
Setelah sampai di rumah, tidak ada ucapan selamat datang, kedua orang tuaku sibuk dengan pekerjaannya masing\-masing, yang tak memiliki waktu barang sejenak untuk mengurusku dan adiku.
Aku memiliki adik perempuan bernama Ayya, yang saat ini berusia 4 tahun, awalnya aku menolak kehadirannya alasannya karena aku malu disaat umurku yang hampir menginjak 14 tahun yang ku anggap sudah besar masih memiliki adik kecil,
tapi karena dia memiliki penderitaan sama padaku akhirnya aku tak tega memusiuhinya, malahan aku adalah orang yang paling mengerti dia saat kedua orang tuaku sibuk dengan pekerjaannya masing masing.
Seharusnya kalau mereka sibuk tidak bisa mengurusi kami, seharusnya dia tidak membuatnya,
".....dasar hanya senang membuat saja, tanpa bisa mengurusi, " batinku kesal saat meingat ketidak perhatiannya pada ku dan Ayya.
" Ayya.... "pagilku keras, ketika memasuki pintu rumah.
" Aden udah pulang to, nona ayya ada di taman belakang, den. " kata mbok Sum.
Dia selalu menyambutku dan mengurusku dan ayya sampai sekarang.
"yaudah aku langsung ketaman aja ya mbok, " ucapku.
__ADS_1
"iya aden, nanti kalau aden mau makan udah simbok siapin di meja makanan ya den, "
"iya mbok, makasih.."
Saat sampai di taman, aku terkejut dengan adanya kedua orangtuaku yang menemani Ayya di bangku taman.
Setelah menatap mereka, kuurungkan untuk mendekat dan ingin langsung ke kamar, tapi itu tidak jadi terjadi saat ibu menghampiriku.
"Nak, kamu udah pulang sekolah to, udah makan belum? " tanya ibu
"...memang peduli apa ibu sama aku? "
ucapku sinis dan langsung meninggalkan ibu, ku hiraukan teriakan ibu dan teriakan ayah yang terkesan marah.
"...ibu untuk apa datang kemari? " tanyaku tanpa menatapnya.
" sayang ibu ingin bicara sama kamu, sayang, "kata ibu lembut yang mulai menghampiriku.
" yaudah ibu pengen nggomong apa, cepat, aku mau tidur,"
"sebentar saja kok, tapi ibu ingin kamu duduk disamping ibu, "
Aku langsung aja duduk disampinya, karena hari ini aku malas berdebat.
__ADS_1
"..pertama ibu meminta maaf sama kamu, karena ibu kurang perhatian sama kamu dan Ayya. Nak ibu egois dengan lebih mementingkan karir ibu sampai lupa dengan kewajiban ibu pada kalian,
ibu sangat terobsesi dengan keberhasilan ibu, dulu ibu dari orang yang tidak mampu yang harus kuliah sambil bekerja, sampai ibu wara-wiri merantau untuk mendapat pekerjaan yang ibu inginkan,
dan hasilnya memuaskan sekarang ibu bisa mendirikan usaha-usaha ibu dengan jeri paya ibu sendiri dan bisa membanggakan orang tua ibu, tapi ibu sadar selama ini ibu sangat berdosa pada kalian ibu kurang memperhatikan kalian, untuk itu ibu meminta maaf, hari ini ibu resign dari pekerjaan ibu, jadi ibu ingin lebih fokus lagi untuk mengurusi kalian, apa kamu bisa memaafkan ibu? " ucap ibu dengan tangis penyesalan.
Selama ini ibu memang tidak punya waktu untuku, kalo pagi ibu sudah menyiapkan sarapan untuk aku dan ayya, ayah selalu berangkat pagi dan kerap keluar kota.
Kalau ibu kerja di pemerintah yang kantornya cukup jauh dengan rumahku, dan setiap bulannya ibu selalu meeting di rumah dengan seluruh pemimpinan usahanya, memang ibu memiliki banyak usaha dari usaha pakaian, kuliner, mebel, bahkan alat tulispun memiliki toko dan sudah terdapat banyak cabang di daerah indonesia,
tapi dengan itu paku masih merasa tenang karena kesibukan ibu tetap masih melayani ayah jadi sangat jarang sekali aku mendengar pertengkaran mereka.
Hubungan ayah dan ibu ku sangat baik bahkan setiap mereka ada waktu luang mereka berlibur keluar kota dan selalu aku tolak ajakannya karena aku merasa makhluk asing di keluargaku sendiri karena hubungan ku dengan keduanya tidak sebaik anak dan orangtua diluar sana,
mungkin orangtuaku pikir aku dapat hidup dengan harta mereka dan tanpa mereka, jadi disitulah aku harus mampu melakukan apapun sendiri.
Ku gapai tangan ibu dengan tatapan lembut padanya, sekecewanya aku pada ibu aku tetap memiliki naluri seorang anak yang tak tega melihat wanita yang melahirkan ku menangis di depanku,
" Bu, aku memaafkan ibu, aku juga minta maaf ketidaksopananku pada ibu, aku ingin ibu selalu mengurusi kami, kami tidak butuh uang yang banyak dari ibu karena sudah sepatutnya itu menjadi kewajiban ayah, aku ingin ibu memperhatikan kami, khususnya, Ayya bu, dia butuh banyak kasih dan sayang Ibu aku tak ingin dia bernasib sama masa kecilnya denganku " ucapku sambil menatap ibu yang terus menangis.
"iy sayang.... Maafkan ibu ya, nak.. " peluk ibu dengan tangisan.
Setelah kejadian itu hubunganku dengan ibu sangat baik, bahkan hubunganku dengan ayahpun sudah selayaknya anak dan bapak bukan orang asing lagi hilang sudah rasa canggung.
__ADS_1
"....malam ini dan malam selanjutnya semoga keluargaku menjadi lebih baik dari malam malam yang telah berlalu, Tuhan.. " doaku