BENCI WANITA BERCADAR

BENCI WANITA BERCADAR
#6


__ADS_3

"Assalamualaikum,


Saya minta maaf atas kesalahan yang telah ku perbuat selama ini. Aku ingin kamu membuka surah al-ahzab ayat 59 tentang aurat.


Disitu jelas semua orang diwajibkan menutup auratnya, sekalipun itu pendosa seperti aku tetap diwajibkan menutup aurat, jadi aku mohon untuk memberikan hak untuk mengenakan hijab dan cadar pada wanita yang menginginkan dirinya terjaga, bukannya diriku ingin mengatur dirimu,


tapi ku hanya ingin memberi kebebasan untuk mereka dalam memilih jalan agamanya sendiri-sendiri, maafkan lah diriku jika selama ini aku banyak berbuat salah kepadamu,


aku bukan malaikat dan tak sangat tidak pantas mendapat julukan itu, aku hanya pendosa yang ditutup aibnya oleh Allah SWT.


Sekali lagi, aku minta maaf atas kesalahanku kemarin-kemarin.


Terimakasih atas segalanya. Semoga kita bisa bertemu kembali nanti. Semangat terus memperdalam islam, tapi jangan setengah"ya, yang kompit biar nikmat..


Syukron akhi


Marsyila Fatimah Putri :')


Sesak hatiku, hingga airmata ini tak bisa lagi dibendung, oksigen seakan sulit ku hirup, hanya sesak yang ku rasakan saat ini,


hanya sakit yang ku rasakan saat ini, hanya penyesalan yang ku rasa saat ini.


"Ya Rabb, yang maha kuasa dan lebih tau atas rasa ini, yang paham atas segalanya, ya Allah ku serahkan segalanya padamu,


semoga suatu saat nanti engkau memberiku kesempatan untukku meminta maaf kepadanya" batinku menguatkan diri-sendiri.

__ADS_1


Tentang rasa ini, biarlah hanya aku dan Rabb-ku yang tau.


"Syilla semoga nanti kita bisa dipertemukan kembali dalam keadaan baik-baik saja, satu kata yang ingin kukatakan


saat itu tiba, aku ingin meminta maaf atas segala perbuatanku padamu," kataku lirik, ku masukan kertas itu pada sakuku, dan akan ku simpan selamanya.


Hari ini adalah hari sakit hatiku, aku hanya bisa sembunyi di balik kesedihan yang menghantamku menjadi sosok paling menjijikan.


Aku jijik dan benci dengan diriku, aku bukanlah pria yang gentle yang tidakan menyakiti hati perempuan nyatanya aku hanya pria banci yang mengaku pria sejati.


" Argghh


..BRAKKKKKK... " teriakku frustasi


menendang meja hingga parfum ku semuanya jatuh dan pecah.



Aku senderkan tubuhku di sisi bawah ranjang, ku rengkuh tubuh ku, suara tangisanku terdengar sungguh menyedihkan. Ini adalah moment pertama aku merasa sangat terpuruk, hingga meneteskan air mata.


Ku benamkan kepalaku di atas ringkuhan kakiku, aku hanya bisa menyesal atas apa yang terjadi.


Di dapur, terdengar suara barang pecah yang menggagetkan seorang wanita yang tengah menyiapkan makan malam.


Membuatnya mematikan kompor dan mencari asal suara. Setelah menemukan asal suaranya, wanita itu mulai mendekati asal suara tersebut. Betapa tetkejutnya dia melihat apa yang terjadi.

__ADS_1



Saat terdengar kenop pintuku terbuka, aku mulai tampakan muka ku ke asal pintu terbuka. Telihat ibu yang terbengong dengan keadaan kamarku, dan mukanya lebih terkejut saat dia memandangku, dia langsung berlari ke arah tempat duduk ku dan mulai memelukku.



Ku benamkan tubuhku ke dalam rengkuhannya, ke lingkarkan kedua tanganku di pingang ibu dengan sangat erat, saat ini aku butuh sandaran untukku mengurangi beban, aku terus saja menangis dan merutuki diriku.


" Ibu, aku bodoh, aku ngga punya perasaan, aku benci dengan diriku sendiri ibu, aku jijik dengan diriku, bu.. " ucapku terus memeluk ibu dengan tangisan pilu.


" Hust,, kamu ngga boleh bicara begitu,, sayang,,, tenangkan diri mu, nak, " ucap ibu yang ikut menangis.


Aku hanya diam dan hatiku lebih tenang ketika mendapat pelukan ibu dan elusan tangan ibu seletika mengurangi perasaan gelisah di diriku.


"..Kalau kakak berkenan, setelah kakak merasa tenang, kakak bisa cerita sama ibu, " ucap ibu ketika ku longgarkan pelukanku padanya.


" Bu dia sudah pergi, dia pasti kecewa atas apa yang aku lakukan kemarin bu, mungkin selamanya aku tidak bisa meminta maaf padanya bu, aku mencintainya bu, aku menyesal sama yang aku lakukan kemarin, bu," ucapku sesenggukan.


" tenang nak, ibu percaya kalo gadis itu ialah gadis baik yang tidak mungkin dendam padamu, kamu masih ada waktu untuk meminta maaf padanya sayang besok saat wisuda, kalian kan belum wisuda, kalo memang dia tetap tidak berangkat mungkin suatu saat nanti kalian pasti bertemu


dan kamu bisa meminta maaf padanya, tapi percayalah pada ibu, gadis itu orang baik ngga mungkin dia pendedam nak, untuk mengatasi rasa cintamu itu, kamu tenang saja, jodoh itu cerminan diri sendiri,


jika kamu ingin didekatkan pada Allah kamu harus sudah memantaskan diri sepertinya, kamu harus lebih baik lagii nak, supaya tuhan melayakan kamu bersanding padanya, " ucap ibu seketika membuka jalan pikiran ku.


" Apa aku pantas mendekat pada tuhan setelah apa yang aku lakukan selama ini, bu? "

__ADS_1


" sayang, tuhan maha pemaaf, Allah selalu memberi jalan dan harapan bagi orang yang percaya akan hidayahnya, " ucap ibu sangat lembut yang mampu melunakan pikiran negatif ku.


"...yaudah yok, kita beresin kamar kakak sebelum ayah melihatnya, sudah jangan nangis lagi ya nak, "


__ADS_2