BENCI WANITA BERCADAR

BENCI WANITA BERCADAR
#41


__ADS_3

" Bundaa...ayah pulang, "


ucapku langsung melangkahkan kaki ku menuju kamar karena ngga ada sahutan dari arah yang dari penjuru manapun.


" Bund, assalamualikum...."


salamku ketika masuk ke kamar


tapi kenapa ngga ada yang bales ya langsung masuk aja dehh...


" Lho..Rasya, Bunda dimana?" ucapku pada anak umur mau ke 2 tahun yang lagi main di atas kasur.


" yah..yayaahh..." ucapnya menyambutku dengan rentangan tangan ingin segera di gendong.


" hmm anak ayah manja dehh..."


ucapku sambil mengendongnya dan langsung menghujani ribuan ciuman dipipi gembulnya yang dibalas tawa renyahnya.


" bunda kemana sayang?"tanyaku pada anak yang ku gendong ini.


" ndaa..mar..andi, (bunda di kamar mandi)"


ucapnya menanggapi pertanyaanku dengan bahasa plutonya tapi sekarang udah cukup ku mengerti.


" Ohh bunda lagi di kamar mandi, Rasya udah mandi belom?" tanyaku.


" lomm.."


ucapnya padahal mah Rasya udah mandi dengan taburan bedak di wajahnya sama wangi tubuhnya bisa jadi bukti kalo bayi tersebut udah mandi,


tapi ya gegara dia masih kecil dia ngikut aja kata akhirnya. Hehehe gemes deh..


" udah apa belom.." tanyaku sekali lagi


" lom.." balasnya


" belom apa udah.."


tanyaku sambil cekikian. Emang dasar nih abang


Zaed...huh


" DAH.." teriaknya gemas mungkin udah cape aku permainkan hehehe..


" udah apa belom???" tanyaku lagi, hehheheee.


" HUAAAA...UNDAA...HUAAAA...UNDAAA..YAH AKAL...."teriaknya menangis sambil meronta ronta dari pelukanku yang terus memanggil bundanya.


Sampai akhirnya wanita yang ku rindu langsung muncul di balik pintu kamar mandi dengan setelan baju seksi yang super duper ketat membuatku seketika terpana.


Apalagi dengan perutnya yang udah besar karena udah sembilan bulan tinggal nunggu lahiran terlihat sangat seksi dengan baju diatas lutut tersebut.


" ayah apakan Rasya?"


tanyanya dengan tampang garang tapi malah sangat menggoda iman dan takwa :v


" ayah tadi cuma tanya Rasya udah mandi apa belum, lha dianya malah nangis kekejer..." ucapku tanpa mengalihkan pada tubuh seksinya yang lagi berusaha menenagkan Rasya.


" masa cuma ditanyain gitu, dia nangis sih yah,

__ADS_1


mesti ayah boong.." tuduhnya.


" engga boong sayang.." ucapku sambil mendekatinya dan lansung memeluk tubuhnya padahal di tengahnya masih terhalang Rasya dan bayi di perutnya.


" Yah.." tabok anak laki laki ku yang pengap tertekan di tengah.


" Rasya kok tabok ayah sihh..kan ayah kangen bunda.." ucapku dengan raut sedih yang dibales tawa riang Rasya.


" suka ya liat ayah sedih...hmm.." tanya Silla gemas sambil menciumi pipinya.


" Dek aku kangen kamuu..." ucapku dengan wajah sedih, lah gimana ngga sedih coba dua minggu ngga bisa dapet itu cuma gegara dianya ngga mood, tapi dia malah selalu menggodaku dengan dandan cantik dan seksi setiap dihadapanku selama hamil,


gimana abang ini bisa ngga tersiksa dek? Huh..


" aku juga kangen mas, nanti yaaa...hmm mending kamu mandi dulu aja,


aku juga mau buatin susu Rasya dulu.." ucapnya berlalu meninggalkan ku, yang merubahku menjadi sumringah lagi.


" Asikk dapet juga malem ini..."


girangku bahagia sambil melangkahkan ke dalam kamar mandi.


....


" Mas..mas...bangun" ucap seseorang menggangu tidurku.


" apa sih dek? Ini kan masih malem, yuk ah tidur lagi.." ucapku mulai memejamkan mataku lagi.


" mas.ss..sa.ki..t," ucapnya terbata bata yang langsung membuat mataku terbuka sempurna


" adek mau lahiran?" tanyaku khwatir melihat wajah meringisnya sambil memegang perut.


" ii...iyaa ma...s kayak...nya," ucapnya yang langsung membuatku terperanjat kaget.


ucapku sambil mengelus lembut perutnya.


Setelah itu langsung berjalaan cepat ke arah lemari buat ngambil pakaian ku dan Silla, karena kami sekarang masih dalam keadaan telanjang,


Untung setiap kali selesai berhubungan kita langsung mandi besar, jadilah sekarang ngga kelimpungan.


Aku langsung mengenakan pakaianku di depannya, setelah itu mencoba membantunya mengenakan dalaman dan gamis serta jilbab dan cadarnya.


Setelah semuanya selesai aku mengontrol diriku biar tenang dan mencoba mengurangi rasa khawatir, soalnya kalo khawatir aku ngga bisa berpikir jernih lagii.


