BENCI WANITA BERCADAR

BENCI WANITA BERCADAR
#59 END


__ADS_3

" Assalamualaikum


tok..tok..."


salamku dibalik pintu rumah bunda, bersama ketiga orang yang sangat berharga di hidupku, yaitu Rasya di sampingku, dan Tisya yang ada digendongan Silla.


" waalaikumussalam, ceklek....." balas suara bunda sambil membuka kunci pintu.


Setelah bunda membuka pintu, bunda sangat kaget dengan kehadiran Silla yang masih tertutup akan cadar, tapi langsung ku putus tatapan terkejut bunda dengan uluran salam tanganku.


" bunda sehat?" tanya ku saat Silla ikut menyalimi tangan bunda.


" alhamdulilah sehat, ini calon kamu ya, nak?" tanya bunda dengan tatapan sedih, yang membuatku mengangguk kaku.


Karena jujur ngga enak mau ngerjain bunda melihat balasan wajah sedih bunda membuatku tak tega, karena sedari tadi Silla dan aku udah berencana buat ngeyembunyiin dulu perihal datangnya Silla pada bunda dan ayah.


" ohh alhamduliah kalo udah ada pengantinya Silla, calon mu mirip Silla ya nak," ucap sedih bunda yang membuatku tak kuasa tuk tak ku balas dengan senyuman.


" alhamdulilah bun," balasku singkat, yang membuat bunda menunduk sedih.


" yaudah yuk masuk, sini sayang nenek gendong, ayo Zaed masuk, ajak juga calonmu," ucap bunda sambil meninggalkan kami. Mungkin bunda kecewa dengan mudah dan cepatnya, aku bisa mencari pengganti Silla.padahal itu ngga mungkin.


Setelah kita semua masuk, ibu langsung menghampiri ke kamar buat manggil ayah, dan langsung saja saat itu Silla pun melepaskan cadarnya, tak kuasa tuk memberi kabar baik pada mereka.


Saat ayah datang di arah tangga, seketika tatapannya terhenti dengan wajah cantik Silla yang tersenyum padanya yang membuat ayah diam mematung dengan mencengkram kuat tangga dan masih menatap Silla.

__ADS_1


" kok ayah diam aja sih, sapa tu mantunya...ehh astagfirullah....pyarr," ucap Bunda seketika sadar dengan keberadaan Silla membuat gelas yang ada di tangannya jatuh dan pecah di lantai.


Pecahan suara itu dapat membuyarkan lamunan ayah dan bunda dan juga membuatku, ayah, dan Silla berlari ke arah bunda.


" makanya bunda hati hati dong, untung bunda ngga kena pecahannya," ucap Silla membuat tangan Bunda dan Ayah yang tegah sibuk memungguti bekas pecahan kaca terhenti dan hanya diam melongo menatap Silla dengan air mata yang sudah mengenang.


Setelah itu aku bereskan cepat pecahan kaca tersebut berdua dengan Silla, karena ayah dan bunda masih sibuk menatap binggung Silla.


Setelah semua selesai lalu Silla kembali menyadarkan tatapan kedua orang tuanya.


" bunda, ayah, aku Sillla," ucap Silla yang membuat ayah dan bunda saling menatap haru dan langsung menghadiahi pelukan hangat mereka pada Silla


" Ya Allah, nak, akhirnya doa bunda di jabah juga," ucap bunda disela pelukan dan tangisannya.


" alhamdulilah bund, Allah masih ngasih umur ke Silla," balas Silla ikut menangis.


" yaudah yuk kita ke sofa, pelukannya di lanjut disofa aja, takutnya kaca yang kecilnya masih ada," ucapku yang membuat ketiga orang itu sadar dan menghentikan acara pelukan sejenak, lalu di lanjutkan lagi di sofa ruang tamu.


Setelah itu, Silla kemudian menceritakan perihal semuanya, membuat semua orang di dalam rumah menyimak dengan baik dan tenang tanpa ada yang memotong.


" maafin bunda ya nak, gegara bunda kamu jadi ikut terturun sakit..." ucap Bunda merasa bersalah yang membuat Silla memeluk erat bunda.


" ini bukan salah bunda, ini udah takdir kok bund, semoga aja penyakitnya nurun terakirnya di Silla aja, semoga ngga di Tisya dan keturunan yang lain," ucap Silla yang diamini semua.


".....cuma Silla kasihan sama Mas Zaed soalnya Silla ngga bisa hamil lagi," jelas Silla yang membuatku tersenyum tulus.

__ADS_1


" ngga usah kasihani Mas, Mas ngga sedih kok, Mas sangat bersyukur kamu masih disini, semua ini pasti ada hikmahnya, lagipula Mas udah bilang kan kalo Mas menerima kamu apa adanya bukan ada apanya,


.....Mas diberi Rasya dan Tisya mas udah sangat bahagia, dan hidup Mas akan jadi lebih sempurna jika kamu selalu menjadi satu satunya untukku, dan tuk trus mendampingiku, sayang," ucapku tulus sambil memegang erat kedua tangannya yang dibalas pelukan hangat Silla.


" alhamdulilah....ayah senang ngelihat anak anak ayah akur saling mencintai....


ohh ya...kalian sadar ngga kalo kalian adalah rakyat yang patuh sama anjuran pemerintah Kb untuk punya anak dua aja, iya kan hahaha..." ucap Ayah yang membuatku dan Silla tertawa lepas tuk sejenak melupakan kesedihan yang menyelimutiku.


" hahaaa...iya yah bener,


Ohh...ya dek ada hikmah positif lagi dibalik operasi kamu, kamu tau ngga?" tanyaku yang membuatnya mengeleng pelan yang membuatku tersenyum mesum ke arahnya.


" jadi hikmahnya tuh adalah.....kita bisa merajut cinta setiap hari diranjang, tanpa adanya penganggu tamu bulanan, iyakan hahha" ucapku yang mampu membuatnya merona.


Karena memang operasi yang dilakukan Silla ialah pengangkatan seluruh rahim yang membuat bagian ovarium pembentuk ovum pun juga terangkat yang membuatnya tak bisa lagi mengeluarkan darah bulanan.


" wah bener banget Zaed..hahha...." balas ayah dengan tawa menggoda Silla.


Tuhan selalu menguji umatnya, tapi dibalik semua ujianan Nya kan slalu ada berjuta hikmah yang mampu merubah setiap jiwa tuk menjadi lebih baik lagi, jika sang empu mau berubah dan berusaha. Jadi, bersyukurlah karena itu ialah cara paling ampuh tuk buat semua kan terlihat lebih baik.


Inilah perjalanan cintaku bersama Silla, banyak sekali ujian yang kami lewati bersama, tapi satu hal yang membuatku merasa sangat beruntung memiliki Silla, yaitu karena setiap proses bersamanya kan dapat selalu merubah diriku menjadi seseorang yang lebih baik lagi di hadapan sang Pencipta.


Dan pada akhirnya, lika liku perjalanan cinta ini pun berakhir bahagia, diriku dan dirinya, kita berdua kan slalu bersama merajut kasih dibawah naungan anjuran tuhan yang tlah Dia perintah kan


".......Pesanku tuk kalian, jangan pernah membenci seseorang berlebihan, karena aku sudah membuktikannya. Jika benci memang beda tipis dengan cinta, berprinsiplah dalam hati, jika kau berani membenci, kau juga harus berani mencintai." Zaed.

__ADS_1


E N D


__ADS_2