
" Haiii,, "kataku membuka kecanggungan, tapi tak ada respon darinya.
Dia hanya meununduk yang membuatku tak sabar untuk to the point meminta maaf padanya.
" Aku minta maaf selama ini, aku selalu menjahili dan menjengkelkan mu, sungguh aku sangat kecewa atas apa yang telah terjadi, " kataku.
Aku diam menunggu responnya, karena tidak ada respon aku langsung mengatakan kembali.
" Selamat atas pernikahan mu dengan Rifqi, semoga keluarga kalian selalu bahagia, " kataku yang langsung akan pergi,
namun langkah ku terhenti ketika mendengar dia jawabannya dan kembali berbalik ke arahnya.
" Aku sudah memaafkanmu....
Dan hubunganku dengan kak Rifqi bukan sepasang kekasih,
memang kakakku memiliki kekasih seumuran kita tapi itu bukan aku, aku adiknya,,
Assalamualaikum..." ucap dia cukup panjang dari biasanya, dan dia langsung berjalan mendahuluiku.
Tapi sebelum itu..
" Silla apakah kamu kuliah di Mesir? " ucapku hampir teriak dan dibalas balikan badannya dan anggukan.
" Aku mencintaimu, aku mohon tunggu akuu, " kataku spontan yang membuatnya kaget dan langsung menatapku dengan tatapan sulit diartikan,
tapi yang membuat ku sangat terkejut ialah anggukan setelah tatapan terkejut yang ia perlihatkan dan kemudian beranjak pergi.
__ADS_1
" Apa artinya?? Hah, dia merespon cintaku? Aaaa... " ucapku lompat lompat tanpa sadar dilihat oleh teman-teman ku dengan tatapan terkejud.
" ternyata seorang Zaed yang dingin bisa bertindak aneh ya.. " batin mereka.
Setelah sadar tatapan dari luar membuat ku langsung maju mendekat ke arah sesi pemotretan,
jujurnya hatiku yang paling dalam aku mendekat untuk berada di sebelah sampingnya.
Aku ingin menjaganya dari deretan umat yang mengantri tanpa ada pemisah antara wanita dan pria, aku takut jika ada pria yang berani-berani menyentuhnya.
Ketika aku berada di sampingnya, dia langsung menoleh padaku, yang ku balas dengan senyum manis ku kepadanya,
tanpa ada balasan nya tidak membuatku marah padanya, karena aku juga sudah belajar antara batasan pria dan wanita.
Hatiku berdetak dengan kencang, sepasang mataku sulit tuk tak meliriknya, dan yang ku lirik tersebut hanya terus menunduk.
Aku tanpa sadar langsung menarik nya dalam pelukan ku.
" HEI, HATI-HATI KAUU!!!! ucapku berubah sangat dingin dan menyeramkan pada lelaki itu, yang malah dihiraukannya, membuatku terus menatapnya tajam.
Semua pasang mata menatapku takut-takut setelah mendengar ucapan dinginku, mereka menatap ku dengan tatapan aneh, yang ku hiraukan.
Saat sadar akan posisi ku beginilah, yang membuat mereka semua menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan, ketika sadar aku langsung melepaskan pelukaan, hatiku berasa telah lari maraton.
Aku sedari tadi dapat merasakan dentum jantung wanita yang terus menunduk di depanku, sungguh aku tak sengaja untuk memeluknya, karena refleks ya.. Jadi begini lah.
" Maaf, aku tidak sengaja memeluk mu, "
__ADS_1
ucapku menyesal karena setelah kejadian itu aku melihat gadis itu terus saja menunduk.
" Sudah lah tidak apa, lagian kamu juga ngga sengaja kok, terima kasih kamu tadi sudah menolongku, " ucapnya lembut dengan sesekali menatapku.
Pernyataannya membuatku sedikit lega, setidaknya dia tidak marah dengan apa yang terjadi tadi.
Setelah sesi foto wisuda, aku kemudian menghampiri keluargaku yang sedari tadi telah menungguku di parkiran.
" Kakak.... "
teriak adik kecilku yang terlihat mengemaskan saat lari menghampiriku, langsung aku angkat dan gendong dia.
" kok lama tih, kak? Panas lo kak, " katanya sambil memeluk leherku.
" Iya,,,maafin kakak, ya adik kecilku yang cantik ini, " ucapku menciumi pipi Ayya gemas.
" ote, tapi kakak beliin es tim ya!"
" yahh ini nih, kehebatan adik kecilku yang pinter banget menguras dompet kakak, "
yang dibales cekikikan Ayya.
Karena pastinya nanti jika sudah ditoko dia langsung rewel buat mampir ke toko mainan dan berakhir aku harus merelakan duit jajanku.
*****
Maaf jika banyak kesalahan kata,
jangan lupa vote dan koment ya teman-teman
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1