Aku langsung membawa tas lahirannya yang udah di siapkan jauh jauh hari kemarin dan mengambil dompet, hp, dan kunci mobil, setelah itu aku langsung bolak balik ke mobil meletakan semuanya ke dalam dengan gerakam super kilat.


Setelah semua siap, aku langsung gendong Silla ke luar rumah dan mendudukannya ke dalam mobil.


Kemudian aku langsung lari terbirit birit lagi masuk ke dalam sambil mengendong Rasya ke dalam gendongan ring sling dan membawanya masuk ke dalam mobil tapi tetap masih dalam gendonganku, untung aja bayi gendonganku masih tenang di alam mimpinya.


" Mas sakitt banget, aku ngga kuat Mas..."ringis Silla dari tadi menangis yang membuatku tambah panik tapi harus tetap fokus mengemudi.


" Bentar ya sayang, bentar lagi ini juga sampek..." ucapku menenagkan sambil sesekali mengelus perut buncitnya.


" Maaf mas....aku pipis di mobil kamuuu..." ucapnya yang membuatku kaget.


" ya.....ampun sayang itu bukan pipis,


ketuban kamu pecah..."

__ADS_1


ucapku lebih panik lagi untungnya kita udah sampek di parkiran saat ketubannya udah pecah.


Setelah sampai di rumah sakit, aku masih dalam keadaan mengendong Rasya di depan dada dengan gendongan ring sling karena Silla mengeluh udah lemas aku langsung aja gendong dia didepan gendonganku ke Rasya.


Rasanya sedikit pun, ngga ada rasa berat dan letih menggendong ketiga orang yang berharga di hidupku ini.


" Suster tolong istri saya..." teriakku memasuki rumah sakit yang langsung disambut perawat yang membantuku meletakkan Silla diatas brankar rumah sakit.


" Maaf pak silahkan urus administrasi terlebih dahulu...." Hufftt dengan nafas yang memburu aku langsung aja ngurus administrasi supaya Silla cepat ditangani.


" Mas aku takut..."


ucapnya ketika kita sudah berada di ruang bersalin.


" tenang ada mas, kamu jangan takut mas bakal jagain kamu disini ok...." ucapku mengelus puncak kepalanya yang udah basah dengan keringat.


" Ras...ya di...mana ma...s?" tanyanya dengan wajah kesakitan.


" Rasya diluar sama ibu dan ayah, aku tadi udah telpon ibu ayah buat segera kesini jadi kamu ngga usah kawatir....


Rasya aman kok diluar sama Ibu,


kamu relaxin diri kamu aja biar persalinannya lancar ya, sayang.."


ucapku mencoba menenagkannya kembali dan dianggukinya.


" Aaaa..sakit banget Mas.." teriaknya yang langsung di dekati oleh dokter.


" wah ini pembukaannya sudah lengkap, kita mulai ya bu, ikuti intruksi saya..." ucap dokter perempuan itu.


" semangat ya sayang, kamu pasti bisa mengeluarkan malaikat kecil kita,..." ucap Ku menyemangati Silla.


"....sayang sebentar lagi kamu akan keluar, di dunia, yang lancar ya sayang keluarnya biar bunda ngga kesakitan.."


ucapku dengan bulatan perut di depanku sambil sesekali menciumi perut buncitnya.


Pasti nanti aku bakal kangen banget dengan perut buncit ini, batinku dalam hati.


Setelah satu jam an proses persalinan akhirnya selesai juga dengan lancar dengan kondisi istri dan anakku sama sama sehat, alhamdulilah.....


Ngga tau harus bagaimana cara yang pantas untukku berterima kasih pada tuhan berkat Nya aku mampu memiliki kebahagian yang sangat sempurna, terimakasih tuhan....


" Pak, ini bayinya mohon di adzani terlebih dahulu, " ucap suster sambil menyodorkan bayi kecil yang udah kutunggu selama sembilan bulan ini.


Dengan hati berdegub kencang dan mata yang ngga bisa menahan haru saat menggendongnya setelah sembilan bulan aku menunggu akhirnya dapat berjumpa juga.


Satu kata saat pertama kali melihatnya, yaitu cantik. Dia memiliki bibir mungil, mata lentik dan cantik seperti Silla hanya hidung mancungnya saja yang mirip denganku.


Setelah selesai mengumandangkan adzan di telinganya, setelah itu juga ku bisikan kalimat cinta untuknya:


" Assalamualaikum putri ayah, selama sembilan bulan ayah, bunda, dan Kak Rasya menantimu,


semoga kamu bisa menjadi anak ayah yang cantik baik dan solehah seperti bunda ya sayang,


selamat bergabung ke keluarga kecil kami sayang, ayah beri nama kamu.....Ratisya Firdha Raharsya, " ucapku sambil mencium bayi masih merah di gendonganku.


hmm...


monmaap belum end karena dari kemarin ngga ada cerita sedihnya, kita lanjut part selanjutnya yang lebih waw dari ini ya..hehehe semoga aja kalian suka

__ADS_1


tunggu kelanjutannya...


💓💓💓


__ADS_2