
Sesampainya di kamar, aku ngga melihat batang hidungnya tetapi ku dengar suara dari dalam kamar mandi yang ku duga itu pasti Silla.
Ku langkahkan kaki ku ke balkon untuk menunggunya sembari menghirup udara malam masih terasa menyejukan.
Tubuhku seketika menegang ketika melihat ada tangan yang telah melingkar erat di pinggangku, ku rasakan helaan napas yang menghangat di pundakku.
Aku diam saja ngga ingin membalas atau pun menolak pelukan hangat Silla.
“ Mas…” ucapnya lembut terdengar di kedua telingaku.
“hmmm…”
yang ku jawab dengan deheman saja.
“ Mas aku minta maaf atas kesalahanku…” ucapnnya terdengar mulai menangis tanpa ada balasan yang terucap dari bibirku aku mencoba diam saja menunggu ucapan selanjutnya darinya.
“ aku bukanlah ibu kandung Rasya,
tapi aku akan menggangap dan memperlakukannya seperti ibu kandungnya, aku ngga tau siapa ayah dan ibu Rasya sebenarnya,
yang aku tau bahwa mereka sudah meninggal,10 bulan yang lalu Rasya sudah berada di depan pintu rumahku hanya dengan balutan kardus yang membetenginya saat umurnya 2 bulan,
dan saat itu juga terdapat tulisan kertas yang menyuruhku merawatnya dan menyuruhku buat ngga usah mencari keberadaan nenek dan kakeknya yang udah ngga sanggup menafkahi Rasya,
jadilah aku akan selamannya menggangapnnya anak kandungku bukan sebagai anak tiriku, selamanya aku ngga bakal memberitahukan kisah ini kepada siapa pun,
biarlah orang lain menggangap aku ini wanita nakal, wanita munafik, atau yang lainnya aku ngga peduli,
yang aku peduli aku melindungi Rasya dari omongan buruk tetangga yang mengatakan Rasya anak pungut, biarlah orang menganggap aku ini wanita apa pun itu tapi yang pasti aku ngga bakal tega buat Rasya sedih di kemudian hari karena ngga memiliki ayah dan ibu kandung,
aku bakal membuat Rasya mearasakan sentuhan kasih sayang ibu kandungnya, walau aku bukan wanita yang melahirkannya dan menyusuinya, tapi yang pasti aku ngga mau dia tau klo dia anak yang di tinggalkan di depan rumahku,”
ucapnnya sungguh mengagetkan ku dan mulai membasahi punggung bajuku dengan air matanya yang membautku terenyuh dengan pengakuannya yang malah membuatku malu dengan apa yang aku perbuat tadi.
“ kalau mas ngga terima dengan kejujuranku aku siap mas, klo kamu mau tinggalkan aku, aku tau ini konsekuensinya telah berbohong padamu,” lanjutnya mulai merenggangkan pelukan di pinggangku.
Ku balikkan wajahku padanya, ketika merasakan pelukannya telah terlepas, aku melihatnya sudah berbalik arah akan meninggalkan ku,
ku edarkan pelukan hangat di punggungnya, ku taruh wajahku di pundaknya, sedikit ku condongkan tubuhku kepadanya karena tinggi kita memang berbeda.
“Maafin Mas, ya sayang,” ucapku memeluknya yang diangguki.
“ Kalo semisal dari kemarin kamu mengatakan yang sebenernya mas bakal tetep menikahi mu sayang,
kenapa ngga sedari awal sebelum kita menikah menceritakan kepada Mas, sayang,”
ucapku masih bertahan memeluknya dan mencium wangi rambut sebahunya yang begitu lurus dan lembut.
__ADS_1
“ Aku pengin menguji cintamu,
karena sebelum kamu ada lelaki yang dijodohkan ayah sama aku,
tapi dia menolak karena bilang ngga siap menikahi janda,
yaudah deh…
dari situ aku tau cara buat mencari lelaki baik untuk ku, yaitu lelaki yang dapat menerimaku dan Rasya, kita itu sepaket jadi ngga boleh ada yang memisahkan,”
ucapnnya dengan senyum yang ketara ketika ku pandangi bibirnya dari samping.
