatnya tambah manis.


Ku belai puncak rambutnya hingga ujung rambutnya yang terasa sangat wangi dan lembut di telapakku.


“ kamu sangat cantik sayang,” ucapku yang membuatnya merona.


“ sayang kamu udah ngantuk belum?”


“ hmm…be..lum mas, emang kenapa mas? Ucapnya yang terihat gugup.


“ Ini masih jam 9, mas belum bisa tidur kalo belum jam 10, ayok kita buka aja kado kadonya,” ajakku karena dia juga belum mengantuk.

__ADS_1


“ baiklah mas,yukk,” ucapnnya yang terdengar antusias yang membautku gemas.


Di kamar ini emang cuma ada beberapa kado aja soalnya yang lainnya ada di bawah, dan kalo kado yang ada di kamar hanya khusus dari keluarga sama dari temen sangat deket aja yang udah ngasih secara langsung tadi.


Ku pilih kado yang paling dekat denganku untuk menjadi kado pertama yang akan kami buka.


“ ….menurut kamu apa isinya,” ucapku menyuruhnya menebak sembari mengoyang goyangkan ke atas dan ke bawah.


“….mungkin seprai mas,” tebaknnya.


“ oke kita buka ya sayang, apa bener nih tebakan istri ku tercinta ini?” ucapku


mengodanya yang membuatnya merona yang terlihat begitu mengemaskan.


Saat ku buka bungkus kado yang ternyata terlapis kardus, yang ternyata…


“ wahh bener kan tebakan aku..” ucapnya begitu bahagia.


“ wahh pinternya istriku,” ucapku mengusap rambut kepalanya.


“ ehhh dek ini ngga cuma seprai doang, nih ada paper bag coba mas buka ya,” ucapku yang langsung dianggukinya dengan menatap serius paper bag yang ku pegang.


Seketika saat benda itu telah keluar malah membuatku terkejut, saat ku lirik istriku, ternyata dia udah menunduk merona melihat isi paper bag itu.


🌺🌺🌺


Sabrina?


Silla?


atau wanita lainn...


Hayo...siapa istri yang cocok buat Zaed???


Terimakasih udh baca cerita ku,


Jangan lupa tinggal kan jejak baca kalian dengan vote, like, and comment.


And...


#stay at home


#dirumahaja


sering sering cuci tangan ya guys..

__ADS_1


__ADS_2