
POV RASYA :
Namaku Rasya Muhammad Atthaya, aku putra pertama dari ayah Zaed dan bunda Silla. Kata ayah, asal namaku dari bunda.
Nama panggilku Rasya yang artinya bunga mawar, karena bunda suka dengan bunga mawar jadilah aku dinamakan Rasya. Kata bunda aku sama seberharganya dengan bunga kesukaan Bunda.
Maka rasa sayang Bunda denganku sama halnya sayangnya dengan tanaman mawarnya.
Setelah Rasya kelanjutannya ialah Muhammad Atthaya, dari kata muhammad sebab Bunda ingin aku bisa meneladani sifat nabi penutup akhir zaman tersebut.
Jika dari kata Atthaya, karena bunda menganggapku sebagai anugerah terbesar yang tuhan berikan untuk kedua orang tuaku, mungkin karena aku anak kandung lelaki pertamanya membuat mereka menganggapku ialah anugerah.
Aku adalah anak tertampan, dari deretan anak bunda dan ayah, ya...karena aku hanya punya saudara satu dan itu pun ialah saudari perempuan.
Dia adikku yang ayah beri nama Ratrisya Firdha Rasharsya, namanya sangat cantik seperti dirinya yang sangat memesona tapi pesonanya kadang hilang sirna dengan tingkah galak dan manjanya yangmembuatku enggan tuk tak menjahili dia.
Tok..tok...tok...
" kak bangun...kak jangan ngebo deh...." ucap serak Tisya yang sudah sangat kesal berulang kali teriak mencoba membangunkanku.
__ADS_1
Karena setiap paginya, wanita wanita di rumah sudah menjadi kebiasaan tuk selalu membangunkan kedua pria tampan yang susah dibangunkan, tapi lebih untung ayah daripada aku.
Aku memang tipe orang yang susah di bangunin, tapi aku juga pengen di bangunkan dengan kasih dan sayang, engga kayak adek ku satu ini yang membuatku memaksakan kedua kelopak mataku tuk terbuka sempurna, dan datang dengan malas menghampiri nya.
" iya dek...tuh liat mataku dah melek," ucapku sambil melebarkan kedua mataku dengan tangan.
" colok ya nih..udah ah nanti keburu subuh, kaka tuh lama banget, udah sana siap siap, kita tunggu ya, jangan lama lama," ucap Tisya kemudian ia masuk ke kamar sebelah, kamar ayah dan bunda.
Karena setiap solat malam, kami selalu berjamaah di kamar bunda, biar bunda bisa ngecek siapa yang ngga bangun katanya. Kata kata Bunda itu membuatku kerasa kesinidir banget, jiwa jiwa kebo ku pun juga ikut tersentil.
Tapi dari hatiku yang paling dalam aku sangat mengucapkan syukur, berkat gedoran Tisya setiap pagi membuatku tak lupa tuk melaksanakan solat malam.
" assalamualaikum...ceklek..." salamku dan langsung masuk ke kamar bunda dan ayah yang cukup luas tuk hanya berjamaah saja.
" ayah belum keluar bun?" tanyaku sekedar basa basi pagi, padahal mah udah tau kalo belum ada ayah ya berarti ayah belum keluar dari kamar mandi.
" belum sayang, mungkin ayah lagi pakek baju di kamar mandi sekarang," balas bunda yang ku angguki.
Hingga akhirnya ayah muncul di balik pintu kamar mandi dengan gaya menyilakan rambut basah ke belakang.
__ADS_1
" pagi pagi padahal habis ujan udah mandi keramas aja, yah??? rajin amat..." godaku yang membuat pipi bunda merona.
" iya dong, ayah kan segar bugar jadi ngga ada kata kedinginan cuma buat mandi aja, " balas ayah membanggakan diri yang membuatku dan Tisya tersenyum kecut ke arahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Yuk mampir juga di cerita baru ku, CINTA ITU ANUGRAH kisah cinta anak anak Silla dan Zaed...kalian ngga usah khawatirin perihal Diana karena cinta Zaed hanya untuk Silla, jadi segala yang akan jadi penghalang hubuhangan mereka, bakal disingkirin Zaed, wkwk
Terimakasih udah nyempetin baca cerita pertamaku🙏🙏