BENCI WANITA BERCADAR

BENCI WANITA BERCADAR
#11


__ADS_3

Aku masih terpana dengan kebenaran yang aku lihat tadi, aku masih terpaku menatap kepergian kedua orang itu. Hatiku sakit mungkin inilah yang dinamakan ujian hijrah, aku harus lebih memantapkan hati 'tuk hijrah demi Allah swt.


Aku terus saya memantapkan hati


" udahlah ngga papa, mungkin bukan jodohku,, " ucapku dalam hati.


Jujur aku masih ngga bisa bohongin hati, aku sakit ketika mengulang rekaan kejadian tadi, sungguh hatiku tak percaya akan bertemu Silla secepat ini, benar kata ibu, bahwa Silla pasti 'kan pulang ketika wisuda, dan besok adalah hari wisuda kami.


Sungguh sakit ketika tadi dia mendengar Rifqi kan memperlakukan Silla seperti istrinya sendiri.


" Ya Allah,


Jika kau percaya aku bisa melewati ujianmu, tolong mantap kan hatiku untuk percaya jika aku bisa melewatinya, aku tak bisa bergerak tanpa kasihani-Mu, sungguh diri ini sungguh ingin lebih mendekat padamu, wahai pembolak-balik an hati. "


Hari ini ialah hari penutupan bagi kami, yang telah menetap dan memanggul ilmu dan wawasan selama 3 tahun ini, diriku merasa beruntung lika liku SMA membuat ku lebih sadar untuk lebih dewasa lagi.


Hari ini aku mengenakan jas hitam yang dipadupadankan dengan kemeja biru langit yang telah terkesan rapi dan tampan.

__ADS_1


Ya hari ini aku merasa tampan, jadi aku harus lebih bersyukur atas segalanya mungkin suatu saat nanti ketampanan ku dapat memikat bidadari surga. Batinku menyemangati, agar aku bisa secepatnya melupakan kisah manisku dengannya.


Saat penerimaan nilai aku dikejutkan dengan peraihan tertinggi di terima bidadari bercadar yang aku kagumi yang sayangnya dia sudah menjadi bidadari sesorang, aku cukup bangga dengan pencapaiannya.


Setelah ku menatap dirinya aku sadar bahwa aku harus minta maaf padanya terlebih dahulu agar segala penyesalan ku dapat ku rendam dengan penerimaan maafku padanya.


Di sisi orang tua terdapat Ibu Zaed dan Ayahnya tak lupa juga Ayya yang sangat terlihat terkagum-kagum dengan pencapaian wanita bercadar itu yang dicintai putranya.


Saat sesi foto foto semua siswa mengantri panjang membuatku males dan aku langsung ke belakang sendiri karena suasana didepan sungguh sumpek, ajdi lebih mending paling akhir ketimbang harus sumpek sumpekan pikirku.


" Haiii,, "kataku membuka kecanggungan, tapi tak ada respon darinya.


Dia hanya meununduk yang membuatku tak sabar untuk to the point meminta maaf padanya.


" Aku minta maaf selama ini, aku selalu menjahili dan menjengkelkan mu, sungguh aku sangat kecewa atas apa yang telah terjadi, " kataku.


Aku diam menunggu responnya, karena tidak ada respon aku langsung mengatakan kembali.

__ADS_1


" Selamat atas pernikahan mu dengan Rifqi, semoga keluarga kalian selalu bahagia, " kataku yang langsung akan pergi, namun langkah ku terhenti ketika mendengar dia jawabannya dan kembali berbalik ke arahnya.


" Aku sudah memaafkanmu....


Dan hubunganku dengan kak Rifqi bukan sepasang kekasih, memang kakakku memiliki kekasih seumuran kita tapi itu bukan aku, aku adiknya,,


Assalamualaikum..." ucap dia cukup panjang dari biasanya, dan ia berjalan mendahuluiku. Tapi sebelum itu..


" Silla apakah kamu kuliah di Mesir? " ucapku hampir teriak dan dibalas balikan badannya dan anggukan.


" Aku mencintaimu, aku mohon tunggu akuu, " kataku spontan


**************************


hayo,, apa ya jawaban dari Silla?


jangan lupa like dan koment 💓

__ADS_1


__ADS_2