“….dan aku sangat bersyukur, lelaki yang ku tunggu ternyata lelaki yang baik dengan bisa menerima status janda ku dan anak ku, ya walaupun aku telah membohonginya, maaf ya Mas” ucapnnya tersenyum dengan tetap menatap lurus ke depan yang ku angguki.
Ku mulai balikkan wajahku menghadapnnya, ku raih dagunya supaya dia dapat menatap manik mataku.
“ maaf sudah emosi pada mu,
Mas akan berusaha menjadi suami baik untuk mu dan ayah yang baik buat Rasya dan anak anak kita nantinya,
tegur mas jika mas salah, ya, sayang,
aku akan anggap Rasya seperti anak kandung kita,
Mas janji bakal ngerahasiain semua ini,” ucapku yang dibalas tatapan lembut dan senyuman manis dengan anggukannya.
“ Mas minta jaga kepercayaan mas selamanya,
Mas paling ngga suka di bohongi,
jadi semenyakitkan apapun kebenaran itu kamu harus selalu jujur ya sama,Mas,
gegara kebohongan mu itu hampir membuat Mas menikahi wanita lain sayang,”
ucapku masih di pelukannya.
“ siapa mas wanita itu?” tanyanya.
“ nanti bakal Mas ceritain, tapi mas pengen menikmati pelukan mu dulu,”
ucapku memejamkan mata merasakan hangatnya pelukan dengan istri tercintaku.
“ udah Mas, sesek nih…” ucapnnya yang membuatku terkekeh yang langsung ku lepaskan pelukannya.
Aku kaget dengan pakaiannya, ku pandangi tubuhnya yang sudah berganti dengan pakaian transparan yang di berikan kakak kandungnya yang membuat mataku bergerilya menjelajahi tubuh indahnya.
“ kamu mencoba menggoda Mas ya dengan pakaian itu?”
__ADS_1
tanyaku menunjuk pakaiannnya dengan mengerlingkan mata padanya dengan senyum yang sulit diartikan.
“ aku ngga mencoba mengoda Mas, aku cuma pengen membuat Mas seneng aja, tadi katanya Mas seneng klo lihat aku memakai ini,”
ucapnya dengan rona merah telah menghias di pipi putihnya.
“ kalo kamu pengen nyenengin Mas, ayo layani Mas di ranjang,”
ucapku langsung mengendongnya dan menaruhnya di ranjang empuk kami.
“ Mas solat sunah dulu ya…”
ucapnnya yang langsung kami kerjakan sebelum melakukan hubungan.
Setelah solat, sungguh dada ini berasa berdetak kencang dan begemuruh tiada pelan. Setelah membacakan doa di keningnya yang langsung ku kecup keningnya terlebih dahulu.
“ apakah mas boleh mengambil hak, Mas?” ucapku berusaha meyakinkan kembali, kalo misal dia belum siap aku siap menunggu.
“ boleh Mas, tapi hati hati ya soalnya ini yang pertama buat Silla,”
ucapnya malu malu.
“ohh iya...ya, istriku kan masih perawan, ngga janda lagi ya...kan yang,”
ucapku mengodanya yang di hadiah cubitan yang kedua yang membuatku meringis kesakitan.
“ awhhhhh…ehh kamu jangan nangis lagi Mas ngga papa kok, jangan nangis kayak tadi ya, Mas cuma akting aja kesakitannya, hehhee” jelasku ketika melihatnya udah merasa bersalah.
“huhuhuuuu Mas tega boongin Silla,” ucapnnya yang menutup wajahnya seperti orang kalo mau nangis.
“ Silla maafin Mas ya, udah jangan nangis,
kan kita mau malam pertamanan, masak udah nangis aja, sih,”
ucapku menahan tawa ketika melihat kelakuan kekanakannya yang malah di hadiahi cubitan ke tiga.
“ Dasar Mas Zaed, MESUM,” teriaknya yang membautku terkekeh geli dan sesat langsung menindihnya.
-(ok selanjutnya author ngga tau apa yang dilakukan mereka, silahkan kalian tebak sendiri aja, wkwkwk)-
🌺🌺🌺🌺
Terima kasih jangan lupa vote, like, dan comment.
Selalu jaga kesehatan dan selalu berpikir postif. Dan...
#dirumahaja
__ADS_1