
" ....Zaed aku hanya ingin bilang kalo aku cinta sama kamu, " ucapnya yang langsung membuatku diam kaku, dan hening sejenak.
" aku cuma pengen bilang aja kok,,,, aku ngga perlu jawaban ataupun balasan cinta juga dari kamu, santai ngga usah tegang gitu, " ucapnya menoleh tersenyum yang ku rasa itu senyum yang sungguh dipaksakan.
" Bagaimana aku bisa santai, kalo selama ini aku secara tak sadar selalu menyakiti hati teman wanitku ini, ternyata benar kata Ayya, apa yang harus ku lakukan."
☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️
Setelah pengakuan cintanya entah kenapa aku merasa sakit dan tak tega melihatnya, apalagi saat ini, aku dapat melihat aura kesedihan yang masih membekas di wajahnya.
Ku perhatikan dirinya dalam pantulan kamera di layar hp yang ku gengam dan yang ku fokuskan padanya.
Dia terlihat sangat fokus menata berkas berkas di mejanya dan mungkin akan segera pulang, ku perhatikan dirinya yang sama sekali ngga memperhatikan ku.
Tatapanku seketika buyar ketika dia menghampiri ku dengan totebag yang sudah menempel di pundaknya.
" Zaed aku pulang duluan ya, " pamitnya.
"...iya hati hati ya Sab," ucapku dengan senyuman menghias di wajahku.
" hmm....Assaalamualaikum" pamitnya dengan senyum kecil menghias di wajahnya.
__ADS_1
"....waalaikumusalam,"
" semoga kamu segera di dekatkan dengan pria yang tuhan takdirkan,"
batinku tak tega melihat keadaannya yang terlihat sedih padahal Sabrina tipekal orang yang selalu ceria.
-------------------
Sesampainya di rumah, ku putuskan untuk segera mengemasi barang barang yang akan ku bawa buat keluar kota menemui orang tuanya.
Rencananya setelah aku menemui orangtua Silla baru itu langsung aku meminta izin dan alamat Silla yang memang tidak serumah dengan orang tuanya.
" kakak...." suara nyaring yang mengagetkanku, ya siapa lagi kalo bukan, Ayya.
"... Kaka beneran mau nemuin kak Silla?" tanyanya dengan posisi santai menduduki koperku.
" iyalah dek, udah sono minggir, kakak mau packing nih.." ucapku kesal sambil menggeser tubunya yang masih dengan santainya duduk di koperku.
" iyaiya ini juga mau minggir,
Kak, kamu ngga kasian apa sama kak Sabrina? Kak sabrina tuh suka lho kak sama kakak.." ucapnya yang membuatku binggung.
__ADS_1
" Emang Sabrina suka sama kakak? kok kamu bisa tau?" ucapku pura pura ngga tau.
" Ya aku taulah kak, orang kemarin aku di kasih tau langsung sama kak Bina, kok,"
" terus kamu tanggepin gimana? " tanyaku penasaran.
" ya aku cuma bilang kalo kak Zaed itu cuma buat Kak Silla, tapi kak Bina nggomong katanya belum tentu Kak Zaed jodohnya kak Silla soalnya katanya kalian belum menikah, jadi selama belum ada ikatan pernikahan Kak Zaed belum jadi milik siapa pun,"
ucap Ayya memang sudah paham dan perpikir dewasa dengan umurnya yang baru menginjak 12 tahun.
Ucapan Ayya membuatku hanya bisa diam dan binggung, apalagi setelah pengakuan cintanya tadi siang membuatku tak tega menolaknya. Bagaimana ini tuhan?
"..kak," ucapnya mengalihkan pikiranku sementara.
" kalo menurut aku kak, mending kak Zaed solat istiqara dulu aja, biar nantinya keputusan yang kakak ialah keputusan yang paling baik, yaudah sekarang kak Zaed beberes terus istirahat, Ayya keluar dulu ya kak,"
ucapnya yang membuatku speechless, tetapi banyak benarnya juga omongan Ayya, tidak ada ruginya buat istiqara malah banyak untungnya, ya walaupun terlihat sangat mepet tapi bakal ku coba dan usahakan.
🌺🌺🌺🌺
Terimakasih jangan lupa vote, like, and comment.💓💓
__ADS_1
And always....
#stay at home